wa'alaikum salam wr wb --- ie_ib <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ohhhhhhhhh ternyata kang Nizamai anak P` Jendral > ya.....by the way,
Bukan. Seperti tulisan saya, anak pensinan pegawai negeri. Namun pangkatnya kalau dibandingkan dgn militer ya "Mayjen" > artikel2 yang akang buat semakin menambah daftar > pertanyaan di benak > saya, sampai hari ini saja sudah ada 2 pertanyaan, 1 > pertanyaan belum di > jawab dan satu lagi pertanyaan baru, dan saya > membutuhkan pencerahan > dari akang : > > 1. Pertanyaan pertama : > "Imam sholat ketika kentut, dia batal dan harus > diganti meski saat itu > dia sholat. Begitu juga pemimpin yang tidak memakai > Al Qur'an sebagai > pedoman." Ini maksudnya apa ya ??????????? Kalau kita kaji, banyak ayat Al Qur'an yang menyuruh kita taat pada Allah dan Rasulnya (tanpa embel2 pemimpin) 47. Muhammad 33. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. 3. Ali 'Imran 32. Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." 3. Ali 'Imran 132. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. 33. Al Ahzab 33. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Hanya satu ayat yang memakai kata Ulil Amri (pemimpin), namun hanya pada kata Allah dan Rasul yang diberi kata Athiiuu (Taatilah) sementara di depan kata Ulil Amri tidak. Artinya ketaatan pada Allah dan Rasul mutlak. Pemimpin hanya memimpin kita untuk menjalankan perintah Allah dan Rasul: 4. An Nisaa' 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Shalat menggambarkan itu. Rukun2 sholat itu seperti Hukum2 Allah. Kita wajib mengerjakannya. Jika ada 1 rukun yang tidak dikerjakan atau salah, sholat kita tidak sah. Nah Imam (pemimpin) harus orang yang paling mengerti rukun2 sholat (Hukum2 Allah). Jika Imam keliru, makmum harus mengkoreksi. Sebagai contoh ketika Umar ra diangkat jadi khalifah dan meminta jika salah mohon dia dikoreksi, maka ada sahabat yang lantang berkata, Jika kamu salah maka pedangku yang akan membetulkannya Jika Imam sampai kentut (ini fatal sekali kesalahannya), otomatis dia harus turun. Nah itu menandakan bahwa dalam Islam, pemimpin tidak bisa semena-mena atau zhalim tidak melaksanakan perintah Allah. Pemberontakan Aisyah beserta sahabat lainnya maupun pemberontakan Muawiyah ra dan sahabat kepada Khalifah Ali ra menandakan bahwa pemimpin itu bisa dikoreksi. Jika khalifah Ali ra yang notabene lebih adil dan lebih jujur dari pemimpin sekarang saja bisa digugat atau dicoba untuk digulingkan, apalagi pemimpin yang benar-benar zhalim. Tentu saja pemimpin selama dia taat menjalankan perintah Allah, kita harus taat mengikutinya. > 2. Pertanyaan ke dua: > "Seandainya uang itu haram, maka mencalonkan dan > memilih orang tersebut juga haram. Tadi pagi ada > ceramah yang bilang bahwa orang yang membantu orang > lain melakukan kejahatan, maka dia juga berdosa. > Kemudian ada hadits yang menyatakan bahwa dalam > kejahatan riba, bukan hanya pelaku riba saja yang > berdosa, tapi juga penulis dan saksinya. Kenapa? > Karena jika calon tersebut adalah koruptor, maka > ketika mendapat kekuasaan lebih dia akan korupsi > lebih > hebat lagi. > > Maka berdosalah orang yang mencalonkan dan > memilihnya > jika dia tahu ada yang aneh dengan kekayaan calon > yang > dia dukung, tapi dia tidak berusaha mencari tahu > apakah harta calonnya itu halal/haram. Menjauhi > syubhat itu lebih utama. > > > Dari kutipan di atas bagaimana kita sebagai ummat > Islam, menyikapi > Pilgub DKI dan PEMILU yang selama ini terjadi, sebab > kenyataan > dilapangan paling tidak ada 2 sikap ummat Islam yang > bisa saya kemukakan > : > a. Kelompok yang mencalonkan dan memilih, walaupun > yang > dicalonkan/dipilih tsb korup (berarti haram > berdasarkan artikel tsb) > b. Kelompok yang tidak memilih dan mencalonkan > tetapi menganjurkan > untuk tha`at kepada pemimpin yang terpilih (ini > mengherankan, bagaimana > mungkin kita akan tha`at pada pemimpin yang > diperoleh dari proses yang > haram (lihat point a.)......berarti ini haram juga) Ya harusnya ummat Islam mencalonkan orang yang cerdas, jujur, amanah, dan komunikatif. Jika tidak ada, lebih baik kita diam. Sebab jika kita melihat keanehan/yakin dia korup, maka jika terpilih dia melakukan korupsi sebagaimana di masa lalu, sebagai pemilih kita termasuk orang yang membantunya. Bukankah Nabi berkata, Seandainya Fatimah (anak Nabi) mencuri, maka aku sendiri yang akan memotongnya? Nah koruptor harusnya dihukum potong tangan. Bukan dicalonkan/dipilih jadi pemimpin. Itulah hukum Allah. Wassalam > Trus kita sebagai umat Islam gimana dong ??????????? > mohon pencerahannya > !!!!!!!!!! > > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of A Nizami > Sent: Tuesday, June 26, 2007 8:52 AM > To: [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED]; lisi; > sabili > Subject: [Sabili] Dosakah Mencalonkan Pemimpin yang > Korup? > > Assalamu'alaikum wr wb, > > Saya heran juga melihat kekayaan para calon gubernur > DKI saat ini. Fauzi (pegawai negeri) kekayaannya Rp > 40 > milyar sementara Adang yang polisi Rp 28 Milyar. > > Dari mana mereka bisa sekaya itu? > > Kalau dari gaji, seandainya mereka kerja dari umur > 20 > tahun selama 40 tahun dengan gaji Rp 30 juta per > bulan, maka paling banter mereka hanya dapat Rp 14,4 > milyar saja. Ayah saya sendiri yang pensiunan > pegawai > negeri dengan pangkat equivalen dengan Mayor Jendral > hartanya tak lebih dari Rp 500 juta. Padahal kami > hidup sederhana dan tidak sekolah di sekolahan yang > elit (cuma sekolah negeri). Jadi terus terang saya > sekali lagi heran dengan prestasi mereka menumpuk > kekayaan? > > Kiranya bukan hanya KPUD saja yang memeriksa total > kekayaan. Tapi harusnya KPK juga meneliti dari mana > kekayaan tersebut di dapat. Apakah dapat warisan, > usaha sampingan, atau dari jalan yang haram? Apalagi > setahu saya para pejabat tidak dibolehkan untuk > berbisnis. > > Allah saja ketika menghisab manusia tidak hanya > menghitung total kekayaan. Tapi darimana kekayaan > itu > didapat dan kemana kekayaan tersebut digunakan. > Apakah > kekayaan itu didapat dengan jalan halal dan > dihabiskan > untuk sedekah. Atau didapat dengan jalan haram dan > digunakan untuk menumpuk kekayaan dan foya-foya? > Orang > yang menumpuk harta kekayaannya dengan korupsi dan > untuk foya-foya tidak akan punya kepedulian pada > rakyat. > > Seandainya uang itu haram, maka mencalonkan dan > memilih orang tersebut juga haram. Tadi pagi ada > ceramah yang bilang bahwa orang yang membantu orang > lain melakukan kejahatan, maka dia juga berdosa. > Kemudian ada hadits yang menyatakan bahwa dalam > kejahatan riba, bukan hanya pelaku riba saja yang > berdosa, tapi juga penulis dan saksinya. Kenapa? > Karena jika calon tersebut adalah koruptor, maka > ketika mendapat kekuasaan lebih dia akan korupsi > lebih > hebat lagi. > > Maka berdosalah orang yang mencalonkan dan > memilihnya > jika dia tahu ada yang aneh dengan kekayaan calon > yang > dia dukung, tapi dia tidak berusaha mencari tahu > apakah harta calonnya itu halal/haram. Menjauhi > syubhat itu lebih utama. > > Lebih baik memililh pemimpin yang cerdas, amanah, > jujur, bersih, dan sederhana ketimbang memilih calon > yang kaya tapi korup. > > Pada akhirnya niat dakwah yang ada pada aktivis > parpol > Islam hendaknya tidak luntur. Jangan sampai semboyan > bersih dan dakwah akhirnya berganti jadi "Berani > Kotor > itu Bagus" seperti kata seorang seniman. > > Kita berharap ada kejelasan informasi kekayaan > calon-calon pemimpin kita. Mudah-mudahan didapat > dari > jalan yang halal. > > Wassalamu'alaikum > > === > Kekayaan Fauzi Rp 40 M, Adang Rp 28 Miliar - KOMPAS > CYBER MEDIA > Daftar kekayaan ini juga akan diumumkan di depan > perwakilan parpol pengusung para calon. Adang-Dani > diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan > Fauzi > ... > www.kompas.com/ver1/Pilkada/0706/15/030346.htm > > > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________________________________________________________ Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

