Wa'alaikum salam wr wb, Memang kalau ulama yang dalam ilmunya, tidak gampang mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya meski mungkin punya perbedaan pendapat.
Yang berbahaya mungkin sebagian orang awam yang jadi pengikutnya. Untuk itu memang para ulama yang jadi panutan harus menjaga dan menegur anak buahnya yang bertindak kelewat batas. Ini seperti Nabi yang marah dan menegur kelompok Aus dan Khazraj yang saling membanggakan diri dan hendak perang satu sama lain. Kita perlu belajar dengan ulama Salaf yang merupakan Imam Madzhab seperti Imam Maliki, Syafi'ie, Hanafi, dan Hambali yang saling hormat menghormati satu sama lain meski berbeda pendapat. Demikian pula para mengikutnya. Mereka semua mengaku bahwa selama dalam 4 madzhab yang berbeda, insya Allah tetap masuk surga. Terkadang terjadi perbedaan penafsiran Al Qur'an dan Hadits. Tapi Allah telah melarang kita untuk berdalam2 mempertentangkan ayat Al Qur'an yang tidak jelas sehingga timbul perpecahan. 3. Ali 'Imran 7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. [183]. Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah. [184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain. Wassalam --- Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Benarkah Perkataan Orang Bahwa Jamaah-jamaah islam > Termasuk Sekte > Sempalan yang Diperintahkan Oleh Nabi untuk > Menjauhinya > > (Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz) > > Pertanyaan: Wahai Syaikh yang mulia, ada orang > mengatakan bahwa > jamaah-jamaah Islam yang ada termasuk sekte sempalan > yang menyeru ke > neraka jahanam dan diperintahkan oleh Nabi untuk > menjauhinya. Menurut > Anda, apakah pendapat ini salah? > > Jawaban: Jamaah yang menyeru kepada Kitabullah dan > sunnah Rasul-Nya > tidak termasuk sekte sesat, akan tetap mereka > termasuk al-firqah > an-najiyyah (golongan yang selamat) yang disebutkan > dalam sabda beliau > : > > Orang-orang Yahudi terpecah menjadi 7, golongan, > orang-orang Nasrani > terpecah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan > terpecah menjadi 73 > golongan; semuanya berada di neraka, kecuali satu > golongan. Para > sahabat bertanya, Siapakah mereka itu, wahai > Rasulullah? Beliau > menjawab, Orang-orang yang menempuh jalan seperti > yang aku dan parc > sahabatku tern puh pada han ml. Dalam riwayat lain > disebutkan, yaitu > al-jamaah. > > Artinya, al-firqah an-najiyyah adalah kelompok lurus > yang menempuh > jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW dan para > sahabatnya ra. berupa > mentauhidkan Allah, menaati perintah-perintah-Nya, > dan meninggalkan > larangan-larangan-Nya serta istiqamah menjalankan > itu semua; baik dalam > perkataan, perbuatan, maupun keyakinan. > Jamaah-jamaah Islam itu adalah > pengikut kebenaran. Mereka adalah para penyeru > kepada petunjuk meskipun > berbeda negeri mereka. Sebagian mereka ada di > Jazirah Arab, Syam, > Amerika, Mesir, negeri-negeri Afrika, dan Asia. > Mereka adalah jamaah > yang banyak, yang dikenal dengan akidah dan amal > mereka. Apabila mereka > berada pada jalan tauhid, beriman kepada Allah dan > Rasul-Nya, dan > istiqamah di atas dinullah yang disampaikan oleh > Al-Kitab dan sunnah > RasulNya, maka mereka adalah Ahlussunnah wal jamaah > meskipun mereka > tersebar di berbagai negeri yang banyak. Akan > tetapi, jumlah mereka > (ahlussunnah) pada akhir zaman sangat sedikit. > > Kesimpulannya; yang menjadi ukuran adalah > keistiqamahan mereka terhadap > kebenaran. Apabila seseorang atau sebuah jamaah > didapati menyeru kepada > Kitabullah dan sunnah RasulNya serta mengajak untuk > mentauhidkan Allah > dan mengikuti syariat-Nya, maka mereka itulah > al-jamaah dan mereka > itulah aI-firqah an-najiyyah. Adapun orang yang > menyeru kepada selain > Kitabullah dan selain sunnah Rasulullah, maka orang > itu tidak termasuk > al-jamaah. Akan tetapi, dia termasuk ke dalam sekte > sesat lagi binasa. > Al-firqah an-najiyyah adalah orang-orang yang > mendakwahkan Al-Kitab dan > As-Sunnah. Meskipun di antara mereka ada jamaah di > sini dan jamaah di > sana selama tujuan dan akidahnya satu, maka tidak > ada ruginya apabila > ada sebutan Ansharus Sunnah, lkhwanul Muslimin, atau > sebutan lainnya. > > Yang penting adalah akidah dan perbuatan mereka. > Apabila mereka > istiqamah di atas kebenaran dan di atas tauhidullah, > menjalankannya > dengan ikhlas, dan mengikuti Rasulullah baik dalam > perkataan, > perbuatan, maupun keyakinan, maka namanama itu tidak > membawa madharat > bagi mereka. Akan tetapi, hendaknya mereka selalu > bertakwa kepada Allah > dan berlaku jujur dalam hal itu. Apabila sebagian > mereka menamakan diri > Ansharus Sunnah, Salafiyyun, lkhwanul Muslimin, atau > jamaah anu, maka > tidak ada madharatnya jika datang kebenaran. > Hendaknya mereka > senantiasa istiqamah di atas kebenaran, mengikuti > Kitabullah dan > As-Sunnah, menerapkan hukum keduanya, dan istiqamah > terhadap keduanya; > baik dalam keyakinan, perkataan, maupun perbuatan. > Apabila sebuah > jamaah salah dalam suatu hal, maka wajib bagi orang > yang memiliki ilmu > untuk mengingatkan dan menunjukkan mereka kepada > kebenaran jika > dalilnya jelas. > > Artinya, kita harus saling membantu dalam kebajikan > dan ketakwaan dan > memberikan solusi terhadap permasalahan kita dengan > ilmu, hikmah, dan > cara yang baik. Jamaah atau siapa saja yang salah > dalam perkara yang > menyangkut akidah atau perkara yang diwajibkan atau > diharamkan Allah, > maka mereka harus diperingatkan dengan dalil-dalil > syari dengan lemah > lembut, hikmah, dan cara yang baik hingga mereka > kembali kepada > kebenaran, menerimanya, dan tidak lari darinya. > IniIah kewajiban kaum > Muslimin, yaitu saling tolong-menolong dalam > kebajikan dan ketakwaan, > saling menasihati, dan tidak saling menelantarkan > sehingga musuh > berkeinginan untuk menguasai mereka. > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Tonight's top picks. What will you watch tonight? > Preview the hottest shows on Yahoo! TV. > http://tv.yahoo.com/ > > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________________________________________________________ Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more. http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC

