Rasululah SAW bersabda, "Tiada hari yang paling agung di sisi Allah dan
dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini,
maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid." (HR. Bukhari)
Semoga bermanfaat....
Sehat dan sukses selalu buat semua
Wassalam
MYS
DD Travel-KUWAIS
K A U N E E C E N T E R
Jl. Bambu Wulung No.10 Bambu Apus
Cipayung, Jakarta Timur, Indonesia 13890
Telp. 021-8459981\\ Fax 021-8444987
www.kaunee.com
--- On Mon, 12/1/08, (BAZ) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: (BAZ) <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Tauziyah] Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, December 1, 2008, 1:17 AM
Dibawah ini adalah amalan-amalah bulan dzulhijjah yang bisa dilaksanakan oleh
umat Islam ............ . mudah2an bermanfaat ............ ..
Baz
Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
Semoga Netter al-Sofwa Senantiasa dalam Lindungan Allah Subhannahu wa Ta'ala
Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah
Segala puji bagi Allah Tuhan segenap alam, shalawat dan salam atas nabi dan
rasul termulia, Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam serta seluruh
shahabatnya.
Termasuk karunia Allah dan pertolonganNya adalah menjadikan muslim kebaikan
bagi hambaNya yang shalih dan memperpanjang umur mereka untuk menyongsong
kebahagiaan dan kesejahteraan di hari kemudian. Waktu-waktu yang agung dan
termulia itu diantaranya adalah sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijjah.
Dalil-dalilnya adalah:
Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh." (Al-Fajar: 1-2) Ibnu Katsir Rahimahullah
menerangkan, bahwa yang di maksud adalah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.
Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Pada hari-hari yang telah ditentukan." (Al-Hajj: 28)
Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu berkata yaitu: hari-hari sepuluh (Dzulhijjah) .
Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam bersabda: "Tiada amal ibadah di hari apapun yang lebih utama dari 10
hari ini" mereka bertanya, "tidak pula jihad? Rasulullah bersabda: "Tidak pula
jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian
tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR. Al-Bukhari)
Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu berkata: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam bersabda: "Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Allah dan
dicintaiNya untuk beramal di dalamnya dari pada 10 hari (Dzulhijjah) ini, maka
perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada saat ini." (HR. At-Thabrani)
Ibadah Yang Dianjurkan Pada Hari-Hari Tersebut
Shalat; Disunnahkan berangkat lebih awal menuju (jamaah) shalat fardhu.
Memperbanyak shalat sunnah, karena hal itu merupakan sarana pendekatan yang
paling utama.
Sahabat Tsauban Radhiallaahu 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda "Hendaklah kalian memperbanyak sujud
kepada Allah. Kerena sesungguhnya tidaklah kalian sujud sekali saja, kecuali
Allah akan mengangkat kalian semua kepadaNya dengan sujud itu satu derajat dan
menggugurkan dengannya dari kalian satu dosa" (HR. Muslim) dan ini umumnya bagi
setiap waktu.
Puasa: Diriwayatkan dari sahabat Hunaidhan bin Khalid dari istrinya dari
sebagian istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: "Adalah Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada 9 Dzulhijjah, sepuluh Muharram dan
tiga hari setiap bulan" (HR. Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa'i)
Imam An-Nawawi berkata tentang puasa di hari-hari sepuluh (awal) Dzulhijjah:
"Sesungguhnya ia amat dianjurkan"
Takbir, tahlil dan tahmid; sebagaimana telah di nukil dari hadits Ibnu Umar
Radhiallaahu 'anhu di atas: "Maka perba-nyaklah tahlil, takbir dan tahmid"
Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: "Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu dan Abu
Hurairah Radhiallaahu 'anhu keluar ke pasar sambil mengumandang- kan takbir dan
orang-orang membaca takbir karena takbir beliau berdua." Al-Bukhari juga
mengatakan, "Umar Radhiallaahu 'anhu bertakbir di kubah beliau di Mina sehingga
jamaah masjid bertakbir mengumandang- kannya dan bertakbir semua, penghuni
pasar-pasar bertakbir sehingga Mina merata dengan gema takbir".
Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu juga bertakbir di Mina di hari-hari itu, usai
shalat fardhu, di atas kudanya, dalam tenda, di waktu duduk dan berjalannya, di
hari itu seluruhnya disunnahkan mengeraskan takbir karena Umar, putranya dan
Abi Hurairah melakukan demikian.
Puasa pada hari Arafah; bagi selain yang melaksanakan ibadah haji sangat
dianjurkan berpuasa hari Arafah karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam bersabda tentang puasa Arafah ini, "Yaitu menjadi jaminan Allah untuk
menghapus (dosa-dosa hamba) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (HR.
Muslim)
Keutamaan Hari Qurban.
Banyak kaum muslimin yang lupa akan keagungan hari ini padahal para ulama
berpendapat bahwa hari ini adalah hari yang paling utama dalam satu tahun
secara mutlak bahkan melebihi hari Arafah.
Ibnu Qoyim berkata: " Sebaik-baik hari disisi Allah adalah hari Raya Qurban,
yaitu hari raya Haji yang agung". Sebagaimana dijelaskan dalam Sunan Abu Dawud
dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya seagung-agung hari di
sisi Allah adalah hari raya Qurban, kemudian hari menetap" (hari menetap yaitu
hari menetap di Mina, yaitu tanggal sebelas). Demikian pula hari Arafah, yang
juga sama-sama mulia dan agung.
Dengan Apa Menyambut Saat-Saat Kebajikan
Seyogyanya seluruh kaum Muslimin menyambut musim-musim kabajikan ini dengan
bertaubat yang benar dan bersungguh-sungguh setulus hati meninggalkan dosa dan
kemaksiatan, karena dosa menjadi sebab terhalanginya manusia dari fadhilah
Tuhan dan menjadikan hatinya tertutup dari perlindunganNya.
Seyogyanya pula menyongsong dengan tekad dan kemauan yang kuat dan benar untuk
merebut amalan-amalan yang diridhai Allah Subhaanahu wa Ta'ala sebab orang yang
bersungguh-sungguh menu-ju Allah, maka Allah pasti bersungguh-sungguh
kepadanya.
Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala , artinya: "Dan orang-orang yang berjihad
untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka
jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang
berbuat baik". (Al-Ankabut: 69)
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang,
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa"
(Al-Imran:133)
Maka marilah senantiasa berse-mangat merebut kesempatan yang akan segera lewat,
sebelum benar-benar terlewatkan hingga kita menyesal padahal penyesalan begini
tidak berguna. Dan masuklah dalam golongan orang-orang yang dipuji Allah dalam
firman-Nya, artinya: "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu
bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a
kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu'
kepada Kami.". (Al-Anbiya: 90)
HUKUM HARI RAYA QURBAN
Hari raya ini adalah keistimewaan khusus buat umat kita, perayaan agama yang
meriah, termasuk syiar dienul Islam, maka marilah kita berpartisipasi dan
mengagungkannya. Allah berfirman, artinya: "Demikianlah (perintah Allah). Dan
barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari
ketaqwaan hati". (QS: Al-Hajj: 32)
Adab-adab dan hukum Idul Adha:
Takbir, disyariatkan bertakbir mulai Shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai
pada waktu Ashar di akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah).
Disunnahkan bagi kaum pria meninggikan suaranya di masjid-masjid pasar, rumah,
juga setiap usai shalat wajib sebagai bukti mengagungkan Allah dan menampakkan
ibadah dan syukur kepadaNya.
Menyembelih Qur'ban; Dilaksanakan setelah shalat hari raya, karena Rasul
Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang menyembelih sebelum shalat
maka hendaklah mengulangi berikutnya dan siapa belum menyembelih hendaklah
menyembelih. " (HR. Al-Bukhari).
Waktu menyembelih adalah 4 hari, yaitu hari Idul Adha dan 3 hari Tasyrik
(tanggal: 11, 12 dan 13) sebagaimana sabda Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam
: "Seluruh hari Tasyrik adalah hari-hari menyembelih" (Silsilah hadits shahih
No. 2476)
Mandi dan menggunakan minyak wangi bagi kaum lelaki; Berpakaian yang paling
bagus tanpa berlebihan maupun terlalu panjang, tidak mencukur jenggot, karena
hukumnya haram. Sedangkan bagi kaum perempuan disyariatkan keluar ke tempat
shalat tanpa pakaian mewah dan tanpa minyak wangi. Jangan sampai dalam shalat
yang tujuannya berbuat ketaatan kepada Allah, mereka malah memakai pakaian yang
menentangNya, seperti pakaian mewah, membuka aurat dan wewangian di depan
lelaki.
Makan daging Qurban: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak makan
sampai kembali dari shalat kemudian makan dari daging Qurban".
Pergi ke tempat shalat Ied dengan berjalan kaki selagi tidak menyusahkan.
Menurut sunnah, shalat hari Raya adalah dilaksanakan di tanah lapang kecuali
ada halangan, seperti hujan maka dilaksanakan di dalam masjid seperti yang
dilakukan Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam .
Shalat bersama kaum muslimin, lalu mendengarkan khutbah. Berdasar-kan firman
Allah Subhaanahu wa Ta'ala , yang artinya: "Maka dirikanlah shalat karena
Rabbmu; dan berkorbanlah" (QS. 108:2)
Shalat Ied tidak boleh ditinggal kecuali karena udzur menurut syariat, kaum
wanita diperintahkan mendatangi juga, termasuk wanita yang sedang haidh, juga
orang tua, namun posisi wanita yang haidh menjauh dari tempat shalat.
Melewati jalan yang berbeda: Di sunnahkan bagi Anda berangkat ke mushalla
(tempat shalat di lapangan) hari raya ini melewati satu jalan dan pulang lewat
jalan yang lain, karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam melaksanakan
demikian.
Mengucapkan selamat berhari raya di bolehkan seperti ucapan semoga Allah
menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian.
Berhati-hatilah saudara dari kesalahan sebagian manusia, di antaranya:
Takbir dengan berjamaah: dengan suara satu atau mengulang-ulang setelah takbir
seseorang.
Perbuatan sia-sia yang diharam-kan, seperti mendengarkan nyanyian, menonton
film-film, berkencan maupun pertemuan lelaki dan perempuan selain mahram, dan
kemaksiatan lainnya.
Memotong rambut dan kuku bagi yang akan berkorban sampai setelah menyembelih,
karena dilarang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam .
Berpesta pora; berboros-borosan atau mubadzir tanpa ada keperluan dan kebaikan.
Disarikan dari Nasrah Darul Qasim, Fadhlu 'Arsy Dzilhijjah. (Waznin Mahfudh)
Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan
menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
************ ********* ********* *******
Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik disini :
tauziyah-subscribe@ yahoogroups. com Atau mau melihat artikel sebelumnya
silahkan kunjungi web-site kami : www.tauziyah. com
[Non-text portions of this message have been removed]