Daftar berita terlampir: * Perspektif Budaya Pencemaran Sungai * Susahnya Orang Jakarta Menghargai Kali Ciliwung Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Perspektif Budaya Pencemaran Sungai http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2007 PENCEMARAN sungai akibat limbah tetes tebu yang menggegerkan Surabaya dan sekitarnya belum lama ini ternyata "tidak terlalu dipermasalahkan" masyarakat. Buktinya, hingga tulisan ini dibuat, belum terdengar ada gugatan class action atas inisiatif warga sendiri, bahkan surat-surat pembaca di media tak ditemukan protes keras untuk menuntut penyelesaiannya. Mengapa persoalan yang sedemikian serius itu justru dianggap sepi? Barangkali, inilah salah satu bentuk sikap budaya masyarakat yang sudah terbiasa dirugikan kepentingannya, sehingga ketika mereka tenggelam sebatas leher pun tetap tak protes karena air memang belum masuk ke lubang hidung. Sikap budaya suatu masyarakat akan terbentuk manakala suatu hal terjadi secara terus-menerus, menjadi kebiasaan, dan tidak menimbulkan gejolak berarti untuk menjadi perubahan. Demikian pula soal pencemaran sungai, terjadi berulang-ulang, tak pernah ada penyelesaian, sehingga masyarakat menjadi abai untuk memikirkannya. Apalagi, kasus-kasus lingkungan pada umumnya memang baru terasa urgen justru ketika akibatnya sudah menjadi terlambat untuk mengatasinya. Sering kali orang tidak menganggap penting persoalan selama akibat yang dirasakannya bukan terjadi saat itu juga. (Kompas, 2001-09-12) Susahnya Orang Jakarta Menghargai Kali Ciliwung http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2026 Tak dipungkiri lagi bahwa manusia selalu berkelompok, mendirikan pemukimannya dan menetap di tepi sungai, karena sungai memberikan berbagai fasilitas bagi keperluan manusia. Apakah itu sebagai sarana transportasi, sumber pangan dan keperluan hidup lain. Pertanyaan sekarang: sejauh mana manusia yang bermukim di sekitar sungai berterima kasih dan menghargai �jasa� sungai di sekitar tempat bermukimnya? Di berbagai pelosok dunia banyak kota yang memberi contoh bagaimana menghargai sungai apa adanya. Bahkan, bisa dikatakan lebih dari itu. Dan, mereka pun mendapat imbalan yang berharga dari sungai yang mengalir di tepi atau tengah kotanya. (Sinar Harapan, 2001-09-12) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
