>Mitra KSO: MOU 5 Juni 1998 agar dinegosiasikan kembali
>
>JAKARTA (Bisnis): Mitra KSO Telkom akan meminta pemerintah dan PT Telkom
>melakukan negosiasi kembali kesepakatan yang dituangkan dalam MOU pada 5
>Juni 1998 sebagai konsekwensi dari tidak konsistennya kenaikan tarif
>telepon domestik dari semula 24% menjadi 15%.
>
>"Akibat tidak konsistenya pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan tarif
>telepon telah berakibat runtuhnya kepercayaan investor asing kepada
>Indonesia, termasuk berimplikasi kepada mitra KSO [Kerja sama operasi],"
>ujar D. Siregar, Ketua Apnatel (Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi)
>akhir pekan lalu.
>
>Yang menjadi pegangan investor atau bank, menurut dia, adalah perencanaan
>bisnis jangka pendek, menengah dan panjang dari mitra KSO serta konsistensi
>dalam hal regulasi.
>
>Siregar menambahkan mitra KSO Telkom harus mengubah perencanaan bisnisnya
>kembali akibat tidak konsistennya kebijakan pemerintah [soal tarif].
>
>"Turunnya tarif sebesar 9% sebenarnya tidak berarti. Namun yang menjadi
>persoalan adalah efek terhadap ekonomi nasional sangat besar," tambah dia.
>
>Sebagai gambaran, jelas D. Siregar yang juga komisaris PT Mitra Global
>Telekomunikasi Indonesia/MGTI, ke lima mitra KSO untuk melakukan
>investasinya di Indonesia didukung lebih dari 100 bank baik dalam negeri
>maupun internasional. "Dengan begini bagaimana menjelaskan kepada mereka,"
>ujarnya.
>
>Hal yang sama juga diungkapkan Presdir PT Daya Mitra Mitratel Philips W
>Green. Menurut dia, dengan adannya perubahan tarif telepon domestik dari
>semula 24% menjadi 15% berdampak pada perubahan perencanaan bisnis.
>
>"Kami harus mengkalkulasi kembali perencanaan bisnis. Selain itu kami harus
>berbicara dengan lenders terhadap perubahan itu," katanya seusai peresmian
>sistem CCBS (Customer Care Billing System) dan penyerahan sertifikat ISO
>9002 kepada Kandatel Balikpapan, belam ini.
>
>Gatot S. Kahrmadji, vice president director PT Ariawest International.
>Menurut dia, tidak konsistennya kebijakan pemerintah soal tarif telah
>menyebabkan turunnya kepercayaan kreditor. "Kepercayaan lenders telah
>turun. Kami hanya meminta kembalikan citra." (fh)
>
>�COPYRIGHT 1998 BISNIS INDONESIA
>PT Jurnalindo Aksara Grafika
>
>Mailing List ([EMAIL PROTECTED])
>
>
Bubarkan KSO segera !