--- In [email protected], Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamu'alaikum wr. wb.
wa'alaykum salam wrwb. oke aku tanggapin step by step ya..alhamdulillah kalau memang ada manfaatnya :) > > Saya pribadi nggak kuatir dengan jalannya diskusi ini. Saya melihatnya masih cool. Dan, dalam beberapa hal saya justru ingin diskusi semacam ini lebih sering terjadi. Harapan saya, justru dengan diskusi semacam inilah kita mulai bisa melihat kekurangan diri kita. Memang, perlu kontrol diri yang kuat, untuk menjaga ke-cool-an-nya:-) Oleh karena itu, saya justru sedih ada yang menghimbau Moderator untuk turun tangan. > > Saya jadi ingat di sebuah negara yang konon diklaim sebagai paling > Islami di dunia, ada ulama yang merekomendasikan kepada penguasa agar ulama lain dimasukan penjara, hanya karena persoalan perbedaan > penafsiran. > =====>> yg ini no comment ^_^ > --- suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > ===** hmm..kalau islam anda masukan dalam kategori atribut, > > rasanya aku lebih suka memakai label itu ketimbang atribut yg lain :) dan itu bukan berarti tidak mempunyai kelompok, kalaupun ada rasanya aku lebih suka berjamaah dengan kelompok yg memakai landasan dan pijakan yg benar yaitu al-qur'an dan sunnah yg bukan sekedar dijadikan kambing hitam. BS said > Lha, kalau merujuk ke Al Qur'an, Allah SWT kan menyebut kita - sejak > dulu - sebagai muslim. Anggota HT, PKS, Tarbiyah, MMI, Salafy, JI > (kalau memang ada), dll., bagi saya tetap menyandang predikat itu, > walau di sana-sini ada kekurangannya:-) Kekurangan mereka tidak pernah akan membuat saya, menyebut mereka khawarij, misalnya, Lha mereka keluar dari ketaatan kepada siapa? Catatan: Syiah, lain lho > persoalannya. HN Said hmm..rasanya komentarku yg diatas sudah cukup menjawab, dan anda nda perlu lagi muter2 bertanya mengenai dimana aku berdiri :-) hmm..bagiku atribut lain yg sudah anda sebutkan itu, kalau aku analogikan sebuah payung didalam rumah. jadi rasanya nda perlu pake payung dalam rumah. jadi saranku..apa perlu masih pake payung kalau sudah ada tempat bernaung yg lebih besar?? hayyaaa...apa anda pikir, aku akan sebut khawaritz or kafir pada saudaraku sendiri yg nda ikutin keyakinanku?? bijaknya anda nda perlu, mengalihkan pembicaraan ke arah situ, karena aku khawatir akan timbulkan fitnah baru, yg nantinya seolah2 anda sedang memintaku untuk jangan lakukan itu, pada sesuatu yg memang tidak pernah aku lakukan. dan untuk masalah itu sangat sensitif sekali dan bisa dijadikan alat untuk memfitnah oleh orang2 yg memang senang mengintip dan memecah belah. > > ===*** dengan selalu koreksi diri, berdasarkan ukuran al-qur'an dan sunnah. maka aku bilang..orang itu harus kritis, meskipun kepada guru yg memberi pengajaran pada kita, dan kita nda melulu harus dicekoki oleh masukan yg sebenarnya kita sendiri nda pernah tahu, apa yg sudah dimasukan oleh pembimbing kita, karena kita tidak punya bahan untuk mengkritisnya. hmmm..dari mana anda tahu, kalau anda sendiri dalam keadaan harap dan cemas??? ^_^ BS said > Nah kalau Anda menilai diri Anda seperti itu, saya menilai diri saya > juga seperti itu. Saya juga menilai diri saudara muslim saya di HT, > PKS, Tarbiyah, MMI, Salafy, JI (kalau memang ada), dll. juga seperti > itu. Semua sedang berjuang keras becoming to be a wholesome muslim. > Posisi final Anda, saya, dan mereka di sisi Allah, siapa yang tahu? > Saya berharap segala amal yang telah saya lakukan cukup untuk > mengkapling surga, tapi kadang saya bertanya-tanya juga apa iya sih > amal saya cukup untuk itu? > HN Said : hmm..itu menurut kaca mata penilaian anda yg mengasumsikan bahwa semua yg berada dibawah bendera itu sedang berusaha keras untuk becoming to be a wholesome muslim. pertanyaanku adalah bermanfaat untuk siapa? muslim yg mana? yakinn..bersih dari kepentingan2?? itu yg perlu dikoreksi dan kritisi. terutama pada diri sendiri, dan sept yg anda katakan, bahwa hasil final disisi Allah siapa yg tahu??:) menurutku JIL, Ahmadiyah juga sedang berjuang keras for becoming to be a wholesome muslim?^_^ dan pertanyaanku akan berulang, bermanfaat untuk siapa? muslim yg mana? hmm..untuk urusan kapling di syurga, bagiku akan aku serahkan semuanya pada Allah, dan tugasku adalah memberikan yg terbaik di jalanNya. kerjakan perintahNya, jauhi laranganNya, tegakkan amar ma'ruf nahi munkar. berusaha tidak merugikan orang, walau sekecil apapun bentuknya. jujur pada hati, diri dan orang lain, sabar, ikhlas, istiqomah, kalau ternyata semua usaha sudah diniatkan dan diusahakan, namun masih belum timbulkan kepuasan bagi sekitar yg secara langsung bersentuhan dgnku, tentunya aku kembalikan kepada Allah..karena aku sadar fitrahku sebagai manusia yg penuh salah dan lupa..:-) ------------------------ > > ===** Justru karena aku dalam keadaan cemas, melihat beberapa hari ini,pembicaraan mengenai HT dan khilafah nda kelar2, karena semuanya > > sibuk menyalahkan dan pengikutnya sibuk membenarkan?? dan akhirnya yg jelas2 tidak menyukai islam, semua sibuk tepuk tangan. > > Diskusi terjebak pada sesuatu yg tidak lagi murni untuk islam, > > melainkan untuk kepentingan kelompok yg mengkambing hitamkan ajaran islam. BS Said : > Dalam hukum dialog saya, hal semacam itu tidak masalah. Saya selalu > yakin, ada masa-masa di mana nantinya dialog-dialog semacam ini akan > bermanfaat bagi proses becoming kita. > > Well, IMHO, Anda terlalu berlebihan kalau "yang jelas-jelas tidak > menyukai Islam semua sibuk tepuk tangan". Saya justru berpikir > sebaliknya, dengan mulai banyaknya dialog-dialog semacam ini, "mereka > justru semakin kuatir, sebab proses kreatif kaum muslimin berarti > sedang tidak mandeg. > HN said : hmm..sekali lagi itu menurut kacamata penilaian anda, dan tentunya berbeda dengan kaca mata penilaianku. karena dalam setiap analisa akan munculkan 2 kemungkinan, dan untuk kasus ini kemungkinanannya yaitu manfaat dan tidak manfaat toch?? begitu juga dengan diskusi spt ini. manfaat bagi anda, bisa jadi tidak manfaat bagi orang lain *_^ hmm..kalau anda menilaiku terlalu berlebihan dengan analisaku, akupun akan mengatakan anda terlalu yakin (PD, Ke GRan) bila menyimpulkan spt statment anda.:) intinya, aku nda suka membuat non muslim senang dengan kasus2 spt ini, dan kasus2 lain yg berkaitan dengan islam. (ribut menang2an antara muslim) dan yg lainnya. dan lainnya adalah aku nda mau saudara muslim yg lain jadi bingung. hmm..aku lebih suka melihat non muslim kalang kabut, ketimbang melihat saudaraku sendiri yg kalang kabut kebingungan. -------------------- > > ===*** hehehe..hak anda dalam menilai diriku, karena aku juga tidak bisa melarang anda untuk memberikan label padaku *_^ kalau boleh > > membela diri, rasanya kesusahan itu dibuat sendiri olehnya, karena > > dia coba menerangkan sesuatu yg sebenarnya sudah pernah aku dengar > dan tidak aku minat (boleh dong tidak minat..*_^) dan kesalahan kedua adalah dia salah tembak sasaran, seharusnya yg dia jelaskan adalah orang yg mengkritisi pencetus dan kitab pencetusnya yg buat dia > > kebakaran jenggot dan dia coba membelanya sedangkan dia sendiri tidak pernah tahu, si pencetus dan kitab yg sedang dia bela dan dikritisi oleh para pengkritis spt apa, dan dia nda perlu memberi penjelasan padaku yg tidak berkomentar apa2...wong aku hanya membalikan pertanyaan aja koq.. ^_^ makanya aku bilang spt itu :-) BS Said > He ... he, kalau Anda memang suka begitu ya begitulah:-) Bawahannya > saya ada yang lebih parah lagi kok. Kalau sudah diskusi Islam, nggak > ada deh sosok yang selamat dari tahdzir dia. Saya mah, hanya he ... he saja kalau dia sudah begitu, soalnya kalau dia saya ajak ketemu yang dia tahdzir, pasti deh mundur teratur. Alasannya, ada syar'i yang > melarang untuk itu. Saya ya hanya, OOO ... > HN Said : hehehe..itukan bawahan anda, dan bukan aku toch..?? jadi apa urusannya sama aku dan komentar anda terhadap bawahan anda yg anda kait2kan dengaku?? kalau tahu punya bawahan spt itu, dan anda yakin ilmu anda lebih mumpuni dari bawahan anda, harusnya anda nasehatin dia, agar jangan mudah mentahdzir dan sikap anda jangan ber OOOO aja dong..^_^ itu nda perlu anda sangkutpautkan denganku, karena aku bukan bawahan anda, apalagi setipe dengan bawahan anda..(strawberry mangga apel, sorry enggak level) yg tipe begituan. -------------- > > ====*** aku setuju dengan pendapat anda, lalu bagaimana caranya bila seseorang diberi tahukan ada kelemahan pada alatnya, tapi tetap ngotot mendemonstrasikan bahwa alatnya yg paling canggih. padahal secara tidak sadar, bisa jadi alatnya menjadi awal perusakan. > BS said : > Ya tidak apa-apa. Dari sudut Anda kan kebenaran sudah disampaikan:-) Eh omong-omong, tapi kelemahan itu di wilayah yang mana? Tauqifi-kah? Membuat mereka keluar dari Islam kah? Atau, yang pigimana? HN Said : iyalah..aku pun lakukan itu, habis ngomong pergi dech..hanya anda aja nich yg tahan aku untuk tetap ngomong terus.. :-) contoh : orang awam yg disampaikan informasi, bahwa pemimpin kita tidak islam dan tidak syar'i maka kita mengikuti kepemimpinan thogut dan haram hukumnya. lalu..si awam yg nda ngerti apa2 kemudian dengar spt itu dan menangkapnya berdasarkan keawamannya, tiba2 ambil parang, pergi cari SBY untuk penggal kepalanya presiden dan mengkudeta (untuk kelompok besar) terus gimana dong??? sedangkan ada hadist yg katakan, haram menumpahkan darah seorang muslim, namun dia tidak pernah tahu ada hadist spt itu dan hadist lain yg menjurus untuk lebih taat pada pemimpin walau dzolim, dan bukan untuk penggal kepala presiden, itu piyeeeee..???? kepikir nda sama mereka..yg terus2an teriakkan itu dan ditangkap sept analogi yg aku berikan?? dan aku lebih senang panggil presiden dan aparat kementrian yg lain, ajarin ttg tauhid, syariat, ahlak sampai paham dan selanjutnya, aku yakin kita nda perlu teriak2 spt itu, pemimpin dan semua yg terkait di pemerintahan akan syar'i dengan sendirinya. hmm..aku jadi ngebayangin, gimana caranya, agar mereka bisa luangkan waktu 1 hari dalam seminggu untuk belajar ttg itu semua, dari para kyai yg terjamin kebenaran ilmunya dan kejujurannya ya.???? > > ===*** aku juga setuju dengan pendapat anda, maka aku bilang..nda > > perlulah yg gunakan salah satu alat itu, terus mendemokan alatnya > > sementara dari pihak lain, melihat alatnya tersebut ada kelemahan. > > kalau semua sudah sadar bahwa tiap2 alat yg di demonstrasikan > > mempunyai kelemahan, kenapa nda mulai memperbaharui alatnya dengan > > alat yg lain dan mencari kesempurnaan. tanpa terus mengungguli > > alatnya sementara membuat pihak yg tidak sepaham muak mendengarkannya, karena mampu melihat sisi kelemahan alat yg ditawarkan. BS said : > Semuanya perlu proses tho:-) Anda sampai pada yang pemahaman seperti > saat ini pakai proses enggak? Dalam melihat orang lain, lihatlah juga diri Anda yang dulu itu. HN said : hehehe..aku jadi ingat komentar salah seorang temanku yg ceritakan ke aku mengennnnai protes sama dosennya, pada saat si dosen minta dimaklumi masalah wali songo yg sudah sebarkan agama melalui adat kebiasaan tempat tinggalnya dan akhirnya saat ini banyak timbulkan kebiasaan yg keluar dari sunnah Rasul, tapi jadi sunnah wali songo. hehehe.. "sudahlah..masyarakat butuh proses untuk tinggalkan kebiasan2 itu semua yg pernah diajarkan oleh wali songo dulu,kita nda bisa tiba2 melarang mereka untuk hentikan itu semua, dan itu semua butuh proses dong..?" ujar si dosen "walahhhh..dari dulu proses mulu sich pak?? itu wali songo dah jadi debu, puluhan tahun..mosok proses mulu sampe sekarang, emang segitu bodohnya apa mereka?? dari dulu kaga pinter2..? sudah puluhan tahun yg diributin itu muluuuu..proses muluuuu..pindah topic knape???" hehehe BS said : > Sekali lagi, justru dialog seperti ini perlu diperbanyak, kalau perlu dilakukan di darat. Ketemu, dan dengan cool saling mengungkapkan pemikiran dan argumentasinya. Lalu, dicari titik temunya, tapi kalau sesuatu itu memang di wilayah yang diizinkan berbeda oleh Islam, ya biarkan. Janganlah kemudian saling membelakangi, dan melempar kritik dari belakang. HN SAid :) oke yg ini aku sepaham..memang seharusnya seperti itu. jangan memperuncing masalah, dengan tetap mengungguli simbolnya dari simbol yg lain, itu akan timbulkan banyak masalah. sept yg aku bilang, kacamata yg dipake untuk melihat kan beda2, dan masih banyak orang yg tidak paham akan perbedaan yg masih bisa ditolerir dan sekedar ingatkan aja, dan bukan diperucing or malah dijadikan alat pada pihak lain untuk pecah belah. rasanya..masih banyak yg nda sadar, kalau kita selalu diintai musuh untuk pecah belah kita. itu aja bagiku. sekali lagi..mohon maaf kalau ada kata2ku yg nda sopan, sekarang ini..aku memang lebih suka diam..,karena kalau ada yg mancing2 bicara..aku khawatir nda sopanku sering keluar (ngocol kalau kata guruku)^_^ hehehe jadi..aku lebih suka menjaga diriku, dari kengocolanku sendiri. *_* kepada saudara2ku sekalin..mohon maaf kalau ada kata2ku yg salah, karena memang aku tempat salah dan dosa, dan bila ada sesuatu yg aku sampaikan itu benar adanya, sesungguhnya itu semua hanya datang dari Allah. salam hana > Wassalaamu'alaikum wr. wb. > B. Samparan > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's > Comedy with an Edge to see what's on, when. > http://tv.yahoo.com/collections/222 >

