Daftar berita terlampir:
* Pendangkalan Danau Kerinci Semakin Nyata 
* Tujuh Waduk Mengering
* 45 Tahun Minum Air-Minyak 
* Warga Sinar Rambang Minum Air Campur Minyak 
* Bendung dan Kelestarian Ikan Sungai 
* Aliran Waduk Cacaban Ditutup 
* Enam Sungai Dikeruk dengan Dana Rp 37,9 Miliar 
* Kekeringan Meluas di Gunungkidul, Puluhan Sungai Dangkal
* Tumpahan Kilang Pertamina Cemari Sungai Komering 


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Pendangkalan Danau Kerinci Semakin Nyata 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6664
ANCAMAN pendangkalan Danau Kerinci, di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, sekitar 420 
kilometer sebelah barat Kota Jambi, semakin serius dan nyata. Dalam lima tahun ini, di 
danau seluas 4.200 hektar yang berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut 
itu terjadi sedimentasi tanah, pasir, dan lumpur dengan ketebalan sekitar satu meter.
(Kompas Online, 2003-07-28)



Tujuh Waduk Mengering
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6659
Tujuh waduk di Wonogiri dilaporkan hampir mengering. Bersamaan dengan terus 
berkurangnya debit air di tujuh waduk tersebut, sedikitnya 3.335 hektare sawah 
terancam kekurangan suplai air. 
(Jawa Pos, 2003-07-26)



45 Tahun Minum Air-Minyak 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6675
BAU minyak tercium begitu menyusuri sungai yang melintas di Desa Sinar Rambang, 
Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Langkah kaki terasa 
semakin berat karena lumpur bercampur minyak berwarna hitam melekat pada alas kaki.
(Kompas Online, 2003-07-26)



Warga Sinar Rambang Minum Air Campur Minyak 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6644
Lebih dari 40 tahun, ratusan warga di Desa Sinar Rambang, Kecamatan Rambang Kapak 
Tengah, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, minum air bercampur minyak akibat sungai 
sumber air penduduk tercemar.
(Kompas Online, 2003-07-25)



Bendung dan Kelestarian Ikan Sungai 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6623
RIBUAN jenis ikan air tawar di Indonesia dewasa ini ditenggarai punah. Masyarakat 20 
tahun yang lalu masih melihat banyak sekali populasi ikan air tawar di sungai-sungai 
sekitar mereka. Saat ini, ikan-ikan itu hampir tidak ada lagi.
(Kompas Online, 2003-07-23)



Aliran Waduk Cacaban Ditutup 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6627
Mulai akhir bulan Juni ini, hingga batas waktu yang belum ditentukan, aliran Waduk 
Cacaban Kabupaten Tegal ditutup untuk lahan pertanian. Debit air yang tersedia, 
menurut Kasubdin Pengairan PU Harwiyanto dialirkan untuk memenuhi kebutuhan air di PG 
Pangka, guna memenuhi kebutuhan penggilingan tebu. 
(Suara Merdeka, 2003-07-23)



Enam Sungai Dikeruk dengan Dana Rp 37,9 Miliar 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6632
Sebanyak enam sungai diujicobakan bagi pengerukan dan cleaning service dengan dana 
sekitar Rp 37,9 M. Pelaksana proyek pengerukan juga bertanggung jawab mengangkut 
sampah di kali tersebut.
(Republika, 2003-07-23)



Kekeringan Meluas di Gunungkidul, Puluhan Sungai Dangkal
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6611
Kekeringan meluas di wilayah tengah dan utara Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 
(DIY). Sedangkan di Cirebon, Jawa Barat (Jabar) puluhan sungai mengalami pendangkalan.
(Media Indonesia, 2003-07-22)



Tumpahan Kilang Pertamina Cemari Sungai Komering 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6613
Alur Sungai Komering yang berada di sebelah timur kilang Pertamina Unit Pengolahan III 
Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, tercemari minyak. Tumpahan minyak yang terjadi 
karena kondisi darurat pada kilang itu meresahkan warga yang bermukim di tepi sungai.
(Kompas Online, 2003-07-22)



_______________________________________________
Sungai mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai

Kirim email ke