Menurut ulama bila hal/sesuatu itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya maka jatuhnya haram. Dan rokok masuk dalam kategori tsb.
Salam On 2/4/08, Ahmad Al-Badruuni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya tidak perlu mengatakan apakah perokok atau bukan. Disini maksud > pertanyaan saya adalah apakah kita sudah bisa konsisten melaksanakan sunnah > Nabi SAW? Kalau memang rokok diharamkan karena hadits yang menyatakan > dilarang menyia-nyiakan harta, berarti hal-hal lain yang termasuk > menyia-nyiakan harta juga harus diharamkan. > > Surat Al Baqarah ayat 195 yang menerangkan anjuran tidak melakukan hal > yang bisa menjerumuskan kepada kebinasaan hanya bisa dikaitkan kepada > perokok berat yang setiap saat kerjanya hanya merokok dan tidak pandang > tempat dan waktu. > > Jadi saya lebih berpendapat bahwa yang diharamkan adalah merokok dengan > intensitas yang membahayakan tubuhnya sendiri dan juga orang lain. Mengenai > kadarnya harus diadakan riset yang mendalam dari para ahli kedokteran dan > kesehatan. > > Sampai saat ini pakar kesehatan hanya menyatakan : merokok dapat > menyebabkan atau "berpotensi" menganggu ... > tanpa pernah menyebutkan kadarnya yang bisa dipertanggungjawabkan. > > Salam, > Ahmad > > > > *Ummu Hanif <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Apakah anda seorang perokok? > > Kalo beli mobil atau motor jelas ada faedah/manfaatnya walaupun ada efek > sampingnya, > kalo rokok manfaatnya apa sih?? Mubazir udah pasti, penyakit juga dapat.. > so what gito loh? > > Salam > > > On 1/31/08, Ahmad Al-Badruuni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Ummu Hanif, > > > > Kalau kita diharamkan menyia-nyiakan harta, berarti beli mobil > > mewah,beli motor baru juga diharamkan? > > Di Indonesia belum bisa disamakan dengan Arab Saudi mengenai "hal" yang > > satu ini. Alasannya bisa ditanyakan ke MUI kenapa sampai sekarang belum > > difatwakan haram. > > > > Terima kasih, > > Ahmad > > > > *Ummu Hanif <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > > > Ternyata Rokok Itu Haram > > < > > http://majalah-nikah.com/nikah2/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=56 > > > > > < > > http://majalah-nikah.com/nikah2/index2.php?option=com_content&task=view&id=56&pop=1&page=0&Itemid=1 > > > > > < > > http://majalah-nikah.com/nikah2/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=56&itemid=1> > > > > Thursday, > > 03 January 2008 > > > > Berbicara tentang Narkoba tidak jauh berbeda dengan benda yang satu ini. > > Benda yang sangat mematikan dan menghancurkan terutama bagi generasi > > muda > > kita. Benda ini adalah ROKOK.Bagaimanakah sebenarnya hukum rokok > > ditinjau > > dari syariat Islam? > > > > Hukum Rokok Menurut Syariat > > Syekh Ibnu Utsaimin > > > > B > > erbicara tentang Narkoba tidak jauh berbeda dengan benda yang satu ini. > > Benda yang sangat mematikan dan menghancurkan terutama bagi generasi > > muda > > kita. Benda ini adalah ROKOK. Berbagai pertanyaan mengenai hukum rokok > > mengemuka terutama di negeri Indonesia. Banyak kalangan menilai hukum > > rokok > > hanya sampai tingkat makruh. Namun, bagaimanakah hukum rokok sebenarnya > > ditinjau dari syariat Islam? Syekh Ibnu Utsaimin v menjelaskan hukum > > rokok > > menurut syariat yang beliau sertakan dalil-dalil dari Al-Quran maupun > > sunnah. Beliau v berkata,Merokok adalah HARAM hukumnya berdasarkan makna > > yang terindikasi dari zhahir ayat Al-Quran dan As-Sunnah serta i'tibar > > (logika) yang benar. Dalil dari Al-Quran adalah firman-Nya l: > > "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." > > (Al-Baqarah:195). > > Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. > > Wajhud > > dilalah (aspek pendalilan) dari ayat tersebut adalah bahwa merokok > > termasuk > > perbuatan mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan. Sedangkan dalil > > dari As-Sunnah adalah hadits yang berasal dari Rasulullah secara shahih > > bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta > > adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana > > dimaklumi, bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah > > termasuk > > pengalokasian kepada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian > > kepada > > hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan. > > Dalil dari As-Sunnah yang lainnya, sebagaimana hadits dari Rasulullah > > yang > > berbunyi: > > *"Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan juga tidak boleh membahayakan > > (orang > > lain)."* (Riwayat Ibnu Majah, kitab *Al-Ahkam* (2340)) > > > > Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) > > dalam > > syariat, baik bahayanya terhadap badan, akal ataupun harta. Sebagaimana > > dimaklumi pula, bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan > > harta.Adapun dalil dari i'tibar (logika) yang benar, yang menunjukkan > > keharaman merokok adalah karena (dengan perbuatannya itu) si perokok > > mencampakkan dirinya sendiri ke dalam hal yang menimbulkan hal yang > > berbahaya, rasa cemas dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentunya > > tidak > > rela hal itu terjadi terhadap dirinya sendiri. Alangkah tragisnya > > kondisi > > dada sesak si perokok, bila dirinya tidak menghisapnya. Alangkah berat > > dirinya berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu > > menghalangi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya > > berinteraksi dengan orang-orang yang shalih karena tidak mungkin mereka > > membiarkan rokok mengepul di hadapan mereka. Karenanya, Anda akan > > melihat > > dirinya demikian tidak karuan bila duduk-duduk bersama mereka dan > > berinteraksi dengan mereka.Semua i'tibar tersebut menunjukkan bahwa > > merokok > > adalah diharamkan hukumnya. Karena itu, nasihat saya buat saudaraku kaum > > muslimin yang didera oleh kebiasaan menghisapnya, agar memohon > > pertolongan > > kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya, sebab di dalam > > tekad > > yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah serta > > mengharap > > pahala-Nya dan menghindari siksaan-Nya; semua itu adalah amat membantu > > di > > dalam upaya meninggalkan rokok tersebut.Jika ada orang yang berkilah, > > "*Sesungguhnya > > kami tidak menemukan nash, baik di dalam Kitabullah ataupun Sunnah > > Rasul-Nya > > perihal haramnya merokok itu sendiri."* > > Jawaban atas statemen ini, bahwa nash-nash Kitabullah dan As-Sunnah > > terdiri > > dari dua jenis: > > 1. Satu jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith > > (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah di mana mencakup rincian-rincian > > yang banyak sekali hingga Hari Kiamat. > > 2. Satu jenis lagi yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu > > itu > > sendiri secara langsung. > > Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Al-Qur'an dan sebuah > > hadits > > yang telah kami singgung di atas, yang menunjukkan secara umum keharaman > > merokok sekalipun tidak secara langsung diarahkan kepadanya.Sedangkanuntuk > > contoh jenis kedua adalah firman-Nya, > > *"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging > > hewan) > > yang disembelih atas nama selain Allah."* (Al-Ma'idah:3). > > Dan firmanNya, > > *"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, > > (berkorban untuk ) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah > > perbuatan > > keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan > > itu."*(Al-Ma'idah:90). Jadi, baik > > *nash-nash* tersebut termasuk ke dalam jenis pertama atau jenis kedua, > > maka > > ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari > > sisi > > pendalilan mengindikasikan hal itu. > > Kesimpulan: Jadi karena rokok itu jelas berbahaya, merugikan dan tidak > > ada > > manfaatnya, maka hukumnya adalah haram. > > > > Sumber: *Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2*, penerbit Darul Haq. > > > > > > http://majalah-nikah.com/nikah2/index.php?option=com_content&task=view&id=56&Itemid=1 > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > Wassalam, > > Ahmad > > ------------------------------ > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! > > Search.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping> > > > > > > > Wassalam, > Ahmad > > ------------------------------ > Never miss a thing. Make Yahoo your > homepage.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs> > > [Non-text portions of this message have been removed]

