alaykumussalam warohmatuLlohi wabarokaatuhu
Perubahan terjadi pada hampir setiap perumpamaan. Perubahan tersebut hanya beberapa saja yang disadari terjadi dengan cepat. Beberapa perubahan memang terjadi tiba-tiba tapi banyak yang terjadi secara bertahap. Perubahan yang tiba-tiba menarik perhatian karena berlangsung secara dramatis, sedangkan lebih banyak perubahan yang terjadi secara bertahap tapi kita abaikan sampai semuanya [sekan-akan sudah] terlambat. Kita semua mestinya pernah mendengar cerita tentang 'Katak di Air Mendidih'. Bila temperature air tiba-tiba dinaikkan sang katak akan menyadarinya dan melompat keluar dari air mendidih tersebut. Namun kalau temperature dinaikkan dengan sangat lambat, satu derajat tiap satu waktu, sang katak tidak akan menyadarinya sampai air mendidih dan mematikannya karena tidak berdaya. Banyak yang menginginkan kebaikan tetapi jalan yang ditempuh justru menuju keburukan karena syetan dari golongan jin dan manusia beserta pengikutnya tidak akan pernah tinggal diam untuk membiarkan anak cucu Adam 'alahissalam meniti jalan yang lurus. Untuk itu kita harus membangun Sistem Pengindera Dini terhadap pengalihan arah tujuan yang dapat memberikan peringatan dini terhadap perubahan dan menarik perhatian kita atas perubahan arah tersebut. Dalam hal perubahan, yang sempat untuk memasang kudakuda untuk menjawab perubahan adalah yang mendapat peringatan dini. Amar ma'ruf dan nahi munkar sebagai Sistem Pengindera Dini terhadap 'evolusi' dalam ajaran mulia ini agar tetap menjadi jalan yang lurus dan tidak mencerai beraikan orang yang ingin menitinya. Tentu butuh kesabaran dan keteguhan untuk mencapai tujuan. Agama ini adalah nasehat. Nasehat bisa juga berbentuk kritik. Kalau setiap kritik dimaknai sebagai sikap permusuhan maka yang menolak nasehat akan termasuk orang-orang yang merugi. Pendapat yang menolak kritik tidak lebih hanya sebagai luapan perasaan. Perlu hati yang ikhlas untuk mendapat hikmah dari suatu nasehat. ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Bango Samparan Sent: Saturday, May 26, 2007 8:49 AM To: suhana032003; [email protected] Subject: Re: [syiar-islam] Re: Kritik = Merpati Pos Assalaamu'alaikum wr. wb. Pernah satu saat, ketika Dale Carnigie sudah top, sekretarisnya yang masih baru melakukan kesalahan. Carnigie marah bukan main, ingin rasanya ia habis-habisan memarahi dan menunjukkan kesalahan si sekretaris. Tapi akhirnya semua keinginan itu dibatalkan oleh Carnigie, ia ingat bahwa dulu ketika ia memulai ia juga banyak melakukan kesalahan. Si sekretaris akhirnya malah dipuji oleh Carnigie, "Aku menyukai pekerjaan kamu, dan aku berharap kamu bisa menjadi lebih baik lagi." Ya begitulah, kita yang mengaku aktivis Islam seringkali lupa, bahwa kita dulu juga berproses dengan banyak kesalahan, sehingga kita bisa sampai pada kondisi yang saat ini. Karena lupa, akhirnya kerja kita adalah menghakimi orang lain - baik yang terdahulu atau sekarang - yang tidak seperti kita. Padahal, apa sih yang telah kita sumbangkan untuk izzul islam wal muslimin, lebih baikkah dibanding oleh orang lain yang sedang kita hakimi? Kalau lebih baik, syukur; tetapi jangan-jangan penghakiman kita akan membangkrutkan amal baik kita di timbangan Allah nantinya. Kalau tidak, betapa malunya kita nanti di hadapan Allah, bahwa orang yang kita hakimi ternyata kedudukannya lebih mulia dari kita. Jujur saja, anda suka dikritik? Kalau saya tidak! Terus terang, saya bukan orang yang cukup optimis untuk menyatakan telah memiliki kebesaran jiwa untuk menerima kritik:-) Wassalaamu'alaikum wr. wb. B. Samparan [Non-text portions of this message have been removed]

