BERSABARLAH SAUDARAKU DI GAZA
2008-01-21 15:29:30
kispa.org - Hari-hari seperti ini. Lemparkanlah khayalan kita saat bersama ibu
dan bapak. Isteri dan anak-anak. Di sebuah malam di bawah langit yang jernih.
Saat kita semua ada dalam satu rumah. Tapi rumah kita itu, sudah tak lagi
berpintu, dan tak mempunyai jendela. Tak ada air. Tak ada listrik..
Anak-anak kita menangis karena lapar dan dingin. Isteri kita juga begitu
menderita karena sakit namun tak bisa membeli obat. Bukan hanya karena tak ada
biaya untuk membelinya, tapi juga karena tak ada obat yang bisa digunakan untuk
menyembuhkannya. Orang tuamu, keduanya sudah renta dan ringkih. Juga tengah
dililit lapar. Tubuh mereka sudah lemah dan penyakitnya kian hari terus
bertambah.
Bayangkanlah diri kita dalam kondisi seperti ini. Tidak mempunyai uang untuk
membeli makanan, dan obat. Lalu, ketika kondisi begitu mendesak kita pun keluar
rumah untuk mencari pertolongan bersama anak dan orang tua. Kita berjalan kaki
menembus dinginnya malam, menuju rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, engkau
melihat pemandangan yang lebih mengiris hati. Karena ada ratusan orang yang
sudah lebih dahulu tiba dan menanti pengobatan dari rumah sakit. Anak-anak,
kaum perempuan, orang-orang tua. Mereka semuanya menunggu pengobatan. Tapi tak
ada obat. Tidak ada sarana pengobatan, karena listrik sudah terputus dan mereka
semua berada dalam gelap.
Saudaraku,
Inilah episode kepedihan yang sesungguhnya terjadi. Di Gaza Palestina, yang
telah diisolir secara keji oleh Israel selama lebih dari enam bulan. Inilah
sebagian kecil pemandangan duka tentang kondisi masyarakat Muslim Gaza. Padahal
Allah swt befirman, "Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan itu satu
sama lain saling bantu membantu. " Padahal Allah swt berfirman, "Sesungguhnya
kaum Mukminin itu saudara... " Padahal, Rasulullah saw mengingatkan kita,
"Perumpamaan kaum Mukmin dalam kasih sayang dan kecintaan antar mereka seperti
satu tubuh. Bila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, niscaya akan sakit
seluruh tubuhnya dan tidak dapat tidur. "
Pemandangan duka yang terjadi di Palestina sesungguhnya mendobrak ingatan kita
tentang kelalaian selama ini. Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di
Palestina adalah kenyataan yang jelas tentang ketidakpedulian kita dengan
kondisi saudara sesama Muslim di Palestina. Kita, mungkin ada yang termasuk
dalam hadits Rasulullah saw, "tidak pernah memerah wajahnya karena marah"
akibat penistaan yang dilakukan musuh-musuh Islam terhadap saudara-saudara
Muslim. Kini, jumlah korban sudah mencapai angka ratusan orang. Dan sebagian
besar mereka adalah para pasien yang sakit dan anak-anak!!
Saudaraku,
Israel telah kuasai 80% aliran listrik di Gaza
Israel telah kuasai 100% air di Gaza
Israel telah menguasai 70% bahan bakar di Gaza...
Saudaraku, Ikhwanku,
Apa yang terjadi di Gaza bukanlah isolasi, bukan pengepungan, bukan embargo.
Tapi pembunuhan terhadap banyak orang yang lebih memilih hidup dengan harga
diri dan kemuliaan. Yang dilakukan Israel adalah pembunuhan massal bagi
orang-orang yang memilih Islam sebagai jalan hidup mereka..
Ikhwanku, umat Islam
Lebih dari satu juta orang Muslim hidup di Gaza. Mereka semuanya menghadapi
pembantaian massal itu. Kenapa? Karena mereka ingin Islam menjadi aturan
pemerintah mereka. Karena mereka tidak memilih sistem sekuler. Karena mereka
ingin hidup mulia dan merdeka bersama Islam. Karena mereka memilih melawan
menghadapi para penjajah. Karena mereka mengatakan, "Kami akan memerangi kalian
wahai Zionis Israel dengan semua tulang belulang kami. Dengan seluruh janin
yang ada di rahim ibu-ibu kami. Dengan seluruh jiwa yang udara ini. Dengan
seluruh tetes darah dan semua aliran nafas kami.. "
Saudaraku, Ikhwanku...
Saudara-saudara kita di Gaza hidup dengan penderitaan yang begitu menyakitkan.
Lihatlah bagaimana kondisi masyarakat yang tercekik oleh tingginya harga bahan
makanan pokok yang menjadi kebutuhan mereka sehari-hari. Lihatlah bagaimana
banyak orang yang usahanya bangkrut. Bayangkanlah bagaiamana masyarakat selalu
dihantui rasa takut. Bagaimana masyarakat yang merasakan seluruh hidupnya
adalah kepahitan belaka. Upaya mencari nafkah menjadi pahit. Hidupnya menjadi
pahit. Keluar rumah melihat kepahitan. Di dalam rumah mendapatkan kepahitan.
Tidurnya dalam kepahitan. Bangunnya dalam kepahitan. Melihat kepahitan di mata
anak-anak mereka dan orang tua mereka. Hingga kepahitan dalam matanya sendiri.
Saudaraku yang kucinta karena Allah,
Terhentinya 4000 pabrik di Gaza. Tutupnya 3000 usaha di Gaza benar-benar
membuat kehidupan menjadi lumpuh. Tak ada lagi aktifitas ekonomi di sana.
Kecuali hanya pemberian dan tukar menukar barang. Anda memberinya minyak, lalu
yang diberi memberikan Anda tepung. Anda memberikan tepung, lalu yang diberi
memberikan Anda telur. Begitu dominasi kenyataan hidup mereka.
Air di Gaza, sudah terkena wabah penyakit. Bagaimanakah kondisi mereka karena
air adalah kebutuhan manusia untuk bisa bertahan hidup? Tapi mereka memang
benar-benar nyaris tak punya pilihan saudaraku...
Lebih dari 70% keluarga di Gaza hidup di bawah kemiskinan. Di manakah
organisasi HAM? Yang selama ini begitu konsentrasi membantu banyak manusia di
Afrika dan aktif berbicara tentang kemiskinan dan kelaparan? Hari ini,
kemiskinan, dan kelaparan terjadi di Palestina. Di samping Israel yang mengaku
demokratis dan mengklaim di hadapan negara Barat sebagai contoh negara yang
demokratis. Di manakah demokrasi, di saat banyak orang memilih pemerintahan
Islam?
Ikhwanku...
Lebih dari 65 ribu pemuda Gaza sudah putus dari bekerja. Tidak ada pabrik dan
tempat usaha tempat mereka bekerja. Lebih dari 80% penghasilan kebun menjadi
murah karena harga turun drastis. Para petani di Gaza, bekerja menyirami kebun,
memelihara tanaman mereka, dari pagi hingga mentari terbenarm. Lalu, saat
mereka panen, dikatakan bahwa hasil panen mereka tidak bisa dijual kecuali
hanya 20% saja. Sisanya terbuang begitu saja.
Jalan-jalan diblokade. Jembatan ditutup. Masyarakat hidup dalam kerugian yang
terus menerus. Sejumlah pengamat menduga bahwa Gaza di ambang krisis ekonomi
paling parah dan krisis kemanusiaan sekaligus. Karena kekurangan obat, karena
kekurangan pangan, karena tingginya bahan makanan, karena mereka dilarang untuk
mencari alternatif di luar Gaza..
Ikhwanku, saudaraku,
Ada lebih dari 450 orang pasien kanker di Gaza. Lebih dari 400 orang menderita
gagal ginjal. Lebih dari 450 orang mengalami sakit jantung. Mereka kini
terancam meninggal karena tidak adanya pengobatan yang layak untuk menolong
mereka. Terlebih dari itu, mereka tidak boleh keluar dari "kerangkeng" Gaza.
Israel telah melarang lebih dari 300 ribu orang yang meminta untuk keluar Gaza
untuk keperluan pendidikan. Kenapa? Karena mereka khawatir bila kelak
orang-orang Palestina itu kembali ke negaranya menjadi tokoh dan pakar yang
mampu mengatur permasalahan negaranya. Israel ingin Palestina dipenuhi oleh
orang-orang bodoh dan terbelakang. Agar Gaza hanya menjadi tempat buruh yang
siap dipekerjakan dengan menggantungkan diri pada pihak lain, penjajah Israel.
Yaa Allah... Yang Maha Pengasih. Kasihilah penduduk Gaza.. Kasihilah anak-anak
mereka yang masih menyusui. Kasihilah orang-orang tua mereka yang sudah renta.
Kasihilah semua pejuang-Mu di Gaza...
Saudaraku, Ikhwanku yang dikasihi Allah...
Dalam laporan NCRP Amerika yang berbasis di Washington disebutkan bahwa besar
bantuan sosial tahun 1998 adalah 175 milyar dolar. Ada 44% dari angka tersebut
dialirkan untuk mendukung gereja, proyek penyebaran agama Kristen, dan berbagai
lembaga agama lain seperti Yahudi. Lihatlah, jumlah 44% itu hampir sama dengan
70 juta dolar. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa donatur-donatur besar
itu berasal dari orang per orang, lembaga dan institusi. Khusus lembaga dan
institusi, disebutkan menyumbang sekitar 27 milyar dollar. Itu laporan di tahun
1998.
Tahukah kita bahwa lebih dari 37600 situs internet adalah milik Institusi
Yahudi yang didukung oleh dana bantuan hanya dari Amerika saja? Bayangkanlah
apa yang diterima oleh Paus dan gereja Katholik di Roma. Vatikan seperti sudah
maklum memiliki pesawat khusus. Kapal pesiar khusus. Bahkan pasukan khusus yang
bisa dikatakan sebagai negara dalam negara di Italia.
Sabarlah wahai penduduk Gaza...
Sabarlah wahai saudaraku di Palestina..
Sungguh meski mereka menentang dan memerangimu dengan segala cara
Meski mereka menghalangi obat, makanan dan air dari kalian
Tapi kalian takkan pernahy terkalahkan
Bersama kalian ada Yang Maha Kuat Yang Tak Mungkin Terkalahkan
Saudaraku, ikhwanku..
Apa yang bisa kita katakan untuk bencana seperti ini???
Saudaramu, Ikwan di Indonesia
"Allahummar zuqna syahadata fi sabiilik"
(M. Lili Nur Aulia/eramuslim/fn)
Lainnya:
MISHAL: TUNJUKKAN PERAN DAN TANGGUNG JAWAB KALIAN!
2008-01-21 13:36:54
GAZA GELAP GULITA, RAKYAT PALESTINA BUTUH BANTUAN!!!
2008-01-21 10:01:18
MENGAPA MASYARAKAT DUNIA MEMBIARKAN KEJAHATAN PENJAJAH ISRAEL DI JALUR GAZA???
2008-01-21 09:54:02
----------------------------------------------------------------------
PT. Galenium Pharmasia Laboratories
Jl. Aditiawarman No. 67, Kebayoran Baru
Jakarta 12160
Telp : 021 7228601
Fax : 021 7393408
www.galenium.com
----------------------------------------------------------------------
GPL Proprietary
The information contained in this electronic communication and its
attachments (if any) is confidential and subject to legal privilege.
The information is intended only for use of the individuals(s) to
whom it is addressed. If you are not an intended recipient, or the
agent or employee responsible to deliver it to an intended
recipient, you are hereby notified that any use, dissemination,
distribution or copying of this communication is strictly prohibited.
If you have received this electronic communication in error, please
delete it and immediately notify me by sending a return e-mail to
the address in this e-mail. Thank you.
----------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]