Pelajaran dari Dialog Imam Abu Hanifah dengan Khawarij Dari apa yang kita lihat dari dialog Imam Abu Hanifah kemarin, secara implisit bisa kita simpulkan bahwa dalam mengkafirkan seseorang perlu diperhatikan sebagai berikut: - Orang - orang yang durhaka (bermaksiat) dari umat Muhammad saw. semuanya adalah tetap orang - orang muslim juga dan bukan orang - orang kafir, jadi tidak seperti anggapan kelompok yang menganggap bahwa orang yang berdosa, otomatis menjadi kafir, tanpa melakukan tabayyun, dan sembarangan dalam menjatuhkan vonis tanpa melalui mahkamah syariah (pengadilan) terlebih dahulu. -Menurut Abu Hanifah, perbuatan kedua orang tersebut tidak memenuhi syarat perbuatan yang mengakibatkan kekafiran. -Seseorang divonis kafir berdasar pada hal yang zhahir (yang nampak), ada pun terhadap keduanya sudah tidak bisa dilakukan tabayyun lagi. Padahal dalam menentukan seseorang kafir atau tidak, ada cara-cara pembuktian tertentu. -Tidak sembarang orang layak memvonis orang lain adalah kafir. Bandingkan dengan intisari pendapat pendapat Khawarij 1. Mereka mengakui keabsahan kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Adapun Usman, menurut pendapat mereka, telah menyimpang pada akhir masa khilafahnya dari keadilan dan kebenaran, karena itu ia selayaknya dibunuh atau dimakzulkan. Dan bahwasanya Sayyidina Ali juga telah melakukan dosa besar dengan mentahkimkan selain Allah. Dan bahwasanya kedua hakim penengah (yakni Amr bin Ash dan Abu Musa al-Asyari), dan orang orang yang telah menunjuk mereka sebagai hakim penengah (yakni Sayyidina Ali dan Muawiyah), dan orang orang yang menyetujui pentahkiman mereka itu (yakni seluruh pengikut Ali dan Muawiyah), semua mereka orang orang berdosa, dan bahwasanya semua orang yang ikut dalam Perang Unta, termasuk Thalhah, Zubair dan Aisyah Ummul Mukminin, telah melakukan dosa yang amat besar. 2. Dosa dalam pandangan mereka, sama dengan kekufuran. Mereka mengkafirkan setiap pelaku dosa besar apabila mereka tidak bertobat; dan atas dasar inilah mereka secara terang terangan mengkafirkan semua sahabat Nabi saw. yang disebutkan namanya di atas, bahkan mereka tidak segan segan mengumpat dan melaknat mereka. 3. Selain dari itu, mereka mengkafirkan kaum muslimin secara keseluruhan karena, pertama, mereka tidak suci dari dosa dosa. Dan kedua,, karena mereka tidak hanya menganggap para sahabat Nabi saw tadi sebagai orang mukmin saja, tapi bahkan telah menjadikan sebagai imam imam mereka, serta menetapkan hukum hukum syariat dengan hadits hadits yang diriwayatkan dari orang orang itu. Diolah dari berbagai sumber. Insyaallah bersambung..
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

