Dh, Beberapa pendapat terkait dengan asal-usul tasawuf ini, ada yang menganggap berasal dari Islam dan ada yang menganggap bukan dari Islam. Lihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Tasawuf#Sejarah_Paham meski ini bukan sumber utama, menurut saya bisa untuk perbandingan. Bagi Hamka, ketika menuliskan buku pertamanya, cenderung berpendapat berasal dari ajaran Islam, namun dalam bukunya yang kedua, beliau benar-benar menginginkan Pemurnian Tasawuf untuk mencukupkan diri dalam Tauhid. Sedangkan sebutan sahabat dan tabi'in menurut pemahaman saya lebih ditujukan untuk membedakan masa kehidupannya. Sahabat itu hidupnya sejaman dengan Nabi Muhammad saw. Sehingga sahabat itu ada yang usianya masih kecil/remaja/dewasa ketika Nabi Muhammad hidup atau bahkan sudah tua. Sedangkan tabi'in itu masa dimana merekea ketemu para sahabat, tetapi tidak ketemu masa dimana Nabi Muhammad masih hidup. Oleh sebab itu tentunya tidak akan ada tabi'in yang meriwayatkan prilaku Nabi Muhammad saw, tetapi tabi'in hanya dapat meriwayatkan suatu sahabat yang berjumpa dengan Nabi dan sahabat itulah yang dapat menuturkan bagaimana prilaku Nabi dlm menghadapi sualu masalah. Jadi bukan karena derajat kedekatan dengan tuhan atau ketaatan kepada Allah swt. Demikian, mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan.
_____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nashir Ahmad M. Sent: Tuesday, August 07, 2007 08:08 To: [email protected] Subject: [syiar-islam] RE: Bisakah Mengganti Tasawuf dengan Ihsan? . <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=9814239/grpspId=1705076179/msgId =16176/stime=1186460578/nc1=3848518/nc2=3848581/nc3=3848568> Salam, Sebagian besar ulama berpendapat bahwa istilah tasawuf atau sufi mulai muncul dan tersebar pada abad ke-2 Hijriyah dan paruh kedua abad tersebut. Ini tidak berarti bahwa pada abad tersebut belum ada semangat hidup spiritual di kalangan kaum muslimin. Ada kehidupan spiritual yang akarnya bersumber dari Islam, meski tidak disebut tasawuf. Pada masa Nabi Shallahu Alaihi wa Sallam, kehidupan spiritual yg dipraktekkan kaum Muslimin tidak disebut tasawuf dan orang yg mengamalkannya tidak disebut sufi. Karena, mereka ketika itu disebut "Sahabat", dan sebutan "Sahabat Rasulullah" dianggap sebagai sebutan yg paling mulia. Hal yg sama juga terjadi pada masa tabi`in. Sebutan "Tabi`in" (pengikut para sahabat) adalah sebutan yg paling mulia bagi mereka. Orang yg hidup setelah masa tabi`in pun kemudian disebut sebagai "tabi`it tabi`in" (pengikut para tabi`in). Kemudian zamanpun berganti dan derajat orang pun menjadi berbeda. Orang khusus yg menekuni masalah agama kemudian disebut zahid (orang yg zuhud) dan abid (orang yg banyak ibadah). Selanjutnya muncullah bid`ah-bid`ah dan klaim-klaim suci dari setiap kelompok. Setiap kelompok mengklaim mempunyai orang zahid. Maka sekelompok Ahlusunnah yg senantiasa mendekatkan diri pada Allah dan menjaga hati dari kelalaian mengkhususnya diri dengan sebutan SUFI. Sebutan ini mulai dikenal dikalangan orang-orang besar tersebut sebelum abad ke-2 Hijriah. (Ar-Risalah Al-Qusyairiyah). Tasawuf sebagai pengamalan zuhud sudah dikenal secara luas pada abad pertama dan menjelang berakhirnya abad ke-2 Hijriyah. Sedangkan Kata TASAWUF DAN SUFI baru muncul menjelang berakhirnya abad kedua Hijriah, dan tersebar luas hingga menjadi SALAH SATU CABANG ILMU KEISLAMAN YANG MEMPUNYAI KAIDAH-KAIDAH DAN DASAR-DASAR SEPERTI CABANG-CABANG ILMU LAINNYA. Ilmu Tasawuf adalah salah satu cabang Ilmu dalam Agama Islam, sebagaimana cabang-cabang ilmu lain misalnya Ilmu Fiqhi, Ilmu Nahwu, Ilmu Hadits, Ilmu Faraidh, Ilmu Tajwid dan cabang-cabang ilmu lainnya yang kesemuanya tidak ada pembagian di jaman Rasulullah. Sebagaimana pula hukum, seperti : Halal, Haram, Makruh, Sunnah, mubah dll, dalam ilmu Fiqhi, Sebagaimana pula Ahkam I`tikadiah atau hukum hukum yang berpautan dengan zat Allah dan sifatnya, dengan Rasul dan urusan hari kemudian dalam suatu Ilmu Kalam. Serta Ahkam `Amaliyah yang menerangkan sifat-sifat yang terpuji yang harus disifati serta sifat tercela yang harus dijauhi yang dipelajari dalam tasauf yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Ilmu - ilmu dalam islam begitu lengkapnya yakni menyangkut urusan lahir dan batin sebagaimana disebutkan bahwa ILMU FIQHI untuk kebaikan amalan anggota, ILMU TAUHID untuk kebaikan i`tikad sedangkan ILMU TASAWUF untuk kebaikan rohani. Demikian mohon maaf jika ada tidak berkenan. Salam. [Non-text portions of this message have been removed]

