Apa yang Diajarkan Kalimah Thayyibah?
   
   
  Jika demikian, apa yang ditanamkan oleh kalimah thayyibah itu? Dan apa 
perbedaan antara orang Islam dengan orang kafir setelah menerima pengetahuan 
ini? 
   
   
  Pertama, tunduk kepada Allah. Hal pertama yang kita peroleh dari kalimah 
thayyibah adalah bahwa kita adalah hamba Allah semata. Pahamilah sungguh – 
sungguh kebenaran mendasar ini, maka secara otomatis kita akan terdorong untuk 
merealisasikannya; bahwa di dunia ini kita harus hidup sesuai dengan kehendak 
Tuhan, Tuan kita.
   
   
  Kedua, mematuhi Nabi saw. hal kedua yang diajarkan kalimah thayyibah adalah 
bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah. Dengan menyadari hal ini, akan tumbuh 
rasa percaya diri bahwa untuk menumbuhkan bunga dan buah di dunia ini sebagai 
ganti dari tumbuhan yang berduri dan beracun, kita mesti menanami kebun kita 
dengan apa yang beliau ajarkan. Jika kita mengikuti cara – cara beliau, kita 
akan menuai kebaikan di akhirat. Tetapi, jika kita melakukan perbuatan yang 
berlawanan dengan cara yang beliau ajarkan, kita kan menanam pohon berduri di 
dunia ini, dan itulah yang akan kita panen nanti.
   
   
  Tindakan Harus Sesuai dengan Pengetahuan
   
   
  Jika kita telah menerima pengetahuan ini, tindakan kita harus disesuaikan 
dengannya. Jika   kita yakin bahwa kita pasti akan mati, bahwa ada kehidupan 
lain setelah di dunia ini, dan bahwa dalam kehidupan lain itu kita harus 
memanen atas dasar tanaman yang kita tumbuhkan di dunia, tidak mungkin bagi 
kita untuk tidak mengikuti jalan hidup sebagaimana yang dituntunkan oleh Nabi 
saw. Mengapa kita harus mengolah lahan kita di dunia ini? Sedehana saja: karena 
tidak akan ada tumbuhan yang bisa tumbuh bila kita tidak menanamnya, dan bila 
tidak ada tumbuhan, kita akan mati kelaparan. Jika kita tidak memiliki tumbuhan 
ini, jika kita membayangkan bahwa tumbuhan bisa tumbuh tanpa harus dengan 
pengolahan, kita tidak akan pernah bekerja mengolah lahan tersebut. Ini 
artinya, tindakan kita sangat didorong oleh pengetahuan kita.
   
   
  Sekarang renungkanlah di mana posisi kita. Kita telah menyatakan bahwa Allah 
adalah Tuhan kita dan Muhammad saw adalah utusan-Nya. Kita juga beriman akan 
adanya kehidupan akhirat. Lalu, mengapa tindakkan kita masih berlawanan dengan 
Al-Quran dan Sunnah Nabi? Ini tidak lain adalah karena lemahnya iman kita. Jika 
kita benar – benar beriman bahwa nasib kita di akhirat tergantung pada 
kehidupan kita di dunia ini, kita mestinya tidak mengabaikan perintah Allah di 
dunia ini. Hanya dari orang yang benar – benar tidak beriman apa yang 
disemaikannya akan menghasilkan pohon berduri dan bahwa pohon berduri itu akan 
membuatnya susah, maka dia akan mengabaikan perintah – perintah Allah. Kita 
tentu tidak akan menggenggam bara karena kita sadar bahwa hal tersebut akan 
membakar kita. Hanya bayi saja yang akan melakukan hal ini karena mereka tidak 
mengetahui apa yang bakal terjadi.  
   
   
  Insyaallah bersambung…
   
   
  (Sumber : al-Maududi, Abul A’la . Let Us Be Muslims / Menjadi Muslim Sejati, 
Jogjakarta : Mitra Pustaka, 1998)

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke