dari teman.
---------------------------------------
Seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam
sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan
dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan
mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang
sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki
tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. Pemilik
supermarket, mengusir dia keluar.
Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu
terus menceritakan tentang keluarganya.
"Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar
setelah aku punya uang."
Si Pemilik Toko tetap tidak mengabulkan permohonan
tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda
tidak mempunyai garansi," alasannya.
Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan
lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia
mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan bayar semua
yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan,
"Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya
dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar
belanja?
"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek
kertas kumal.
"Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,
dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai
dengan berat timbangan tersebut."
Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Si Ibu
menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada
kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap
tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si
pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan
bergerak cepat ke bawah.
Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi
sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku
lihat."
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si
ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang
diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati
tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada
sisi timbangan yang lain.
Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si
ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si
pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga
tidak muat lagi.
Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat
berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, si pemilik toko
diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si
Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas
kumal itu tertulis sebuah doa pendek:
"Ya Tuhan, Hanya Engkau yang tahu apa yang hamba
perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam
tanganMu."
Si Pemilik Toko terdiam.
Si Ibu berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko
dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati
bahkan memberikan selembar uang kepadanya. Si Pemilik
Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan
yang dipakai tersebut ternyata rusak.
Ternyata memang hanya TUHAN yang tahu bobot sebuah
doa.
KEKUATAN SEBUAH DOA
Saudaraku, Segera setelah membaca cerita ini, ucapkanlah
sebuah doa. Hanya itu saja. Sejenak hentikan pekerjaan kita
sekarang juga dan ucapkan sebuah doa. Lalu, kita kirimkan
cerita ini kepada setiap orang atau sahabat yang kita
kenal.
Biarlah Tali silaukhuwah ini tidak terputus, karena:
"DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA
TERIMA, Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna."
Salam Perjuangan!
rikza saifullah
"Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa,
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan
silaturahmi." (Muhammad SAW).
kampusku
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]