perpecahan pada ummat Islam memang sudah menjadi sunnatuLlah yang
dikabarkan RosuluLlah sholaLlahu 'alayhi wassalam.. Peringatan tersebut
mestinya bukan dijadikan dalil untuk berpecah belah tetapi untuk
menghindari jangan sampai menjadi sumber perpecahan.. Tetap teguh
dijalan yang RosuluLlah sholaLlahu 'alayhi wassalam tempuh..

kita memang hidup di zaman yang sulit, penuh kerusakan dan fitnah, yang
orang-orangnya hidup dengan penuh paradox kecuali insan-insan yang Alloh
beri rahmat perlindungan dari fitnah dan paradox..

pintu tuduhan dengan kedustaan dan lontaran syubhat bukan hal yang baru
bagi yang konsisten dengan al Haq..Alloh subhanahu wata'ala juga
mendapat tuduhan dari orang yang kurang berakal sampai membantah tuduhan
memiliki anak ataupun diperanakkan dan membantahnya dengan menurunkan QS
Al ikhlas[112]:1-4

RosuluLlah sholaLlahu 'alayhi wassalam juga dituduh sebagai penyair dan
yang membantah tuduhan itu Alloh subhanahu wata'ala dengan menurunkan QS
Al Haqqoh[69]:41: "dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan seorang
penyair.."

lihat kaum Nabi Nuh 'alayhis sallam yang menuduh Nabi mereka tukang
jidal walaupun telah tinggal dan hidup bersama mereka dalam waktu yang
lama dan mengetahui Nabi Nuh menyampaikan al Haq. Mereka menuduh tatkala
sudah tak mampu lagi mengungkapkan hujjah, dalil dan bukti kepada Nabi
Nuh 'alayhis sallam. Alloh berfirman dalam QS Hud[11]:32

Mereka berkata "Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami,
dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah
kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk
orang-orang yang benar."

Mereka semakin membangkang, mengejek, mencemooh dan mendustakan.
Akhirnya merekapun semakin gencar melontarkan syubhat


--- In [email protected]
<mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> , "ie_ib" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> assalamu`alikum
> 
> betul, memang begitu adanya,.............
> 
> 1. Orang2 yang mengatakan dirinya paling salaf itu, hanya akan
> merekomendasikan pendapat2 ulama yang mereka mau itupun tidak semua
> pendapatnya (bukan bermaksud meremehkan ulama tsb) dan harus sesuai
dengan
> yang diucapkan gurunya .........ini apa bedanya dengan LDII (yang
difatwa
> sesat oleh MUI) dengan konsep manqul-nya ???
> 
> 2. Saya juga sepakat bahwa buku2 karya sayyid qutb, Hasan Al banna dan
> Maududi, juga Abdullah Azzam adalah buku2 yang bagus bagi aktifis
harakah,
> tetapi tidak bagus bagi pemerintahan yang mempertahankan sekulerisme
dan
> demokrasi, anehnya orang2 yang mengalku paling salafi itu
"mengharamkan"
> buku2 tersebut.........ini kelihatan dan menandakan bahwa "yang
ngaku paling
> salafi" itu hanyalah kedok dan corong pemerinta sekuleris dan
demokrat (gak
> ada bedanya dengan snouck horgrounye dan natek2nya...............


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke