Kesalahan terbesar kita adalah terlalu menyederhanakan sesuatu sehingga kehilangan pegangan nilai-nilai utama yang seharusnya diperhatikan.
Islam adalah agama yang sempurna dan menyempurnakan! jelas !, artinya apa? sebelum anda menghukumi sesuatu jangan hanya melihat dari satu sudut pandang, karena bisa jadi itu bukanlah sudut pandang yang seharusnya digunakan. Seringkali saya katakan, berdakwahlah secara bijak dan terhormat, gapailah tujuan Islam dengan menggunakan alat yang tepat, sesuai dengan pri keadaan yang melingkupi kita. Adalah sebuah kecerobohan besar jika kita tanpa peduli telah mengorbankan tujuan Islam yang nyata dan telah terwujud, demi sebuah alat yang kita semua masih berselisih paham didalamnya, sekali lagi masih berselisih paham didalamnya! Terlebih jika bicara dalam skup yang luas terkait ke tatanegaraan misalnya, tentu harus dipilih secara bijak pendekatan yang digunakan. Ingatlah saudarku semua, Islam tidak hanya berpondasikan Syariah, sekali lagi tidak hanya berpondasikan Syariah, Masih ada Aqidah dan Akhlak. Dan sebagaimana saya telah sebut dalam tulisan sebelumnya. Aspek akhlaq inilah yang seringkali berperan utama dalam menyeimbangkan radikalisme "Syariah" dan "Aqidah" jika anda banyak memperhatikan Tarikh dan Tsaqafah Islam anda akan mengerti maksud saya ini. Berpandanganlah dengan menggunakan keseluruhan pondasi itu, kalau anda memang bicara atas nama Islam ! Wallahu a'lam bisshawab Kalibata, 5 September 2007 Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalaamu'alaikum wr. wb. --- [EMAIL PROTECTED] wrote: > Taat kepada Imam/Amir/Sulton/kholifah ( penguasa Muslim ) yang > menerapkan > hukum hukum Islam dalam pemerintahannya,sekalipun > dolim selama tidak mmerintahkan untuk melakukan keemaksiatan dan > tidak > menampakan kekufuran yang nyata, hukumnya tetap wajib bagi seluruh > kaum > muslimin. Kalau pemerintah Ina ditimbang dengan pernyataan di atas termasuk yang bagaimana? Q.S an-Nisa 59 " Wahai orang2 beriman ,taatilah Allah dan > taatilah Rosul Nya dan Ulil amri diantara kalian " > dan hadis2 Rosul " Saya kutip secara lengkap: Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Nah, perhatikan ulil amri ada di urutan ke tiga, jadi semestinya yang layak diangkat jadi ulil amri adalah mereka yang memiliki ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian jika ada perselisihan, penyelesaiannya harus dikembalikan kepada Allah dan Rasulnya. Jadi esensi ketaatan adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Semua terikat oleh hal tersebut. Artinya, di level ulil amri, ayat ini mengikat mereka untuk taat dulu kepada Allah dan Rasul-Nya, sebelum mereka menuntut ketaatan dari yang dipimpinnya. Saya kutipkan ayat ke 60-nya Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. > Siapa saja yang telah membai`at seorang Imam , > lalu dia > mengulurkan tangan dan buah hatinya maka hendaklah ia menaatinya jika > ia > mampu . Apabila ada orang yang mau merebutnya , maka penggalah leher > oarang itu."( H.R. Muslim dari Amru bin `Ash) ... dihapus biar ringkas Pernah baca tarikh khulafa? Nah kudeta mengkudeta adalah hal biasa di dalam perpindahan antar khulafa? Yang menarik, para ulama memakai dalil-dalil yang Anda pakai untuk selalu taat pada hampir semua penguasa. Bagaimana menurut Anda? Apa beda banyak pemerintahan dari negara kaum muslimin sekarang dan masa-masa para khulafa? Kalau kita jujur, banyak pemerintahan dari negara kaum muslimin sekarang jelas-jelas menyatakan bukan negara yang berlandaskan Islam dan tidak akan pernah menjadikan Islam sebagai dasar negara. Ini kekufuran yang nyata atau tidak? Cukup susah lho menjawab yang beginian:-) Soalnya ada dua jebakan yang sama-sama mengerikan: Kita terjatuh ke pendekatan khawarij yang mudah mengkafirkan orang, atau kita terjatuh ke pendekatan murjiah, karena kita tidak menyatakan kafir atas mereka yang telah melakukan kekafiran yang nyata. Nah, pada masa-masa para khulafa, lain sekali. Semuanya masih yakin Islam sebagai agama yang paling benar sehingga menjadikan Islam sebagai dasar negera, meski pada pelaksanaannya ada ketidak sempurnaan. Sekedar menyajikan fakta sejarah. Abubakar memerangi orang-orang yang sudah berislam, gara-gara mereka menolak membayar zakat. Wassalaamu'alaikum wr. wb. B. Samparan __________________________________________________________ Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz ANDRI YARUSMAN Student Of STEI IBI "Mari ber-idealisme tanpa akhir" --------------------------------- Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links. [Non-text portions of this message have been removed]

