Menurut saya, sebenarnya tidak ada yang salah dengan bendera/atribut,
selagi acuannya adalah sama yaitu Al-Qur'an dan Sunnah.... Dan kita
sendiri sedang berada dalam atribut yaitu Islam..

Atribut itu diperlukan untuk memberikan semangat, dan memilah tugas yang
berbeda yang akan diemban oleh masing-masing atribut.... Cuma saat ini
dilingkungan kita, atribut itu malah untuk memilah satu perkerjaan yang
sama, namun karena beda pendapat, lalu munculah atribut baru....

Dan hal tsb makin diperparah oleh kurangnya komunikasi antara pendiri
dengan pengikut... Yang tadinya permasalahannya kecil, lalu pengikut
punya persepsi sendiri lagi, sehingga pengikut pada menghujat atribut
lain... Sehingga "perang" ato gontok-gontok-an lah sesama muslim.... Dan
bertepuk tanganlah "tetangga" kita.... 

Saudaraku yang aku cintai karena ALLAH SWT,
Sudahilah perselisihan, walaupun kecil... Dan berikhtiarlah untuk
membuka diri atas semua kritik, boleh jadi kritik tsb adalah untuk
memperbaiki diri kita..... Kadang sebagian kita sering menutup mata jika
ada kritik yang ditujukan pada kita.... Seolah-olah apa yang ada pada
kita adalah yang terbaik... Ingatlah, kita tidak bisa melihat punggung
kita, tanpa bantuan cermin.... Dan kritik adalah bagian dari cermin....

Mari mulai kita budayakan berterimakasih atas segala kritik yang kita
terima.... Toh, bukankah pemberi kritik itu adalah pengawal yang selalu
mengawasi kita tanpa kita bayar?

Saya yakin, insya ALLAH, ikhwah disini tidak memiliki tujuan untuk
gontok-gontok-an atau membanggakan atributnya masing-masing... Dan
tujuan kita adalah sama yaitu untuk membanggakan artribut kita bersama
yaitu Islam.... Insya ALLAH, aaamiin.

Banyak maaf atas segala nada sumbang dalam posting saya.

Wassalaam.wr.wb.
Ediyus Hz


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Ica Harahap
Sent: Wednesday, August 29, 2007 11:24 AM
To: suhana032003
Cc: SI
Subject: Re: Balasan: [syiar-islam] Re:Masalah Khilafah dan HT

"hmm..aku paling anti memakai atribut, karena aku menjaga diriku dari
pembiasaan dasar yg sebenarnya ingin aku tuju, dan itu membuatku bebas
bergerak dan berdiri dimanapun yg memang benar. (benar dalam arti tidak
keluar dari al-qur'an dan sunnah)"
   
  Sammmmmaaaa....


suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Assalamu'alaykum wr.wb.

rame amat diskusi khilafah dan HTnya?:) hmm..rasanya peraturan milis
sudah jelas, bahwa tidak boleh membawa atribut ormas, partai, dan segala
bentuk organisasi kelembagaan formal maupun non formal untuk dibahas
pada milis ini dech..??? mengapa moderator melarang itu semua?? karena
dampaknya akan panjang spt ini kan??

hmm..sebenarnya simple aja moderator melarang adanya atribut disini,
karena menjaga agar kita tetap terjaga dari atribut kelompok yg akhirnya
terwarnai (bias) dengan pembelaan kelompok, agar murni menjadi diri dan
pribadi yg murni membela islam dan bukan kelompok :)

bagiku pribadi tidak aneh adanya diskusi2 yg akhirnya panas dan melebar
kemana2 (tidak focus) dan keluar dari inti yg ingin dibela.
(maaf..sebenarnya yg ingin dibela itu islam kan??bukan kelompok kan??)
tapi isi diskusi, malah melebar menjadi pembelaan terhadap kelompok dan
jelas itu menyinggung kelompok lain yg "merasa" kelompok yg sedang
dibela itu sebenarnya nda gitu2 amat dech..^_^

hmm..aku paling anti memakai atribut, karena aku menjaga diriku dari
pembiasaan dasar yg sebenarnya ingin aku tuju, dan itu membuatku bebas
bergerak dan berdiri dimanapun yg memang benar. (benar dalam arti tidak
keluar dari al-qur'an dan sunnah)

oke..kita mulai kritisi diri sendiri dan kelompok yg kita ikutin
terlebih dahulu. ya..berhubung aku lepas dari atribut, maka aku akan
menilai secara fair aja dari kaca mata netral ku. Jika sudah ada
pihak2 lain yg memang kita tahu, bahwa pihak yg protes itu juga mengerti
ttg landasan berpijak sebagai argumen yg tepat dan tentunya landasan
al-qur'an dan hadist, maka wajib bagi kita untuk menengok ke diri dan
kelompok kita, mengapa orang2 itu sampai protes dan teriak dengan segala
aksi kita dan kelompok kita? karena mustahil, antara mukmin dengan
mukmin lain saling menjatuhkan kecuali hanya sebatas saling mengingatkan
dalam rangka kasih sayang, kecuali jika dalam diri mukmin yg protes itu
sengaja ingin menjatuhkan karena memang dalam dirinya sudah bersarang
penyakit.

oke..aku mulai pada kasus2, dimana kita menjadi bagian dan bernaung pada
label di dalamnya. 

contoh ISLAM dimana kita bernaung dibawahya, apa ada yg salah pada
islam?andai kita belajar yg benar dan jujur pada hati, tentu kita akan
tahu, bahwa tidak ada yg salah dalam islam dan islam terlalu sempurna
untuk dicarikan kesalahannya. tapi karena orang2 yg bernaung di bawah
islam, namun bersikap keluar dari ajaran islam, itulah yg secara tidak
langsung merusak nama baik islam. lalu..apakah karena karena para muslim
yg bodoh dalam memahami islam, lalu islam yg disalahkan??
disinilah kita harus jeli, dan bagaimana mungkin kita mengerti kebenaran
dan kesalahan yg diperdebatkan dalam islam, bila kita sendiri tidak
pernah tahu dan belajar tentang islam. yup!! untuk kasus islam, tentu yg
salah adalah muslimnya dan bukan ISLAM nya yg dijadikan tempat
bernaungnya. hmm..bila kita analogikan, ibarat rumah yg dihuni oleh para
penjahat, bukan rumahnya yg harus dibakar, tapi penjahatnya aja yg harus
ditangkap.

contoh SALAF, salaf adalah cara atau metode belajar berdasarkan cara
belajar orang2 terdahulu (rasul dan sahabat)dengan berkiblat pada
al-qur'an dan sunnah. lalu apakah cara belajar spt itu salah?? tentu
tidak?! namun mengapa banyak orang yg protes terhadap SALAFY (pengikut
ajaran). nah..kasus ini sama spt kasus, dimana para manusianya yg
mengikuti ajaran salaf yg memang tidak diajarkan dalam salaf, namun
mengkambing hitamkan ajaran salaf. hmm..sama spt orang2 yg bernaung
dibawah ISLAM, namun keluar dari ajaran islam yg benar. analoginya sama
spt, rumah yg dihuni para penjahat, yaitu bukan rumahnya yg harus
dilempari batu, tapi penjahatnya yg harus di gebuk.

ok..sekarang HT.:)
selama ini aku belum mendengar, ada orang yg ribut memprotes secara
keras terhadap "aktivis pribadi", justru yg aku perhatikan, mengapa
orang2 pada ribut dengan HTnya dimana sebagian orang mengikuti cara yg
ditawarkan oleh HT dan otomatis mempengaruhi cara aktivis dalam
berdakwah. Jika orang yg kita tahu bahwa ada pihak2 yg paham ttg
landasan kebenaran, kemudian mengkritik cara berdakwah yg ditawarkan
oleh HT, maka sebaiknya ada koreksi diri, kemungkinan ada yg salah
dengan cara HT dalam menawarkan idenya:) hmm..jika tempat bernaung saja
sudah dikritisi, maka apakah mungkin masih bisa mengandalkan tempat
bernaungnya jika tidak diperbaiki??

Hmm..jika aku analogikan, spt rumah susun yg ditempati oleh orang2
"awam", dimana terdapat kebocoran pada kamar mandi di rumah yg atas,
hingga menetes pada rumah yg bawah sementara pemilik rumah tidak pernah
sadar akan kebocoran itu, sementara yg di bawah sibuk menadangi air yg
tumpah dan mengotori rumahnya yg dibawah. Sementara yg punya rumah saat
diprotes, tidak mau mengecek kebocoran dari salah satu sudut rumahnya,
namun sibuk menolak tuduhan si pemilik rumah yg dibawah ^_^ hehehehe 

Hmm..aku pernah bicara pada salah satu aktivis HT ditempatku, dan
kebetulan mantan bosku, waktu itu dia protes pada saat aku mendengarkan
salah satu ceramah agama di komputerku dan kebetulan membahas masalah HT
dan dia ikut mendengarkan.

"duuhhh...ustdz. Siapa tuch yg bicara spt itu?! Hana jangan dengarkan
itu ya..?! " katanya tiba2 protes

"hmm..memang kenapa pak??" tanyaku datar aja lihat reaksinya yg
kebakaran jenggot

"enggak benar tuch..dia bicara spt itu..apa ustadz itu sudah kenal dan
baca kitabnya taqyuddin albani?!" protesnya keras

"hmm..memang bapak sudah kenal dan baca kitabnya taqyuddin albani
juga..??" kataku senyum2 balas komentarnya

"yaa..tapi enggak benar tuch dia ngomong gitu..?!" protesnya lagi tanpa
menjawab pertanyaanku

"lho..aku juga Tanya sama bapak..apa bapak juga sudah kenal dan baca
kitabnya taqyuddin albani?? Bapak juga aneh..aku sanksi bapak pernah
kenal dan baca kitab dari pencetus gerakan HT itu? Lalu kenapa bapak
jadi kebakaran jenggot kalau ada orang yg protes spt itu?? Harusnya
koreksi dirilah..kenapa sampai ada ustadz yg protes spt itu?? Enggak
usah sibuk membenarkan diri dan menyalahkan protes orang lain?? Gimana
bapak mau menyalahkan orang yg tidak sepaham dan membela sesuatu yg
sebenarnya bapak tidak tahu sema sekali dan sekedar ikut2an aja??"
nyerocosku terus

"tapi dia nda boleh bicara spt itu?! Kan kita memang harus tetap
mendirikan khilafah, biar kita mempunyai satu pemimpin?!" protesnya
kesal

"lho..siapa yg bisa melarang orang bicara?? Lalu..apakah mendirikan
khilafah, caranya harus spt yg selama ini ditawarkan oleh HT?? Enggak
mungkinlah..orang bisa bicara dan protes spt itu, apalagi level orang yg
mengerti ttg ilmu, jika beliau2 belum pernah membaca kitabnya pencetus
HT dan ditemukan adanya kesalahan disana?? Emang..bapak pikir..orang
selevelan itu punya hobi sebarkan fitnah tanpa bukti dan fakta??"
protesku ganti tidak kalah kerasnya

"oke..oke..nanti saya kasih tahu dech..ada koq tujuan, visi dan misi HT,
nanti saya kasih tahu hana ya..?!" komentarnya lagi

"aahh..aku enggak perlu itu, sekarang bapak baca aja kitabnya pencetus
HT itu, dan ganti sana protes sama orang yg protes pada gerakan HT,
karena selama ini yg jadi rujukan protes pendakwah itu adalah
berdasarkan kitabnya taqyuddin albani sendiri. Sekarang tugas bapak,
adalah membaca kitab itu, dan cari tahu dimana letak salahnya dan
membuat mereka semua protes..?! enggak usah sibuk menyakini aku, karena
aku nda berdiri dipihak manapun kecuali islam dan orang2 yg berdiri di
jalan islam dan bukan jalannya orang2 yg punya kepentingan." Kataku acuh
sambil tetap focus pada kerjaanku dan mendengarkan isi ceramah.

Oke dech..yg benar dari Allah yg salah dariku, mohon maaf bila ada
kata2 yg tidak berkenan.

Salam
hana



                         

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]



Bagi yang ingin menyumbang untuk pendirian TV Komunitas Madani Depok
bisa transfer ke:
Bank Syariah Mandiri KCP Margonda Depok.  No. Rek. 0670010778 a.n BURSA
AMAL MADANI Mohon konfirmasi nama, besar sumbangan, tanggal ke:
[EMAIL PROTECTED] Contact Person: pak Hafiz 021 92805591 /
08128508057, Al Qudwah, Jl Beringin No. 1, Jl. Margonda Raya Depok
Yahoo! Groups Links



Kirim email ke