Bidadari Surga 
Penulis : Indriani Budi Astuti

KotaSantri.com : "Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang 
bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi 
apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Waaqi'ah [56] : 22-24).

Sebuah kehidupan di Jannah yang penuh dengan kenikmatan yang tiada tara. 
Air yang terpancar dari mata air Kafur, Tsanim, dan Salsabil serta 
sungai-sungai yang mengalirkan air susu. Kemudian, para gadis yang elok 
nan rupawan berdiam diri di dalam istana-istana surga, mereka tak kan 
pernah keluar melainkan menunggu para calon suaminya yang beriman ketika 
di dunia. 

Kecantikan, keindahan tubuh, keanggunan, dan segala kelebihan yang 
dimilikinya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata, tak mampu untuk 
digambarkan dengan pena-pena kita. Gadis perawan itu terjaga kesuciannya, 
tak pernah tersentuh oleh tangan-tangan, jahil baik dari kalangan manusia 
maupun jin. Mereka adalah para wanita surga atau yang lebih kita kenal 
dengan nama BIDADARI.

Demikianlah gambaran yang terlintas di benak kita, sekilas mengenai 
bidadari dan keindahan surga. Untuk selebihnya, wallahu a'lam. Gambaran 
tentang surga dan neraka, malaikat dan bidadari, merupakan sesuatu yang 
termasuk ke dalam perkara ghaibiah. Kita mengimaninya berdasarkan 
informasi yang diberikan melalui firman Allah dan sabda RasulNya.

***

Karakteristik Sang Bidadari

Mengenai bidadari itu sendiri, kita mengetahuinya sesuai dengan yang 
diinformasikan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di antara kabar itu, adalah 
karakter sang bidadari, inilah karakter yang dimiliki oleh wanita surga 
itu, yakni Cantik dan Berakhlak baik.

Sekali lagi, siapa pun tak dapat menggambarkan kecantikannya. Jangankan 
untuk itu, sekadar mengkhayalkannya saja kita tak berdaya. Namun 
kecantikan dan keindahan bentuk tubuhnya, Allah berfirman, "Seakan-akan 
bidadari itu permata yaqut dan marjan." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 58).

"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi 
cantik-cantik." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 70).

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit di dalam rumah." 
(QS. Ar-Rahmaan [55] : 72).

Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Mujamnya dari Ummu Salamah, dia 
berkata, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang firman Allah 
: Huurun 'iin." Rasulullah berkata, "Huurun 'iin artinya mata yang indah 
dan jeli." Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku 
tentang firmanNya : Kaamtsaalil lu'lu'il maknun." Rasulullah berkata, 
"Artinya bersih sebersih mutiara yang tak pernah disentuh tangan." Aku 
berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan kepadaku tentang 
firmanNya : Fii hinna khairaat hisaan." Rasulullah berkata, "Baik 
akhlaknya dan cantik wajahnya." Aku berkata lagi, "Tolong terangkan 
kepadaku tentang firmanNya : Kaannahunna baidhun maknuun." Rasulullah 
berkata, "Kelembutan kulit mereka seperti kulit yang ada di bagian dalam 
kulit telur." Aku berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tolong terangkan 
kepadaku tentang firmanNya : Uruban atrooban." Rasulullah berkata, Mereka 
yang di dunia sudah tua renta, di surga menjadi gadis-gadis yang sebaya." 
(Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani, dari Bakar bin Sahl Ad-Dimyathi, 
dari Umar bin Hasyim Al-Hassan, dari Hasan, dari bapaknya, dari Ummu 
Salamah, dia berkata, "Aku mengingatnya.").

Itulah gambaran tentang karakteristik dari bidadari surga. Di samping itu, 
juga ada karakteristik khusus yang tak dimiliki oleh wanita dunia, di 
antara karakteristik khusus wanita surga itu adalah : 

"Suci dan disucikan," sebagaimana firman Allah SWT, "Dan untuk mereka di 
dalamnya ada istri-istri yang suci." (QS. Al-Baqarah [2] : 25). Mereka 
tidak memiliki sejumlah kotoran atau mengalami proses sekresi seperti 
halnya wanita dunia, misalnya haidh, nifas, buang air kecil atau buang air 
besar, ludah, dahak, peluh, serta kentut, baik yang berbunyi maupun tidak.

Penuh CINTA, dalil yang berkenaan dengan ini adalah firman Allah SWT dalam 
surat Al-Waaqi'ah [56] : 37, "Penuh cinta lagi sebaya umurnya."

Gadis ABADI, dalam surat An-Naba ayat 33, diterangkan maksud dari 
gadis-gadis remaja yang sebaya adalah mereka tidak pernah mengenal uban 
atau tua, bahkan setiap pekan mereka akan bertambah cantik dan menawan.

Tidak Mata Keranjang (QS. Ar-Rahmaan [55] : 56) dan hanya tinggal di dalam 
rumah. Inilah yang seharusnya menjadi kaca perbandingan bagi setiap 
mu'minah, sang bidadari begitu extra dalam menahan pandangan dan tidak 
pernah ke luar dari istananya.

Tubuhnya wangi dan bercahaya. Dalam riwayat Bukhari dalam Kitab Shahihnya, 
Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya salah seorang dari wanita surga 
menampakkan diri ke bumi, niscaya akan bercahaya antara bumi dan langit 
dan niscaya antara bumi dan langit itu dipenuhi dengan bau wangi. Tutup 
kepala wanita surga saja lebih baik daripada dunia dan segala isinya." 
(Diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Dunya).

Do'a bidadari untuk para suami mereka di dunia, dalam Kitab Maraasilnya, 
'Ikrimah meriwayatkan, "Sesungguhnya para bidadari berdo'a untuk para 
suami mereka saat para suami mereka masih berada di dunia. Mereka berkata 
: Ya Allah, tolonglah dia dalam menjalankan agama, hadapkan dia dengan 
hatinya untuk taat kepadaMu, dan sampaikan dia kepada kami, demi 
kemuliaanMu, wahai Rabb Maha Penyayang di antara semua yang penyayang."

Subhanallah... Demikianlah karakteristik wanita surga itu. Untuk para 
wanita, seharusnyalah kita terbetik rasa iri dengan para bidadari 
tersebut, agar termotivasi untuk menjadi wanita muslimah yang taat pada 
Allah dan RasulNya. Sekarang kalau sudah begitu, apa yang ada di benakmu, 
wahai mukminah???

***

Wanita Dunia Bisa Lebih Baik dari Bidadari Surga

Surga adalah hak asasi atas muslim yang beriman dan beramal shalih. Surga 
dipersembahkan khusus bagi hambaNya yang taat, baik dari kaum pria maupun 
wanita. Begitu pula dengan seorang wanita jika ia berniat untuk berhijrah 
menjadi seorang mukminah sejati. Perlombaan untuk menjadi lebih baik 
dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya adalah hak asasinya sebagai 
seorang hamba.

Dengan melihat karakteristik sang bidadari, seharusnyalah hal tersebut 
menjadi cermin bagi setiap wanita dunia. Bidadari adalah makhluk yang 
tercipta mirip dengan bangsamu, wahai wanita, tapi ketahuilah engkau bisa 
lebih baik dan lebih mulia darinya, Insya Allah. Ingatlah firman Allah 
dalam surat At-Tiin ayat 4, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia 
dalam bentuk sebaik-baiknya."

Maka dari itu, berusahalah, berlombalah, dan bersegeralah dalam ketaatan 
kepada Allah SWT agar engkau lebih anggun daripadanya. Di antara jalan 
yang dapat ditempuh adalah MENJAGA KESUCIAN. Jagalah permatamu, wahai 
mukminah, janganlah kau umbar dan kau jual dengan harga yang murah, 
apalagi harga itu adalah harga duniawi yang kotor. 

Milikilah rasa penuh cinta. Tumbuhkanlah cinta itu hanya kepada Allah 
serta mempersiapkan cintamu itu untuk seorang laki-laki yang akan menjadi 
suamimu atau telah sah menjadi suamimu. Janganlah terjerat dan 
terperangkap dengan rayuan gombal dan cinta buta, sebab hal itu hanya akan 
menggoreskan luka di hatimu.

Jagalah dan tundukkanlah pandanganmu, karena wanita dunia yang menyakiti 
suaminya dengan memandang pria lain (sekalipun terpaksa), merupakan wanita 
yang memiliki kekurangan dan kehinaan dalam dirinya. Maka pantaslah jika 
suaminya (yang shaleh) akan direbut oleh para bidadari surgawi.

Referensi :
1. Ukhti Al-Muslimah Sabiiluki ilal Jannah. Karya Itisham Ahmad Sharraf, 
Daar Al-I'tisham.
2. Ensiklopedia Surga, Karya Mahir Ahmad Ash-shufi, Pustaka Azzam.
3. Mu'minah, No. 8 Tahun I, 2006. 

---------------------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang 
Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al 
Baqarah : 45 ]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke