Salah satu masalahnya adalah karena status PT Telkom itu sendiri sebagai
BUMN. Dua sisi yang harus diemban Telkom adalah : Profit orientation dan
Committed to the society, yang di era globalisasi ini sudah tidak
mungkin lagi dijalankan secara bersamaan.

Adapun faktor monopoli, itu hanya sekedar faktor ikutan, dalam arti
bahwa monopoli itu ada karena status Telkom sebagai agent of development
(yang harus committed to the society). Jadi, kalau mau monopoli
dibubarkan, maka status Telkom harus diubah jadi pure business, tidak
lagi concern terhadap masyarakat secara khusus seperti sekarang ini.

Sedangkan pihak investor asing melihatnya dari sisi Telkom sebagai salah
satu professional corporate yang profit orientation. Jadi, tidak salah
juga mereka (investor) mempertanyakan sikap pemerintah perihal regulasi
tarif ini.

Tinjauan status Telkom inilah yang mungkin jarang dilihat oleh
masyarakat luas, termasuk YLKI. Dan lagi, saya melihat Telkom sendiri
sudah melakukan kebijaksanaan efisiensi besar-besaran. Terbukti dengan
adanya tim Survivability dari Kantor Perusahaan.

Susah memang hidup di Telkom ini. Tapi.......bukankah di situ letak
"seninya"?

Regards,
Kurniawan Wiraatmadja (Iwan)
PT TELKOM Kancatel Haurgeulis (Kandatel Cirebon)
Jl. Jendral Sudirman No. 16 Haurgeulis Kab. Indramayu 45264
Tel. 0234-72000 / 71111 / 71222,  Fax. 0234-71123
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
************************************************************************
***********
WCO adalah budaya kerja, bukan sulapan sekejap mata........
************************************************************************
***********


> ----------
> From:         Triana W[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Tuesday, March 02, 1999 2:02 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [stttelkom] [Fwd: [TELKOM] Arogansi Mitra KSO >:-(]
> 
> Yah, kalo kitanya boleh omong sih, selayaknya apa yang saat ini sudah
> dilaksanakan (perubahan tarif) itu bisa jadi satu 'paket' untuk
> dipertimbangkan dalam pemberian bantuan asing. Terlepas bahwa itu
> berkaitan
> dengan sebuah perusahaan publik, tapi khan harus disadari kalo
> sebagian
> besar sahamnya masih milik pemerintah. Jadi kenapa tidak? Apalagi kalo
> (ternyata mereka sudah) mempertimbangkan jenis usaha dan cakupan
> layanannya
> yang akan beri dampak berarti ke ekonomi nasional.
> 
> Setidaknya sih, sedikit cerdas untuk 'mengerti' deh...
> 
> ----------
> > From: Noorhayati Candrasuci <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [stttelkom] [Fwd: [TELKOM] Arogansi Mitra KSO >:-(]
> > Date: Wednesday, March 03, 1999 10:14 AM
> > 
> > FYI : pilih mana ... investor apa rakyat ? :)
> 

Kirim email ke