agama adalah suatu keyakinan yang harus dilandasi dengan dalil yang shahih. 
adapun terkait dengan kisah-kisah yang telah dijelaskan oleh Allah di dalam 
Al-Qur'an dan oleh Rasul-Nya di dalam al-hadits yang shahih maka itu bukanlah 
dongeng yang sifatnya sesuatu yang mengada-ada. terkait dengan kisah seputar 
idul adha dalilnya adalah shahih dan telah dijelaskan serta disepakati oleh 
para 'ulama yang mu'tabar. adapun apabila ada sebagian orang yang merasa 
akalnya tidak bisa menerima hal tersebut, maka akalnya agar segera diobati 
dengan banyak membaca Al-Qur'an dan Hadits serta kitab-kitab para 'ulama jangan 
buku-buku dongeng karangan para orientalis yang mempelajari Islam tapi untuk 
menghancurkan Islam.

ketahuilah wahai saudaraku... akal diciptakan oleh Allah untuk tunduk kepada 
dalil bukan sebaliknya.

ketahuilah pula bahwa setiap pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintakan 
pertanggungjawabannya di hadapan Allah di hari kiamat.

ketahuilah pula bahwa dunia adalah tempat dimana yang ada hanyalah amal dan 
tidak ada hisab, akan tetapi akhirat adalah tempat hisab dan tidak ada amal.

ketahuilah pula bahwa Allah ciptakan manusia dalam keadaan yang sebaik-baiknya 
karena telah diberi karunia jasad, ruh, akal dan hati. hendaknya kesemuanya itu 
digunakan dalam rangka melakukan ketaatan kepada-Nya, bukan malah sebaliknya. 
karena bila tidak untuk melakukan ketaatan, maka Allah akan mengembalikan kita 
kepada-Nya dalam keadaan yang seburuk-buruknya (QS. At-Tiin : ayat 3 - 4).

Abu 'Ali Joko (Alumni SMUN 1 Tahun 1999)







________________________________
From: Farhan Muhammad <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, February 9, 2010 9:30:12 AM
Subject: Bls: [sma1bks] Dongeng Seputar Iedul Adha

   
bila anda berangkat haji, maka anda akan tahu di mana bukit shafa, di mana 
bukit marwa dan dimana sumur zamzam tempat Ismail as diletakkan oleh ibunya... 
Anda akan melihat bahwa Ismail di letakkan di lembah antara shafa dan marwa tak 
terlalu jauh dari Multazam, hingga ketika Hajar pulang dari shafa, maka dia 
akan kembali menemui Ismail sebelum berangkat ke Marwa, demikianpun ketika 
Hajar pulang dari Marwa, maka dia akan kembali menemui Ismail sebelum ke Shofa, 
pada balik ke 7 sepulang dari marwa, Hajar kembali ke tempat Ismail yang berada 
di lembah antara Shafa dan Marwa yang letaknya tak terlalu jauh dari multazam, 
dari situ hentakan kaki Ismail as yang tengah kehausan ' dengan ijin dan 
kekuasaan Allah ' menyebabkan keluarnya air dengan di saksikan oleh Hajar, maka 
Hajar pun membuat kolam kecil untuk menampung airnya sambil berkata zam zam...

Allah swt melalui RasulNya mengajak, menyeru, memerintahkan dan melarang 
sesuatu sesuai dengan kehendaknya, maka di antara ibadah yang diperintahkan 
atau dilarang itu kebanyakan bersifat "tauqifi" yang meminta penyerahan secara 
totalitas (islam kafah) dalam pengerjaannya sebagai bentuk penghambaan total 
dalam keyakinan (keimanan)nya terhadap Tuhan dan RasulNya. Terkadang perintah 
dan larangannya ternalar dan tak sedikit pula yang tak ternalar, karena memang 
perintah itu datang dari yang tak ternalar... bila saja perintah dan larangan 
yang tak ternalar itu tidak di indahkan, maka apatah lagi keyakinan terhadap 
Zat yang tak ternalar itu bisa dihujamkan ..?

Bila keyakinan seseorang terhadap Zat yang tak ternalar itu sudah terhujam 
dalam dadanya, maka apapun yang di sampaikan oleh Zat itu, maka ia akan tuduk 
patuh dan membenarkan, "sami'na wa ato'na"... sebagaimana Abu Bakr ra, ketika 
menyikapi peristiwa mi'raj Nabi saw, walaupun pada saat itu sama skali tak 
ternalar...

--- Pada Sen, 25/1/10, Mursalin Guci <mursalin.guci@ yahoo.co. id> menulis:


>Dari: Mursalin Guci <mursalin.guci@ yahoo.co. id>
>Judul: [sma1bks] Dongeng Seputar Iedul Adha
>Kepada: sma1...@yahoogroups .com, "sma1 89" <sman1bks_89@ yahoogroups. com>
>Tanggal: Senin, 25 Januari, 2010, 1:20 AM
>
>
>>
>
>
>
>  >
>
> 
>>      
> 
>>
>Sebuah catatan yg tertinggal
>
>Dongeng Seputar Iedul Adha
>Salah satu dari rukun haji ialah Sa’i yaitu
>lari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwa sebanyak 7x. Hal yang demikian
>dilakukan berdasarkan (katanya) riwayat Hajar dengan anaknya Ismail sebagaimana
>yang sudah kita ketahui dan selalu diajarkan oleh guru-guru ngaji.
>Kalaulah itu benar berdasarkan riwayat Hajar, coba
>kita teliti lebih mendalam :
>·        
>Hajar berlari-lari dari Shafa ke Marwa mencari
>air minum untuk anaknya yang sedang kehausan. Kalau itu dilakukan 7x maka
>perhentian terakhir adalah di Marwa, sedangkan anaknya di Shafa (berarti Hajar
>meninggalkan/ menelantarkan anaknya, karena dia tidak balik ke Shafa).
>·        
>Kalau di Marwa tidak ada air, mengapa bolak
>balik ke sana?? Ini menggambarkan usaha keras, kepanikan, atau kebodohan?
>·        
>Jarak Shafa ke Marwa dengan lari-lari kecil
>ditempuh selama 5 menit, kalau 7x berarti 35 menit, berarti Hajar ini adalah
>ibu yang tega meninggalkan anaknya yang sedang kehausan selama 35 menit.
>·        
>Ismail yang menangis kehausan
>menghentak-hentakan kakinya, dari situ keluarlah air zamzam. Air zamzam itu
>terletak kurang lebih 5 meter dari Ka’bah, dimanakah posisi Ismail, dekat
>Ka’bah atau di Shafa?? Berapa kedalaman pasir akibat hentakan kakinya apa dia
>tidak terkubur setengah pinggang atau terperosok??
> 
>Logika, fakta, atau kekuasaan Tuhan!!!
> 
>Jumrah, melontar/melempar batu kerikil ke 3 buah
>tugu. Ini juga (katanya) berdasar cerita Hajar yang digoda syethan agar
>mempengaruhi keputusan Nabi Ibrahim, maka dilemparlah syethan tersebut dengan
>batu kerikil.
>Kalaulah itu benar berdasarkan riwayat Hajar, coba
>kita teliti lebih mendalam :
>·        
>Syethan adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak
>berujud/kasat mata (Tan Benda = Filsafat)
>·        
>Cara kerjanya adalah dengan melalui aliran darah
>manusia, sehingga menimbulkan perasaan was was, prasangka buruk dll.
>·        
>Kemampuan Syethan hanya membentuk
>bayangan/halusinasi dari yang disusupinya, seperti kata Nabi: “Kalaulah kalian
>bermimpi melihat aku, itu adalah benar-benar aku karena syethan tidak mampu
>merupakan/membentuk bayangan diriku.
>Syethan kasat mata, kerjanya melalui aliran darah
>–jadi yang dilempar dengan batu itu apa??
> 
>Logika, fakta, atau kekuasaan Tuhan!!!
> 
>Bagaimana dengan penyembelihan Ismail yang ditukar
>dengan kambing????
> 
>Ka’bah adalah bangunan yang pertama kali dibangun
>oleh manusia sebagai lembaga pembinaan umat sedunia (Ali Imran 96). Ka’bah
>dibangun oleh nabi Adam (Abu Bakar Aceh, “Sejarah Ka’bah”), sedangkan nabi
>Ibrahim merenovasi (thahhirah) Ka’bah setelah dilanda banjir. Jadi pelaksanaan
>haji dengan berbagai rukun-rukunnya sudah dilakukan semenjak nabi Adam.
> 
>Bagaimana menurut anda??
> 
>Telingaku tak hajat suara jaman kini
>Suaraku adalah suara jaman kan datang
>
>
>Mursalin SMAN1 '89
>
>________________________________
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih 
Cepat hari ini! >  

________________________________
 Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya?  
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
 


      

Kirim email ke