---------- Forwarded message ----------
From: Zafar <>
Date: 2012/10/8
Subject:  Belajar Pemberantasan Korupsi dari Hong Kong

Belajar Pemberantasan Korupsi dari Hong Kong


Monday, 08 October 2012
Hong Kong adalah cerita sukses pemberantasan korupsi. Usaha pemberantasan
korupsi di Hong Kong telah menjadi role model berbagai negara di dunia.
Kesuksesan kota itu tentu diraih dengan usaha keras.


Sebelum Independent Commission Against Corruption (ICAC) didirikan pada
1974,Hong Kong mungkin menjadi salah satu kota terkorup di dunia. Di
kawasan itu,korupsi adalah jalan hidup.Bahkan ada adagium yang mengatakan,
korupsi ada dari rahim hingga liang kubur.

Saat itu,asosiasi ”bisnis”dekat antara lembaga penegak hukum dan sindikat
kejahatan terorganisasi. Hampir semua tipe kejahatan
terorganisasi,asusila,judi,dan narkoba terlindungi. Tapi, semua itu
kemudian berubah sejak ICAC didirikan. ICAC dibentuk pada Februari 1974
sebagai lembaga untuk mengatasi korupsi yang sudah merajalela.

Pembentukan badan ini berawal dari kasus seorang jenderal polisi Peter
Fitzroy Gobder atas kepemilikan aset sebesar 4,3 juta dolar Hong
Kong.Gejolak masyarakat pun timbul dan Sir Alastair Blair-Kerr,seorang
hakim senior Puisne,ditunjuk untuk memimpin komisi penyelidikan pelarian
Gobder.Dia menyiapkan dua laporan dan penegasan,jika pemerintah
serius,kantor antikorupsi harus dipisahkan dari kepolisian.

Kemudian ICAC dibentuk, jenderal polisi ditangkap, kekayaannya dirampas,dan
Hong Kong memulai sebuah revolusi senyap. Kehadiran ICAC tak disambut baik
oleh polisi,yang merasa diadili oleh lembaga itu.Tapi,kehadiran ICAC
mengubah norma sosial Hong Kong mengenai korupsi. Lembaga ini
mengorganisasi kampanye pendidikan besar-besaran,menambah kelas-kelas
antikorupsi pada kurikulum sekolah umum,dan membuat program televisi
antikorupsi.

Jalan terjal ditempuh ICAC untuk memberantas korupsi di kota itu.Di Hong
Kong, perseteruan antara ICAC dan polisi terjadi pada tahuntahun awal
pembentukannya. Salah satu yang masih diingat banyak orang,insiden 28
Oktober 1977.Pada saat itu, Gedung ICAC diserbu ribuan polisi dan
keluarganya yang terkena sanksi disiplin badan antikorupsi tersebut dengan
menggelar demonstrasi.

Setelah peristiwa itu,pada 2002,ketegangan antara kedua lembaga ini kembali
meningkat setelah ICAC menangkap seorang perwira senior polisi karena
mendapatkan layanan seks bebas dari PSK sebagai imbalan telah memberi tahu
mereka mengenai penggerebekan. Ketegangan lain juga terjadi pada November
2010 ketika polisi menangkap tiga anggota ICAC atas dugaan mengganggu
jalannya peradilan dengan menyerbu markas lembaga antikorupsi itu.

Kini,Hong Kong dikenal memiliki lembaga antikorupsi yang
kredibel,pemerintahan yang transparan,dan lingkungan bisnis yang efisien
dan kompetitif. Lantas apa rahasia suksesnya? Setidaknya ada lima faktor
yang membuat usaha pemberantasan korupsi di Hong Kong sukses.

Pertama, tekad bulat pemerintah untuk memberantas korupsi. Dukungan
Pemerintah Hong Kong adalah faktor utama dalam kesuksesan memberantas
korupsi.Mereka yakin memberantas korupsi itu penting untuk mempertahankan
kemakmuran dan daya saing Hong Kong sebagai sebuah kota
internasional.Mereka pun tak segan menggelontorkan dana dan sumber daya
manusia yang mumpuni untuk memastikan agar ICAC tetap menjadi lembaga
independen yang efektif dengan fleksibilitas maksimum dalam operasinya. Yang

kedua,perundangundangan yang kuat.Lantaran korupsi adalah salah satu
kejahatan yang paling sulit untuk dideteksi,kekuatan penegakan hukum lewat
perundang-undangan yang kuat akan membantu ICAC mencapai hasil yang
maksimum.

Yang ketiga,dukungan publik.Tanpa dukungan publik,sulit sekali bagi ICAC
untuk memberantas korupsi. Meningkatkan dan mempertahankan kesadaran
pencegahan terhadap korupsi di tengah masyarakat membutuhkan pemahaman dan
program jangka panjang untuk mempromosikan dan meraup dukungan komunitas.
Dalam hal ini,ICAC mengembangkan program berbasis komunitas dengan menarget
misalnya anak muda,pengusaha,juga para profesional serta teknisi.

Yang keempat,sistem check and balance.Faktor ini memastikan operasi lembaga
antikorupsi tersebut bisa dipertanggungjawabkan. ICAC adalah subjek sistem
check and balance yang sehat dan efektif. Misalnya,kewenangan investigasi
tidak punya kekuasaan untuk mengadili.Performa ICAC akan dimonitor empat
komisi penasihat dengan anggota yang ditarik dari seluruh sektor komunitas.

Yang kelima atau terakhir adalah kerja sama internasional. Karena korupsi
cepat dalam mengeksploitasi beragam undang-undang dan sistem birokrasi
dalam beragam yurisdiksi,ICAC menemukan begitu pentingnya untuk membangun
saluran penghubung yang efisien dan efektif dengan mitranya di seluruh
dunia. berbagai sumber ALVIN Jakarta

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/533244/

Kirim email ke