Citibank Tidak Pantau Transaksi Kompas, Rabu, 18 Februari 2009
Saya pemegang kartu kredit Citibank tanpa catatan buruk selama hampir sembilan tahun, tetapi belakangan saya merasa dikecewakan oleh sistem dan pelayanan Citibank. Kartu tambahan atas nama ibu saya tanpa disadari dibelanjakan oleh oknum hingga hampir Rp 17 juta. Ternyata sangat membahayakan dan merugikan memiliki kartu kredit Citibank yang notabene sebagai bank asing dengan jumlah nasabah terbesar di Indonesia, tetapi tidak mempunyai sistem perlindungan dan tidak peduli terhadap nasabahnya. Sistem-sistem yang berbahaya, tidak ada pemblokiran otomatis bagi pemakaian belanja sampai lebih dari 35 persen dari limit kartu. Hari pertama oknum membelanjakan sampai Rp 10,4 juta. Pihak Citibank tidak memonitor dan mengonfirmasi ke pemilik kartu terhadap pola transaksi yang tidak wajar. Seharusnya Citibank mewaspadai atau tak mengizinkan transaksi- transaksi yang berpola mencurigakan/pencurian, yaitu kartu dibelanjakan berkali-kali pada waktu dan hari yang sama di satu merchant yang sama dan langsung menghabiskan limit yang ada, padahal contoh tanda tangan jelas berbeda. Citibank seyogianya mengharuskan nasabah mematuhi dengan tidak memakai kartu kredit melebihi limit, tetapi Citibank malah tidak mematuhi batas limit yang ditetapkan Citibank sendiri. Lebih dari tiga bulan saya menghadapi proses yang berbelit dan tidak profesional dari tim customer care center (Saudara Adham dan Saudari Amalia Hutomo). Bahkan, pejabat Citibank yang biasa menjawab keluhan nasabah di media massa, pada waktu saya datang untuk mendapatkan keadilan, ternyata juga tidak beritikad baik dan tetap memosisikan saya sebagai nasabah yang harus bertanggung jawab akibat sistem Citibank yang tidak memonitor pola transaksi. Melihat pengalaman kasus ini, bisa dibayangkan para pemilik kartu kredit Citibank akan selalu merasa waswas dan akan beralih ke kartu kredit lain yang bersistem lebih aman. Tujuan nasabah mempunyai kartu kredit adalah untuk mendapatkan keamanan yang lebih daripada membawa uang tunai, tidak akan didapatkan dari Citibank. SYAHNETH PURBASARI Mandala Barat III, Grogol Petamburan, Jakarta Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/17/23571360/redaksi.yth
