Sdr Heru wijaya & rekan Alumni yg lain,
Ternyata yg ditangkap oleh sdr Heru benar, namun ada yg juga pantas diwaspadai
sbb;
(1) Kita tidak berkeyakinan bahwa DivreII & V benar-benarr untouchable, jadi
bisa juga all divre sama menjadi JVC.
(2) Sekali kita joint dg "orang lain", seperti "orang kawain", untung rugi
tanggunan bersama dan ingat ada mertua serakah.
(3) Mari kita jaga kesehatan agar mampu menempuh badai, apapun yg terjadi, hidup
anda masih lama (Semoga Allah mengizinkan), jadilah anda orang terbaik paling
tidak dikeluarga anda !!!

Heru Wijaya wrote:

> Dear all,
>
>  Mohon koreksinya.  Kalau membaca paparan Pak Bambang, mungkin nantinya
> setiap Divisi Regional berdiri sendiri sebagai Service Provider
> telekomunikasi di daerah masing-masing dan tidak ada keterkaitan dengan
> Divisi Regional lain.  ini sesuai dengan UU Telekomunikasi yang akan segera
> diratifikasi yang membagi Pengelola Jasa Telekomunikasi ke 3 kelompok bisnis
> yaitu:  Service Provider, Network Provider dan Private Network.
>
> Masing-masing Divisi Regional yang berupa perusahaan  JVC (tidak menutup
> kemungkinan Divre II dan Divre V meskipun kepemilikan sahamnya 100% TELKOM)
> akan menjadi Service Provider Telekomunikasi di daerah masing-masing,
> bersaing dengan service provider lokal seperti Ratelindo, BBT dan Provider
> Seluler.  Kemungkinan Service Provider berhak menyelenggarakan network lokal
> (bukan long distance)...sepertinya kondisi ini yang menyebabkan Indosat dan
> Excelkomindo bersemangat membangun Jaringan Back Bone......nantinya
> Pelanggan (End User) yang notabene pelanggan Service Provider dapat memilih
> network mana yang akan digunakan untuk long distance (Indosat, Excelkomindo
> atau Divisi Network TELKOM).........Pelanggan dalam Tel.2.A / Permohonan
> PSB, di Service Point akan mengisi juga Network mana yang akan dipilih untuk
> melakukan panggilan Long distance (SLJJ / SLI)....kemungkinan kedua
> masing-masing network provider mempunyai kode akses tersendiri misalnya 002
> untuk Long Distance Indosat, 003 untuk PT TELKOM (Divisi Network)....dan
> lain-lain tidak menutup nanti multi operator long distance....
>
> Nantinya mungkin TELKOM (Corporate Office) akan berbentuk Holding Company
> yang mempunyai kepemilikan saham 100% di PT TELKOM Regional II dan V, PT
> TELKOM Network, TELKOM Risti, TELKOM Atelir, TELKOM Pelatihan dan TELKOM
> Properti. (Apabila masing-masing Divisi juga berbentuk Perusahaan JVC).
>
> Kepemilikan share saham (bisa lebih besar atau kurang dari 51%) di TELKOM
> Regional I, III, IV, VI dan VII, Telkomsel, Satelindo, PSN, CSM,
> Ratelindo,........dll.
>
> Apabila kepemilikan saham lebih besar dari 51% JVC berupa anak perusahaan PT
> TELKOM (artinya kerugian anak perusahaan juga mejadi beban Holding
> Companynya).
>
> Masalah SDM tergantung dari besar share saham yang dimiliki TELKOM, Semakin
> besar share saham semakin punya wewenang untuk menempatkan karyawannya.
>
> Demikian, hanya analisa saya pribadi berdasarkan referensi yang sudah saya
> baca.
>
> Heru Wijaya
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ----- Original Message -----
> From: Bambang Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 07 April 1999 8:19
> Subject: Re: [stttelkom] Fatwa Tentang KSO / JVA
>
> >Rekan Alumni,
> >Saya tidak berhak memberikan fatwa, yang bisa saya laksanakan hanyalah
> >pandangan saya yg juga bukan merupakan pandangan yng saya sarikan dari
> pendapat
> >rekan-rekan.
> >(1) Jangan confuse antara JVC (joint venture Company) dan JVA(joint Venture
> >Agreement), JVA adalah isi perjanjian JVC.
> >(2) Dalam bentuk JVC, TELKOM mempunyai sharing kurang dari 100%, karena ada
> >pemilik lain yang juga mempunyai sharing, dan pemilik lain inipun juga
> >dimungkinkan berjumlah lebih dari satu dan juga dimungkinkan emmpunyai
> saham
> >lebih besar dari 51%, jadi kuncinya kalau TELKOM ingin berperan ya sharenya
> >haruslah minimal 51%.
> >(3) Dg status JVC, tidak diperlukan lagi ada keseragaman bahwa aturan
> disalah
> >satu JVC tidak harus seragam dg yg lain. Ini tergantung kinerja dan
> Strategi
> >dari masing-masing JVC. Kecuali TELKOM mampu memanfaatkan haknya (kalau
> punya ?
> >dan mau/mampu), untuk memikirkan kejayaan TELKOM.
> >(4) Kenapa TELKOM bisa sampai pd solusi JVC?, karena mitra KSO "sudah "
> >terlanjur invest (=hutang) dalam jumlah besar, dimana apabila
> TELKOM/Pemerintah
> >tdk mampu "menggantinya", maka jadilah JVC, kecuali hutang tsb pindah ke
> TELKOM
> >dan TELKOM mampu membayarnya.
> >(5) Apabila JVC jadi terwujud, maka yg ada adalah suatu perusahaan Regional
> yg
> >baru, yang ingin menunjukkan prestasinya dengan mellui program efisiensi,
> dan
> >yang paling mudah melalui cuting cost dg cara "PHK". PHK  meliputi karywan
> yg
> >tdk match dg requirements JVC, dan hanya JVC-lah yang tahu kriterianya;
> >(6) Saran, tingkatkan profesionalisme rekan-rekan sekalian dan jaga
> persatuan &
> >kesatuan. Sebagai alumni sebaiknya tidak terlalu takut pd keadaan yg akan
> tiba,
> >bukankah kejadian yg terrjadi beruntun ditanah air kita semestinya bisa
> menjadi
> >bekal terahir sebelum th 2000 ?.
> >(7) Salam Alumni (belum dikarang bunyinya apa ya ???)
> >
> >James wrote:
> >
> >> Mumpung ada Pak Bambang Hidayat di sini, gimana kalo Pak Bambang memberi
> >> fatwa tentang masa depan KSO dan perubahan status ke JVA beserta segala
> >> konsekuensinya.
> >> Soalnya pasti BDG sudah membahasnya dengan detail, bukan begitu pak
> Bambang
> >> ?
> >
> >
> >
> >--
> >==================================================
> >Dr Bambang Hidayat
> >Senior Advisor, International Business Development
> >PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk
> >Office: Jl japati No 1 Bandung  40133 Indonesia
> >E-Mail :[EMAIL PROTECTED]
> >Phone  :+62-22-452-6240
> >Fax  : +62-22-452-6227
> >===================================================
> >
> >



--
==================================================
Dr Bambang Hidayat
Senior Advisor, International Business Development
PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk
Office: Jl japati No 1 Bandung  40133 Indonesia
E-Mail :[EMAIL PROTECTED]
Phone  :+62-22-452-6240
Fax  : +62-22-452-6227
===================================================

Kirim email ke