Mas Bango, Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Syaikh Bin Baaz, Saya mempunyai analisa dan pandangan yang berbeda menyangkut firqah-firqah yang ada saat ini terkait dengan hadits Rasul saw. Bahwa jelas-jelas Rasul saw telah menekankan agar umatnya bersatu hidup berjamaah dalam satu Imaam sesuai dengan Al Quran dan hadits.Kita tidak perlu takut mengakui kebenaran sabda Rasul saw bahwa sempalan-sempalan (firqah-firqah) ini haruslah dijauhi dan kita harus membaiat 'Al Jamaah', sesuai lanjutan sabda tersebut.
Yang jadi masalah besar sekarang ini adalah siapa dan apa 'Al Jamaah' tersebut? Insya Allah para pemimpin kita dahulu tidak alpha akan hal ini dan sebenarnya 'Al Jamaah' sudah ditetapi di Indonesia pada tahun 1953 melalui perdebatan panjang sejak kongres yang bersifat nasional yang diadakan oleh HOS Cokroaminoto pada tahun 1924. Dan berdirinya 'Al Jamaah' sudah diberitahukan ke seluruh penjuru dunia, termasuk Arab Saudi. Jadi jangan dikira Syaikh Bin Baaz tidak tahu. Wassalam, Ahmad Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Benarkah Perkataan Orang Bahwa Jamaah-jamaah islam Termasuk Sekte Sempalan yang Diperintahkan Oleh Nabi untuk Menjauhinya (Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz) Pertanyaan: Wahai Syaikh yang mulia, ada orang mengatakan bahwa jamaah-jamaah Islam yang ada termasuk sekte sempalan yang menyeru ke neraka jahanam dan diperintahkan oleh Nabi untuk menjauhinya. Menurut Anda, apakah pendapat ini salah? Jawaban: Jamaah yang menyeru kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya tidak termasuk sekte sesat, akan tetap mereka termasuk al-firqah an-najiyyah (golongan yang selamat) yang disebutkan dalam sabda beliau : Orang-orang Yahudi terpecah menjadi 7, golongan, orang-orang Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; semuanya berada di neraka, kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya, Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Orang-orang yang menempuh jalan seperti yang aku dan parc sahabatku tern puh pada han ml. Dalam riwayat lain disebutkan, yaitu al-jamaah. Artinya, al-firqah an-najiyyah adalah kelompok lurus yang menempuh jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW dan para sahabatnya ra. berupa mentauhidkan Allah, menaati perintah-perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-larangan-Nya serta istiqamah menjalankan itu semua; baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan. Jamaah-jamaah Islam itu adalah pengikut kebenaran. Mereka adalah para penyeru kepada petunjuk meskipun berbeda negeri mereka. Sebagian mereka ada di Jazirah Arab, Syam, Amerika, Mesir, negeri-negeri Afrika, dan Asia. Mereka adalah jamaah yang banyak, yang dikenal dengan akidah dan amal mereka. Apabila mereka berada pada jalan tauhid, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan istiqamah di atas dinullah yang disampaikan oleh Al-Kitab dan sunnah RasulNya, maka mereka adalah Ahlussunnah wal jamaah meskipun mereka tersebar di berbagai negeri yang banyak. Akan tetapi, jumlah mereka (ahlussunnah) pada akhir zaman sangat sedikit. Kesimpulannya; yang menjadi ukuran adalah keistiqamahan mereka terhadap kebenaran. Apabila seseorang atau sebuah jamaah didapati menyeru kepada Kitabullah dan sunnah RasulNya serta mengajak untuk mentauhidkan Allah dan mengikuti syariat-Nya, maka mereka itulah al-jamaah dan mereka itulah aI-firqah an-najiyyah. Adapun orang yang menyeru kepada selain Kitabullah dan selain sunnah Rasulullah, maka orang itu tidak termasuk al-jamaah. Akan tetapi, dia termasuk ke dalam sekte sesat lagi binasa. Al-firqah an-najiyyah adalah orang-orang yang mendakwahkan Al-Kitab dan As-Sunnah. Meskipun di antara mereka ada jamaah di sini dan jamaah di sana selama tujuan dan akidahnya satu, maka tidak ada ruginya apabila ada sebutan Ansharus Sunnah, lkhwanul Muslimin, atau sebutan lainnya. Yang penting adalah akidah dan perbuatan mereka. Apabila mereka istiqamah di atas kebenaran dan di atas tauhidullah, menjalankannya dengan ikhlas, dan mengikuti Rasulullah baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan, maka namanama itu tidak membawa madharat bagi mereka. Akan tetapi, hendaknya mereka selalu bertakwa kepada Allah dan berlaku jujur dalam hal itu. Apabila sebagian mereka menamakan diri Ansharus Sunnah, Salafiyyun, lkhwanul Muslimin, atau jamaah anu, maka tidak ada madharatnya jika datang kebenaran. Hendaknya mereka senantiasa istiqamah di atas kebenaran, mengikuti Kitabullah dan As-Sunnah, menerapkan hukum keduanya, dan istiqamah terhadap keduanya; baik dalam keyakinan, perkataan, maupun perbuatan. Apabila sebuah jamaah salah dalam suatu hal, maka wajib bagi orang yang memiliki ilmu untuk mengingatkan dan menunjukkan mereka kepada kebenaran jika dalilnya jelas. Artinya, kita harus saling membantu dalam kebajikan dan ketakwaan dan memberikan solusi terhadap permasalahan kita dengan ilmu, hikmah, dan cara yang baik. Jamaah atau siapa saja yang salah dalam perkara yang menyangkut akidah atau perkara yang diwajibkan atau diharamkan Allah, maka mereka harus diperingatkan dengan dalil-dalil syari dengan lemah lembut, hikmah, dan cara yang baik hingga mereka kembali kepada kebenaran, menerimanya, dan tidak lari darinya. IniIah kewajiban kaum Muslimin, yaitu saling tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan, saling menasihati, dan tidak saling menelantarkan sehingga musuh berkeinginan untuk menguasai mereka. __________________________________________________________ Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on Yahoo! TV. http://tv.yahoo.com/ Wassalam, Ahmad --------------------------------- Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder tool. [Non-text portions of this message have been removed]

