Assalaamu'alaikum wr. wb.

--- suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>  disertai argumentasi yg kuat dan bukan mengada2. kalau aku melihat
> hanya mengada2, biasanya aku lakukan dengan 2 cara yaitu meladeni
> kritikan orang dengan argumenku dengan niat untuk mencari kesimpulan
> dan ilmu or sekedar iseng bercanda, or membiarkan aja, kalau aku rasa
> nda akan nyambung bicaranya bila diteruskan dan hanya akan buang2
> waktu aja..:)

Hmm ... kalau aku mah merasa masih beginner di bidang apa saja, jadi ya
lebih suka menghindari kritik-mengkritik. Lawong masih muqolid dan
belum bisa merujuk ke sumber aslinya kok mau main kritik-mengkritik:-)
Setahu aku sih adab untuk muqolid tuh ya seperti itu. Kadang kan aku
ngeri, jangan-jangan ketika aku bergemuruh menyampaikan sesuatu atas
nama al Qur'an, al Hadist, salaf, ulama, eh sebetulnya hakekatnya tidak
seperti yang aku sampaikan:-) Kan bisa berabe.

Well, kritik tuh barang berbahaya lho. Artinya, kalau menyampaikan, ya
mesti harus hati-hati, lihat sikonlah. Kalau tidak, kritik tuh sering
jadi burung merpati pos, kembalinya ke kita juga:-) Yang dikritik yang
tetep aja tidak berubah, merasa DIRINYA PALING BENER.

Aku jadi ingat dulu ada tokoh-tokoh yang dulu selalu gemuruh
meneriakkan orang lain sebagai khawarij, hizbiyah, tidak nyalaf,
pemecah belah umat, dll. Eh sekarang tokoh-tokoh ini, malah saling
tuduh-tuduhan hal yang semacam itu. Anehnya, kini mereka juga saling
berselisih jalan.

Nah, dalam kritik-mengritik, moga-moga hal yang semacam itu jadi cermin
untuk kita.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan






      
____________________________________________________________________________________
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit the 
Yahoo! Auto Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/ 

Kirim email ke