Assalamu'alaikum wr wb,

Saat ini sulit bagi mayoritas rakyat Indonesia mencari
makan. Kekayaan alam seperti minyak, gas, emas, dsb
sudah diserahkan ke perusahaan-perusahaan asing.
Akibatnya rakyat tidak bisa menambang emas dan
kekayaan alam lainnya.

Puluhan juta hektar tanah diserahkan ke
perusahaan-perusahaan besar yang hanya mempekerjakan
sedikit orang dengan efisiensi tinggi berupa HPH,
konsesi tambang, dsb. Akibatnya rakyat kesulitan untuk
bertani/berkebun.

Rakyat sampai mati hanya demi memperebutkan beberapa
hektar tanah untuk bertani baik dengan sesama rakyat
mau pun dengan TNI seperti di Alas Tlogo Jatim.

Karena kekayaan alam dikuasai asing, rakyat hanya
menerima sedikit sisa-sisa yang ada. Satu perusahaan
asing yang mengelola minyak dan gas di Indonesia
diberitakan majalah Forbes menghasilkan keuntungan rp
360 trilyun setahun. Ironisnya rakyat Indonesia
mayoritas hidup dalam kemiskinan.

Supir angkot dan omprengan sampai rela mengorbankan
darah dan nyawa mereka demi berebut sesuap nasi.
Bahkan sering saya lihat sesama supir angkot, misalnya
Kopaja 502, saling sumpah serapah bahkan ada yang
berkelahi karena rebutan penumpang. 

Itulah sulitnya mencari makan di Indonesia. Tak heran
jika jutaan orang Indonesia memilih bekerja sebagai
TKI/TKW di luar negeri dengan resiko
disiksa/diperkosa. Itu jauh lebih baik ketimbang
stress/bunuh diri di Indonesia karena tak punya
pekerjaan dan tak punya penghasilan.

Coba anda naik Kereta Listrik Jabotabek. Banyak orang
sampai merangkak di gerbong kereta membersihkan
kotoran demi mendapat uang receh dari penumpang KA
yang peduli. Ada bapak dan ibu yang membawa anaknya
yang masih balita mengamen/mengemis. Begitulah keadaan
di negeri ini.

Coba perhatikan bis-bis yang penuh sesak oleh
penumpang laksana ikan sarden. Mereka mencoba mengirit
uang gaji yang tidak seberapa.

Bumi kita kaya. Tapi orang asing yang menikmati.
Tanah kita subur. Tapi petani kita tak bisa bertani
karena sudah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan
besar.

Semoga ada pemimpin di negeri kita yang mau
memperbaiki keadaan negeri ini. Kita butuh pemimpin
yang adil yang bukan hanya mau memberi kekayaan
alam/tanah ke pengusaha asing, tapi juga ke rakyatnya
sendiri.

“Sesungguhnya Allah akan melindungi negara yang
menegakkan keadilan walaupun ia kafir, dan tidak akan
melindungi negara yang dzalim (tiran) walaupun ia
muslim”. (Mutiara I dr Ali ibn Abi Thalib)

Wassalam

BENTROK SOPIR ANGKOT DAN OMPRENGAN BEREBUT REZEKI:
http://www.kompas.co.id/ver1/Metropolitan/0709/04/165819.htm
Bentrokan Antarsopir Angkot Berlanjut 
Laporan Wartawan Kompas C Windoro AT
JAKARTA, KOMPAS - Bentrokan antarsopir angkutan kota
(Angkot) resmi, dan sopir omprengan di sekitar
perbatasan Tangerang-Jakarta, sampai Terminal
Kalideres di Jalan Daan Mogot, masih berlanjut hingga
Selasa (4/9) sore.
"Tadi malam sekitar pukul 23.00 terjadi bentrokan lagi
di Kebon Besar, Warung Gantung, perbatasan
Tangerang-Jakarta. Sebuah Metro Mini jurusan
Kalideres-Serpong dirusak," ungkapnya.
"Jam 12.00 terjadi lagi di sekitar Terminal Kalideres.
Dua metro mini nomor 84 dan nomor 80 jurusan
Kalideres-Pasar Ikan dan jurusan Kalideres-Jembatan
Lima dirusak," tambah Ketua Koperasi Wahana Kalpika,
Kasmuri, yang dihubungi terpisah.
Di persimpangan Cengkareng berjaga beberapa polisi
lalu lintas. Di depan Kantor Polisi Sektor Kalideres
ada sebuah truk polisi yang kosong. Pukul 13.30,
belasan sopir Angkot di Terminal Kalideres,
berjaga-jaga. Pukul 16.00, puluhan sopir Angkot
berkumpul di Terminal Kalideres. Sementara puluhan
sopir omprengan berkumpul di luar terminal. Sebagian
mereka membawa tongkat besi dan kayu.


DESA REBUTAN TANAH
http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/19/ked06.htm
KEBUMEN- Rebutan tanah bengkok 1,2 hektare (ha) antara
Desa Buayan dan Rogodadi Kecamatan Buayan, Kebumen,
memasuki babak baru. Pengadilan Negeri (PN) Kebumen,
kemarin menolak gugatan Kades Buayan Moch Basirun.

REBUTAN TANAH PETANI VS TNI TEWASKAN 4 WARGA:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/07/jatim/67666.htm
Kasus penembakan oleh prajurit Marinir di Desa Alas
Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, yang
menewaskan empat orang dan melukai delapan orang,
merupakan kejahatan kemanusiaan yang menyayat hati.
Betapa tidak, penembakan innocent nirsenjata yang
mengakibatkan korban ibu hamil dan anak balita
sejatinya telah dibuang jauh-jauh dari bumi mekar
demokrasi, bumi pertiwi Indonesia.


===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


      
____________________________________________________________________________________
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!   
http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 


Kirim email ke