wa'alaykum salam wr.wb sebelumnya aku clearkan dan sepakat dengan komentar pak bango, mungkin Allah menghendaki diskusi kita cukup sampai disini aja (sesuai dengan niat dan hatiku dari pertama kali:) aku paham maksud pak bango ingin mengorek banyak informasi dari kepalaku (jika aku nda GR) namun masalahnya ternyata memang banyak rekan2 disini yg rasanya belum siap untuk diajak jor2an dalam diskusi dan mungkin bagiku dan pak bango hal biasa (hmm..dan aku yakin, jauh disana pak bango selama diskusi denganku senyam senyum spt aku yg disini:) namun..ternyata banyak rekan2 lainnya yg kalang kabut, karena baginya itu bukan sesuatu yg wajar dan biasa:) dan akhirnya..ternyata benarlah..diskusi kita selama ini malah menjadi tidak fokus dan menimbulkan banyak percikan2 api hingga menimbulkan banyak pemikiran2 dan komentar2 yg akhirnya jadi rancu (menurutku..maka aku dari awal khawatir akan terjadi spt itu dan ternyata benar..-:)hehehe hmm..aku mau kilas balik satu2 respon yg akhirnya banyak yg rancu menurutku seputar debat HT dari kemarin:) pak bango..surat2 Rasulullah yg anda kirimkan itu juga sudah pernah aku baca, dan jujur..segala sepak terjang Rasulullah selalu saja membuat aku terpukau, walau beberapa kali aku membaca dan setiap kali itu pula aku akan selalu terpukau, beberapa kali pula aku membaca detik2 terakhir wafatnya dan aku akan selalu menangis (subhannallah betapa beliau membawa pengaruh besar dalam jiwa menurutku) dan aku semakin yakin..bahwa Rasulullah ada maha karya Allah yg paling agung disamping maha karyanya yg lain, tapi bagiku pribadi, setiap ada keindahan aku rasa tidak ada yg lebih indah dari Rasulullah, setiap ada kekuatan tidak ada yg lebih kuat dari Rasulullah, setiap ada kemuliaan tidak ada yg lebih mulia dari Rasulullah, setiap ada keberanian tidak ada yg lebih berani dari Rasulullah, setiap ada kecerdasan tidak ada yg lebih cerdas dari Rasulullah dan tidak ada yg lebih jujur, lebih lembut, lebih sabar, lebih ikhlas tanpa pamrih, tanpa kepentingan lain kecuali Allah itu hanya terdapat dalam diri Rasulullah (Subhanallah, maha suci Allah yg telah menciptakan kesempurnaan mahlukNya yg bernama manusia terdapat dalam diri Rasulullah, semoga Allah selalu melimpahkan karunia dan rahmatnya pada Beliau dan semoga Allah berkenan menyampaikan shalawat dan salamku untuk beliau) hmm..Rasulullah mulai menyampaikan surat2nya dan syiar islamnya kepada para pembesar secara terang2an, lugas dan tegas, semenjak Rasulullah pun menjadi seorang pembesar (pemimpin/khalifah) yg diakui dan memenuhi kriteria seorang khalifah/pemimpin (ada pengikut, ada wilayah negara kekuasaan, pengakuan kedaulatan satu negara dengan perangkat lainya (ekonomi, sosial, hukum, politik, militer, dlsbnya) namun..Rasulullah tidak pernah lakukan itu semua sebelum Rasulullah mempunyai wilayah negara kekuasaan dan pengakuan kedaulatan satu negara, dan saat itu Rasul hanya mempunyai pengikut. (hmm..perhatikan baik2 ini kuncinya dan disini letak etikanya Rasulullah memposisikan diri saat beliau hanya mempunyai pengikut tanpa wilayah kekuasaan dan pengakuan kedaulatan dengan ketika beliau sudah mempunyai semuanya) Maka banyak sabda Rasul yg memerintahkan kita untuk taat pada pemimpin walaupun dzolim dan tidak mungkin al-qur'an bertentangan dengan hadist,(begitupun sebaliknya) dimana Allah dengan FirmanNya dalam Al- qur'an meminta Musa dan Harun untuk datang pada Firaun dan berbicara secara lemah lembut untuk sampaikan agama Allah yg benar. dan begitu pula yg dilakukan oleh Rasulullah saat beliau masih menjadi seorang makmum disatu negara walaupun pengikut beliau sudah mulai banyak. Untuk mba Aris..sebetulnya aku bisa mematahkan semua komentar ukhti, tapi tidak aku lakukan karena aku takut akan semakin berkepanjangan, dan menurutku ukthi tidak membaca dan menyimak secara detail serta menangkap dibalik hikmah sejarah Rasulullah dan sahabat hingga terbentuknya negara islam saat itu.:) cara Rasulullah sebelum tegaknya negara islam dan mencari perlindungan dengan bangsawan kafir quraish, menurutku tidak spt yg dilakukan oleh HT saat ini.:) yaitu tidak lakukan konverensi besar2an, yg menurutku sama saja sept menabur angin dan suatu saat akan menuai badai. Namun meminta perlindungan antar diri pribadi masing2, dan bukan atas nama kelompok dan saat itu yg menjadi pelindung Rasul adalah pamannya sendiri (abu thalib) begitupun dengan Abu Bakar dan sahabat2 yg lain. HIngga Abu Thalib meninggal situasi semakin genting, dan akhirnya mendapat khabar gembira kalau rakyat madinah mau mengikuti Rasulullah dan mengimaninya dan memberikan perlindungan disana sekaligus membaiatnya sebagai pemimpin di madinah. dan tulisan2 ukhti yg berusaha menjelaskan, bagiku tidak fokus dan mencampur adukkan saat Rasul di mekah yg banyak tekanan dan saat Rasul di madinah yg dengan penuh kekuatan. hmm..sebenarnya banyak yg ingin aku komentarin dari tanggapan ukhti tsb yg katakan : 1. tidak perlu pilah pilih dalam mencari perlindungan asalkan muslim, pasti berakidah sama dan perasaan sama (apa benar begitu?? karena setahuku JIL dan Ahmadiyah juga mengaku muslim, apakah ukhti mau disamakan akidahnya dengan mereka? apakah benar tidak perlu pilah pilih orang?? ahhh..terlalu sempit dan awam sekali bila ukhti berpikiran spt itu.:) 2. Ukhti yakin sekali segala bentuk kemudahan hingga terselenggaranya konferensi khilafah kemarin adalah bentuk pertolongan dari Allah dan RidhoNya?? padahal menurutku spt Sabda Rasulullah yg kira2 bunyinya "Andaikan seorang muslim paham sekali apa yg akan terjadi pada dirinya kelak, pasti dia akan selalu menangis dan tidak akan pernah mampu untuk tertawa" dan kita diajarkan oleh Rasul untuk selalu harap akan ke Ridhoan Allah dan cemas akan ketidak Ridhoan Allah. karena segala kesenangan dan kesulitan adalah ujian dariNya. hmm..andai bentuk kemudahan dunia adalah ukuran ke Ridhoan Allah, tentunya saat ini negara yg paling diRidhoi oleh Allah adalah negara2 kafir dengan segala bentuk kemudahan2 yg ada padanya. jadi pesanku..nda usah terlalu yakinlah..:) karena ternyata dakwah Rasulullah selalu aja banyak hambatannya dan tidak mudah sama sekali. 3. demonstrasi or jalan2 spt yg ukti jelaskan itu hanya istilah aja dan intinya bagiku adalah selama tidak langgar syariat Allah dan RasulNya dan tidak lakukan kemudharatan bagi diri dan pihak lain, silahkan lakukan. tapi..apa ukhti yakin..HT tidak lakukan kemudharatan dan rugikan pihak lain? oke..banyak yg lain dan tidak perlu aku bahas satu2:) untuk pak Andri..terus terang aku tidak sepakat, kalau pancasila dijadikan ukuran untuk mengukur kebenaran islam. Karena makna ketuhanan YME itu bias..menurutku; dan tidak sama dan sebanding dengan kata2 kul huwallahu ahad yg jelas sekali maknanya yaitu Allah satu2 Tuhan dan bukan Tuhan yg satu. karena ajaran Monotheisme juga mengakui ketuhanan yg satu, dimana tuhanya tidak jelas dan tidak sama dengan Allah yg menjadi satu2nya Tuhan. hmm..Mungkin aku lebih sepakat kalau 7 kata dalam Piagam jakarta dikembalikan, karena itu lebih fair dari makna bhineka tunggal ika, yaitu menghargai tiap2 keyakinan untuk menjalankan agamanya dan berhukum dengan hukum agamanya. Untuk pak Nuryadi Misnan..aku sepakat dengan komentar pak Dino, janganlah membela kelompok lain dan menjelekkan kelompok yg lainnya, karena mereka semua melakukan apa yg selama ini dilakukannya mempunyai dasar dan argumentasi masing2 yg diyakininya benar. Selama yg dilakukannya tidak langgar akidah, syariat Allah dan sunnah Rasul, is ok lah..:) hmm..aku tahu yg dilakukan selama ini oleh salaf spt yg pak nuryadi sebutkan itu, mereka mempunyai dalil untuk lakukan itu, kalaupun pak nuryadi ingin membantah yg mereka lakukan selama ini adalah salah (hal2 yg pak nuryadi katakan) silahkan bantah dengan dalil pula..jangan bersikap seolah2 tenangkan yg satu namun mancing keributan dengan kelompok lainnya lah..J Untuk bang Riyadi..hmm..aku yakin, islam tidak sekaku itulah..hanya sekedar demo teriak bidah, (beda demo dengan demonstrasi ya..) aku paham kenapa ada ulama salaf yg langsung katakan spt itu, yaitu untuk menghindari hal2 mudharat yg biasanya terjadi karena lakukan itu semua. Spt sepakat dan bedanya pendapat ulama mengenai laki2 yg men dzhiar istrinya atau menyerupakan istrinya dgn ibunya, hingga ke jari2nya, imam syafei mengatakan boleh kalau hanya jari2nya, sedangkan imam hanafi melarang menyamakannya walaupun hanya jari2 istrinya dengan ibunya.:) hmm..mungkin bang nizami dan lainnya juga lebih sepakat, dengan Sabda Rasul yg katakan tidak ada kemudharatan pada diri, dan memberikan mudharat pada orang lain oke..lebih baik kita banyak merenung dan tadabur aja dech..karena Al-quran tidak cukup hanya sekedar dibaca, tapi perlu ditadaburi dan dicari maknanya yg sangat luas. Karena mustahil kita mendapatkan maknanya tanpa membaca juga hadist2 Rasul dan mentadaburi firman2 Allah. Ini adalah sebuah kitab yg Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat2nya (dengan penuh tadabur) dan supaya mendapat pelajaran oleh orang2 yg berfikir (QS Shaad : 29) oke dech..aku rasa memang harus ditutup diskusi ini, karena sudah membuat banyak penafsiran yg baru dan rancu, aku khawatir malah buat bingung yg lainnya yg masih banyak belajar. Yg benar dari Allah yg salah sudah pasti dariku dan mohon maaf apabila ada salah2 kata yg kurang berkenan dihati saudara2ku sekalian. Eratkan pegangan, rapatkan barisan, waspada terhadap bahaya sekitar dari musuh yg sebenarnya, jangan karena pembelaan atas nama kelompok membuat kita menjadi dendam dengan saudara kita sendiri. Salam hana --- In [email protected], Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamu'alaikum wr. wb > > Catatan: > ====================================== > Posting ini sebetulnya sudah saya post sabtu lalu ketika diskusi dengan > Hana. Ada 3 posting sebenarnya, termasuk respon terakhir saya untuk > Hana. Tetapi, ketiganya tidak bisa masuk. Hikmahnya, barangkali Allah > memang menghendaki diskusi saya dengan Hana selesai:-) Dua posting akan > saya ulang post karena topiknya umum-umum saja. Ini yang pertama:-) > ====================================== > > Saya tak pernah membatasi sumber bacaan saya. Jadi, buku HT pun cukup > banyak yang saya baca, terutama karya-karya Taqiyyuddin An Nabhani. > Saya bahkan pernah baca konsep undang-undang dasar yang digagas HT, > judulnya lupa-lupa ingat, Nidham Asazi mungkin. Kesan yang saya > peroleh, bagi HT khilafah itu struktur kelembagaannya sangat definitif. > Struktur kekuasaannya harus global dan tunggal. > > Dalam posting ini saya ingin memberikan satu dimensi lain berkenaan > dengan tuntutan keglobalan dan ketunggalan tersebut. Saya sendiri > mengakui ada semangat keglobalan dan ketunggalan dalam khilafah, tetapi > implementasinya - IMHO - tidak seketat yang dituntut oleh rekan-rekan > HT, dan mungkin rekan-rekan dari harakah lain. Sebagai seorang muslim, > tentu saja saya tidak mengada-ngadakan hal tersebut berdasarkan pikiran > saya sendiri. Pemahaman saya muncul dari membaca teks surat-surat > Rasullah SAW kepada para penguasa pada zamannya. Saya kutipkan > sebagiannya di sini: > > "Bismillahir Rahmanir Rahiim. > Dari Muhammad Rasulullah, kepada Haudzah bin Ali. Salam sejahtera > kepada siapa pun yang mengikuti petunjuk. Ketahuilah bahwa agamaku akan > menang dan akan dianut oleh orang-orang kaya dan miskin. Masuklah ke > dalam Islam, niscaya Anda akan selamat, akan kuberikan apa yang berada > di bawah kekuasaan Anda saat ini." > > Haudzah bin Ali adalah penguasa Yamamah. Dari surat ini, jelas > Rasulullah akan mempertahankan kekuasaan politik dari Haudzah bin Ali, > bila dia berkenan masuk Islam. > > "Bismillahir Rahmanir Rahiim. > Dari Muhammad Rasulullah, kepada al Harits bin Abu Syamr. Salam > sejahtera kepada siapa yang mengikuti petunjuk, beriman kepadanya dan > membenarkannya. Sesungguhnya aku mengajak Anda untuk beriman kepada > Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, niscaya akan kekal kerajaan Anda." > > Al Harits bin Abu Syamr adalah penguasa Damaskus. Perhatikan, > Rasulullah tidak akan meruntuhkan kekuasaan politik Al Harits. Hal ini > diperkuat dengan surat lain, yang dikirim ke Raya Amman. > > "Bismillahir Rahmanir Rahiim. > Dari Muhammad bin Abdullah, kepada Jaifar dan Abd, putra al-Julunda. > Salam sejahtera kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba'du. > Sesungguhnya aku menyeru Anda berdua dengan seruan Islam. Masuklah ke > dalam Islam, niscaya Anda berdua akan selamat. Sesungguhnya aku adalah > Rasul Allah kepada seluruh manusia, untuk memberi peringatan kepada > orang yang hidup dan ... (saya ganti titik-titik karena saya ragu > terhadap terjemahannya). Jika Anda berdua menolak mengakui Islam, maka > kekuasaan Anda akan lenyap, dan pasukanku akan mendatangi negeri Anda, > serta nubuwahku akan mengalahkan kerajaan Anda." > > Isi surat di atas jelas sekali berkenaan dengan jaminan pelestarian > kekuasaan politik dari raja Amman, jika mereka masuk Islam. Karena jika > mereka menolak, Rasulullah justru akan melenyapkan kekuasaan mereka. > > Kisah Najasyi juga menghadirkan dimensi yang sangat menarik. Najasyi > merespon surat Rasulullah dengan masuk Islam. Dan beliau tetap menjadi > raja Habasyah sampai beliau meninggal, dan digantikan oleh penerusnya. > Nabi kemudian juga menulis surat lagi kepada penggantinya, namun tidak > ada riwayat yang mengkisahkan apakah penggantinya masuk Islam ataukah > tidak. > > Bagaimana kira-kira bila ada dua raja dari wilayah kekuasaan yang > berbeda, merespon surat Rasulullah dengan masuk Islam? IMHO, tentu saja > Rasulullah akan membiarkan kekuasaan politik dua raja ini tetap > berjalan seperti apa adanya. > > Nah, implementasinya saat kita menggagas konsep khilafah hari ini > kira-kira bagaimana? Ayo kita diskusikan, nyantai dan cool-cool > sajalah:-) > > Wassalaamu'alaikum wr. wb. > B. Samparan > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search > that gives answers, not web links. > http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC > --------------------------------- Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]

