Hak Pilih Kami Dikebiri KPU
Sinar Harapan, Kamis, 16 April 2009

Redaksi Yth,

Rumor yang menyatakan bahwa kinerja KPU kali ini benar-benar amburadul rupanya 
adalah fakta dan kenyataan. Bagaimana mungkin bisa terjadi keluarga kami yang 
beralamat tetap, di Pemilu 2004 dan Pilkada 2008 memperoleh hak pilih untuk 
tiga orang, yakni bapak, ibu dan anak dewasa, tetapi pada Pemilu 2009 kali ini 
kami tidak memperoleh surat panggilan C-4. Padahal, semua data KK, fotokopi 
KTP, sudah kami serahkan ke Ketua RT, Juli 2008. Setelah ditanyakan ke Ketua 
RT, tiga hari menjelang hari pencentangan, beliau lepas tangan dan mengatakan 
silakan mengurus ke KPPS di kelurahan, karena nama kami bertiga tidak terdaftar 
di DPT RT. 

Setelah kami periksa satu per satu di kelurahan, ternyata hanya ada satu nama 
atas nama bapak. Sedangkan nama dua calon pemilih yaitu ibu dan anak kami 
lenyap entah ke mana. Nama sang bapak pun ternyata berada di TPS agak berjauhan 
bukan di lokasi RT kami berada.

Kami jadi tidak mengerti, sekretaris KPPS maupun bapak lurah sendiri mengatakan 
bahwa kasus ini tidak bisa diapa-apakan lagi, melainkan hendaklah 
rela/ikhlas/ridho/legowo saja dan nanti diperbaiki di pemilu pilpres, karena 
kasus seperti itu banyak. Ternyata setelah kami telusuri di TPS-TPS sekeliling 
kami, rata-rata 3-4 kasus pengebirian/penghilangan nama-nama pemilih di DPT.

Bagi kami, persoalannya bukan sesepele itu, melainkan cara kerja/kinerja KPU 
yang sama sekali tidak profesional. Tidak sesuai dengan moto pemilu yang 
bersih, jujur, transparan, adil dan profesional. Data DPT sementara maupun 
tetap tidak pernah diumumkan atau ditempelken di papan pengumuman RT/RW ataupun 
kelurahan, melainkan diletakkan saja di meja atau laci KPPS, dengan alasan 
tidak ada ruangan untuk menempelkan di kelurahan kami. 

Sampailah kami pada kesimpulan bahwa KPU kali ini memberi kesan tidaklah 
profesional karena memang bukan the right man on the right place. Konon sang 
ketua berlatar belakang disiplin ilmu keagamaan, bukannya sospol ilmu 
pemerintahan, administrasi negara, politik atau ahli statistik, demografi, 
hukum, dan sebagainya. Rasanya negeri ini dengan UI, UGM, UNPAD, Airlangga, 
UNHAS, USU, Uncip dan sebagainya tidak kekurangan pakar untuk menangani pemilu 
sesuai dengan disiplin ilmu yang benar-benar dikuasainya. Paling tidak itu akan 
mengurangi tata kerja KPU kali ini yang memberi kesan SDM-nya kurang berbobot, 
jelek kinerjanya dan tidak tegas lagi. Itu untuk mengantisipasi pemilu pilpres 
putaran 1 dan 2 nanti supaya tidak menjadi rusuh, kisruh dan runyam. 

KPU sekarang ini rasanya perlu segera direformasi, bukankah begitu? 

HJ Juwono
RT 014/006, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur



Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://sinarharapan.co.id/berita/0904/16/opi02.html




      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke