Subhanallah
Jd mupeng bin ngiler dotcom

-----Original Message-----
From: Farhan Muhammad <[email protected]>
Date: Mon, 8 Feb 2010 18:30:12 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: [sma1bks] Dongeng Seputar Iedul Adha

bila anda berangkat haji, maka anda akan tahu di mana bukit shafa, di mana 
bukit marwa dan dimana sumur zamzam tempat Ismail as diletakkan oleh ibunya... 
Anda akan melihat bahwa Ismail di letakkan di lembah antara shafa dan marwa tak 
terlalu jauh dari Multazam, hingga ketika Hajar pulang dari shafa, maka dia 
akan kembali menemui Ismail sebelum berangkat ke Marwa, demikianpun ketika 
Hajar pulang dari Marwa, maka dia akan kembali menemui Ismail sebelum ke Shofa, 
pada balik ke 7 sepulang dari marwa, Hajar kembali ke tempat Ismail yang berada 
di lembah antara Shafa dan Marwa yang letaknya tak terlalu jauh dari multazam, 
dari situ hentakan kaki Ismail as yang tengah kehausan ' dengan ijin dan 
kekuasaan Allah ' menyebabkan keluarnya air dengan di saksikan oleh Hajar, maka 
Hajar pun membuat kolam kecil untuk menampung airnya sambil berkata zam zam...

Allah swt melalui RasulNya mengajak, menyeru, memerintahkan dan melarang 
sesuatu sesuai dengan kehendaknya, maka di antara ibadah yang diperintahkan 
atau dilarang itu kebanyakan bersifat "tauqifi" yang meminta penyerahan secara 
totalitas (islam kafah) dalam pengerjaannya sebagai bentuk penghambaan total 
dalam keyakinan (keimanan)nya terhadap Tuhan dan RasulNya. Terkadang perintah 
dan larangannya ternalar dan tak sedikit pula yang tak ternalar, karena memang 
perintah itu datang dari yang tak ternalar... bila saja perintah dan larangan 
yang tak ternalar itu tidak di indahkan, maka apatah lagi keyakinan terhadap 
Zat yang tak ternalar itu bisa dihujamkan ..?

Bila keyakinan seseorang terhadap Zat yang tak ternalar itu sudah terhujam 
dalam dadanya, maka apapun yang di sampaikan oleh Zat itu, maka ia akan tuduk 
patuh dan membenarkan, "sami'na wa ato'na"... sebagaimana Abu Bakr ra, ketika 
menyikapi peristiwa mi'raj Nabi saw, walaupun pada saat itu sama skali tak 
ternalar...

--- Pada Sen, 25/1/10, Mursalin Guci <[email protected]> menulis:

Dari: Mursalin Guci <[email protected]>
Judul: [sma1bks] Dongeng Seputar Iedul Adha
Kepada: [email protected], "sma1 89" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 25 Januari, 2010, 1:20 AM







 



  


    
      
      
      

Sebuah catatan yg tertinggal
Dongeng Seputar Iedul Adha 

Salah satu dari rukun haji ialah Sa’i yaitu
lari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwa sebanyak 7x. Hal yang demikian
dilakukan berdasarkan (katanya) riwayat Hajar dengan anaknya Ismail sebagaimana
yang sudah kita ketahui dan selalu diajarkan oleh guru-guru ngaji.

Kalaulah itu benar berdasarkan riwayat Hajar, coba
kita teliti lebih mendalam :

·        
Hajar berlari-lari dari Shafa ke Marwa mencari
air minum untuk anaknya yang sedang kehausan. Kalau itu dilakukan 7x maka
perhentian terakhir adalah di Marwa, sedangkan anaknya di Shafa (berarti Hajar
meninggalkan/ menelantarkan anaknya, karena dia tidak balik ke Shafa).

·        
Kalau di Marwa tidak ada air, mengapa bolak
balik ke sana?? Ini menggambarkan usaha keras, kepanikan, atau kebodohan?

·        
Jarak Shafa ke Marwa dengan lari-lari kecil
ditempuh selama 5 menit, kalau 7x berarti 35 menit, berarti Hajar ini adalah
ibu yang tega meninggalkan anaknya yang sedang kehausan selama 35 menit.

·        
Ismail yang menangis kehausan
menghentak-hentakan kakinya, dari situ keluarlah air zamzam. Air zamzam itu
terletak kurang lebih 5 meter dari Ka’bah, dimanakah posisi Ismail, dekat
Ka’bah atau di Shafa?? Berapa kedalaman pasir akibat hentakan kakinya apa dia
tidak terkubur setengah pinggang atau terperosok??

   

Logika, fakta, atau kekuasaan Tuhan!!!

   

Jumrah, melontar/melempar batu kerikil ke 3 buah
tugu. Ini juga (katanya) berdasar cerita Hajar yang digoda syethan agar
mempengaruhi keputusan Nabi Ibrahim, maka dilemparlah syethan tersebut dengan
batu kerikil.

Kalaulah itu benar berdasarkan riwayat Hajar, coba
kita teliti lebih mendalam :

·        
Syethan adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak
berujud/kasat mata (Tan Benda = Filsafat)

·        
Cara kerjanya adalah dengan melalui aliran darah
manusia, sehingga menimbulkan perasaan was was, prasangka buruk dll.

·        
Kemampuan Syethan hanya membentuk
bayangan/halusinasi dari yang disusupinya, seperti kata Nabi: “Kalaulah kalian
bermimpi melihat aku, itu adalah benar-benar aku karena syethan tidak mampu
merupakan/membentuk bayangan diriku.

Syethan kasat mata, kerjanya melalui aliran darah
–jadi yang dilempar dengan batu itu apa??

   

Logika, fakta, atau kekuasaan Tuhan!!!

   

Bagaimana dengan penyembelihan Ismail yang ditukar
dengan kambing????

   

Ka’bah adalah bangunan yang pertama kali dibangun
oleh manusia sebagai lembaga pembinaan umat sedunia (Ali Imran 96). Ka’bah
dibangun oleh nabi Adam (Abu Bakar Aceh, “Sejarah Ka’bah”), sedangkan nabi
Ibrahim merenovasi (thahhirah) Ka’bah setelah dilanda banjir. Jadi pelaksanaan
haji dengan berbagai rukun-rukunnya sudah dilakukan semenjak nabi Adam.

   

Bagaimana menurut anda??

   

Telingaku tak hajat suara jaman kini

Suaraku adalah suara jaman kan datang
Mursalin SMAN1 '89





      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat -  Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini!

    
     

    
    


 



  






      Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke