Pesan Untuk Pendidikan Anak
<http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=106>

<http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&task=view&id=106&pop=1&page=0&Itemid=19>

<http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=106&itemid=19>


Dikirim Oleh Kontributor Special || Ahad, 11 Juni 2006 - Pukul: 12:48 WIB

*Sesungguhnya nikmat (yang diberikan) Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak
terhitung dan diantara nikmat-nikmat yang sangat agung dan mulia adalah
nikmat anak.* Allah Ta'ala berfirman: *"Harta dan anak-anak adalah perhiasan
kehidupan dunia."* (Al-Kahfi: 46). Nikmat yang sangat agung ini adalah
merupakan satu amanah dan tanggung jawab bagi kedua orang tua dan akan
ditanya tentang nikmat tersebut pada hari Kiamat, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda: *"Masing-masing kalian adalah pemimpin dan
masing-masing kalian (akan) ditanya tentang kepemimpinan-nya: Seorang imam
adalah pemimpin dan dia (akan) ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang
laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia (akan) di tanya tentang
kepemimpinannya."* (Muttafaq 'Alaih).

Allah *Ta'ala *berfirman, yang artinya: "* Wahai orang-orang yang beriman
jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka."* Ibnul Qayyim
radhiyallah 'anhu  berkata:"Barangsiapa menelantarkan pendidikan anaknya
dan  meninggalkan apa yang bermanfaat buat  mereka, maka dia telah merusak
masa depan anak; kebanyakan  anak tidak bermoral  hanya karena bapak
mereka  tidak peduli terhadap pendidikan mereka , sehingga para bapak  tidak
dapat  mengambil manfaat dari anak, dan  anak (pun) tidak akan memberikan
manfaat kepada bapaknya ketika telah besar."

Kepada seluruh ayah, ibu dan pendidik (kami berikan) pesan dan nasehat yang
singkat semoga Allah memberikan manfaat dengannya:

   - Landasan utama dalam pendidikan anak-anak adalah menanamkan nilai
   'ubudiyah (peribadahan) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala  dalam hati mereka,
   serta memelihara dan menjaganya dalam diri mereka. Diantara nikmat-nikmat
   Allah yang diberikan kepada kita adalah bahwa seorang anak dilahirkan diatas
   agama islam, agama fithrah. Maka hal itu tidaklah membutuhkan kecuali
   menjaga dan memeliharanya serta senantiasa membantu mereka agar tidak
   menyimpang dan tersesat.
   - Ayah dan ibu dianggap beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
   ketika mendidik, berinfak, menjaga, mengawasi, dan mengajari (anak-anaknya)
   bahkan sampai ketika membahagiakan me-reka dan bersenda gurau dengan mereka,
   apabila ayah dan ibu meng-harapkan yang demikian itu, maka mereka akan
   mendapat pahala. Memberikan nafkah kepada anak-anak adalah merupakan ibadah
   sebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda:*"Satu dinar
   yang engkau infaqkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infaqkan kepada
   hamba sahaya, satu dinar yang engkau sedekahkan kepa-da orang miskin dan
   satu dinar yang engkau infaqkan kepada keluargamu, yang paling besar
   pahalanya adalah satu dinar yang engkau infaqkan kepada keluargamu*."
   (HR. Muslim).


   - Harus mengikhlaskan (niat) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala  dalam
   mendidik anak, jika seorang pendidik menginginkan dunia maka keikhlasannya
   telah rusak. Tidak diragukan lagi bahwa tujuan mendidik anak adalah mencari
   pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
   - Do'a adalah ibadah. Para nabi dan rasul telah berdo'a untuk
   anak-anak dan isteri-isteri mereka:*"Wahai Rabb kami berikanlah kepada
   kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati
kami."*(Al-Furqan: 74) Dan ketika Ibrahim berkata:"
   *Wahai Rabbku jadikanlah negeri ini negeri yang aman serta jauhkanlah
   aku dan anak-anakku dari menyembah berhala-berhala." *(Ibrahim:
   35)Berapa banyak do'a-do'a dapat meringkaskan lamanya perjalanan tarbiyah?
   Pilihlah waktu-waktu dikabul-kannya do'a dan jauhilah
   penghalang-penghalangnya, rendahkanlah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
   dan memohonlah dihadapanNya agar Allah memberikan petunjuk kepada
   keturunanmu dan menjauhkan setan darinya.
   - Wajib bagi Anda mencari harta yang halal dan menjauhi yang
*syubhat*(samar) serta janganlah (sampai) engkau terjatuh dalam
keharaman.
   Sesungguhnya telah shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa
   beliau bersabda:*"Setiap jasad yang tumbuh dari harta yang haram, maka
   neraka lebih pantas baginya."*Ayah dan ibu jangan mengira bahwa harta
   yang haram itu ada dalam riba, mencuri dan uang suap semata. Bahkan sampai
   ada dalam menyia-nyiakan waktu bekerja, dan mema-sukkan harta yang haram
   tanpa ada timbal baliknya. Maka kebanyakan para pegawai,  pengajar dan
   pekerja meremehkan pekerjaan  mereka dan terlambat dari waktu kerja beberapa
   detik. Demikian pula memakan harta manusia dengan bathil dan merampas
   hak-hak mereka. Pilihlah harta yang halal walaupun sedikit (jumlahnya)
   sesungguhnya di dalamnya ada berkah yang besar.
   - Teladan yang baik adalah merupakan (sarana) *tarbiyah* yang sangat
   penting. Maka bagaimana (mungkin) anakmu bersemangat melaksanakan shalat
   sedangkan dia melihatmu menyia-nyiakan shalat? Dan bagaimana (mungkin)
   anakmu men-jauhkan diri dari lagu-lagu dan lawakan sedangkan dia melihat
   kedua orang tuanya senantiasa mendengar-kannya?
   - Sabar adalah hal yang telah dilupakan oleh sebagian orang tua. Sabar
   adalah merupakan sebab-sebab terpenting dalam keberhasilan tarbiyah. Maka
   Anda wajib bersabar,  atas teriakan anak yang masih kecil dan jangan marah,
   bersabarlah ketika dia sakit dan berharap pahala dari Allah, saat
   menasehatinya dan jangan bosan, saat Anda menunggu anak agar dia keluar
   bersama Anda untuk shalat, dan saat engkau duduk di masjid setelah sholat
   ashar agar anak Anda menghafal (Al-Qur'an) bersama Anda. Dan bergembiralah
   sesungguhnya Anda ada dalam jalan jihad.
   - Shalat, adalah kewajiban yang sangat agung dan inti yang kedua dari
   kewajiban agama didiklah anak Anda agar  tahu tentang pentingnya dan
   agungnya kedudukan sholat. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah
   bersabda sebagaimana hal itu diriwayatkan oleh Imam Ahmad: "*Perintahkanlah
   anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka (jika
   meninggalkan) shalat pada usia 10 tahun."*Wahai ayah janganlah Anda
   menjadi bodoh, yang mampu menyayangi anaknya dari dinginnya (hawa) pada
   musim dingin tapi  tidak mampu membangunkan anaknya untuk mengerjakan
   shalat. Bahkan jadilah Anda diantara orang-orang yang berakal dan sayangilah
   anakmu dari api neraka  jahannam *wal 'Iyadzu billah*, maka beliau
   Shallallahu 'alaihi wa sallam  telah bersabda:*"Barangsiapa
   mengerjakan shalat Fajar secara berjamaah maka dia ada dalam perlindungan
   Allah."* (HR. Ibnu Majah).
   - Haruslah menjaga hak milik yang khusus dan bagian-bagian pribadi di
   antara anak-anak, serta bersikaplah adil terhadap mereka dalam pergaulan dan
   pemberian serta perhatian dalam pendidikan mereka.
   - Tumbuhkanlah dalam diri anak-anak Anda pengagungan terhadap Allah
   Subhanahu wa Ta'ala , mencintaiNya dan mentauhid-kanNya, dan peringatkanlah
   mereka tentang kesalahan aqidah yang engkau lihat serta peringatkanlah
   mereka dari terjatuh kedalamnya. perintahkan yang ma'ruf dan cegahlah dari
   yang mungkar serta doronglah mereka untuk melakukan hal  tersebut,
   sesungguhnya hal itu menjadi penye-bab tetapnya mereka di atas agama.
   - Kita berada dalam satu zaman yang didalamnya telah tersebar fitnah
   dari segala sisi. Maka jadilah Anda sebagai orang yang membela nasib
   anak-anakmu. Hendaklah engkau mempunyai nasehat yang baik dalam memilihkan
   teman-teman mereka karena sesungguhnya seorang ter-gantung sahabatnya dan
   Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda: "Seorang laki-laki diatas
   agama teman dekatnya maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat kepada
   siapa dia berteman dekat." (HR. At-Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad). Waspadalah
   jangan sampai Anda mengajak mereka ke tempat-tempat yang hanya
   membuang-buang waktu saja atau tempat-tempat yang dida-lamnya ada
   kemungkaran-kemungkaran. Jadilah Anda sebagai ayah, sahabat dan teman bagi
   mereka. Tumbuhkanlah sifat kejantanan dalam diri anak laki-lakimu dan serta
   sifat malu dan kesucian dalam diri anak perempuan-mu, dan tauladan (dalam
   hal) pakaian, nasehat dan persamaan serta janganlah Anda meremehkan
   keluar-nya anak-anak.

Semoga Allah mengumpulkan kita, mereka dan orang tua kita di Surga 'Adn.
Semoga Allah memberikan shalawat kepada Nabi kita Muham-mad, keluaraganya,
dan para saha-batnya semua.

(Dikutip dari: buletin dakwah dengan judul: "Washaya Litarbiyatil Abna'"
terbitan Daar-Al-Qasim, Riyadh)
http://mediamuslim.org/m/kekeluargaan/pesan-untuk-pendidikan-anak.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke