Assalamu'alikum,
Bpk Moderator dan Saudara2ku sekalian,

Mohon penjelasan mengenai Puasa yang disunnahkan menjelang hari raya Qurban,
Apakah hanya 1 hari saja, pada tgl 9 Dzulhijah (Arafah) atau 2 hari pada tgl 8 
& 9 Dzulhijah.

Syukron katsiron sebelumnya atas penjelasannya,
Wassalam,
Yudi
 
----- Original Message ----- 
From: yusuf shandy 
To: Qisthi Press ; EditorIndonesiaForum ; Mba Eva ; Mba Evie MAWADDAH ; Arif 
Rahman Hidayat ; [EMAIL PROTECTED] ; Bang Robi ; Pak Teguh2 ; Teguh Imam Yuwono 
; Teteh Yuli ; Yusuf Tamaona ; Pak Thoriq ; Mas Yuli ; Uda Arya ; [EMAIL 
PROTECTED] ; alo indo ; Ibu Awanda ; Motivasi Islam ; SYIAR ISLAM ; motivasi 
islami ; AL-AZHAR PEDULI ; Pak Budidarsono ; Pak Cacan ; Pak Danu ; 
PenulisBestSeller ; Pengajian Kantor ; Jurnalisme Sastrawi ; [EMAIL PROTECTED] 
; [EMAIL PROTECTED] ; FLP ; Pak Gafar ; Mas Hamiem ; Kang Bayu ; Mas Khalid ; 
lia ; [EMAIL PROTECTED] ; Mba Vivi ; Anwar Baznas ; [EMAIL PROTECTED] ; Bank 
Mandiri ; Abang Andri 
Sent: Tuesday, December 02, 2008 4:42 PM
Subject: [syiar-islam] [Tauziyah] Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah


Rasululah SAW bersabda, "Tiada hari yang paling agung di sisi Allah dan 
dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini, 
maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid." (HR. Bukhari)
 
Semoga bermanfaat....
Sehat dan sukses selalu buat semua 
 
Wassalam
 
MYS 
 
DD Travel-KUWAIS 
K A U N E E   C E N T E R
Jl. Bambu Wulung No.10 Bambu Apus 
Cipayung, Jakarta Timur, Indonesia 13890
Telp. 021-8459981\\ Fax 021-8444987 
www.kaunee.com
 
 
--- On Mon, 12/1/08, (BAZ) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: (BAZ) <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Tauziyah] Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, December 1, 2008, 1:17 AM

Dibawah ini adalah amalan-amalah bulan dzulhijjah yang bisa dilaksanakan oleh 
umat Islam ............ . mudah2an bermanfaat ............ ..
 
Baz
 

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh 
Semoga Netter al-Sofwa Senantiasa dalam Lindungan Allah Subhannahu wa Ta'ala
Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah 

Segala puji bagi Allah Tuhan segenap alam, shalawat dan salam atas nabi dan 
rasul termulia, Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam serta seluruh 
shahabatnya. 
Termasuk karunia Allah dan pertolonganNya adalah menjadikan muslim kebaikan 
bagi hambaNya yang shalih dan memperpanjang umur mereka untuk menyongsong 
kebahagiaan dan kesejahteraan di hari kemudian. Waktu-waktu yang agung dan 
termulia itu diantaranya adalah sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijjah. 
Dalil-dalilnya adalah: 

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh." (Al-Fajar: 1-2) Ibnu Katsir Rahimahullah 
menerangkan, bahwa yang di maksud adalah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Pada hari-hari yang telah ditentukan." (Al-Hajj: 28)
Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu berkata yaitu: hari-hari sepuluh (Dzulhijjah) .

Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa 
sallam bersabda: "Tiada amal ibadah di hari apapun yang lebih utama dari 10 
hari ini" mereka bertanya, "tidak pula jihad? Rasulullah bersabda: "Tidak pula 
jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian 
tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR. Al-Bukhari)

Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu berkata: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa 
sallam bersabda: "Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Allah dan 
dicintaiNya untuk beramal di dalamnya dari pada 10 hari (Dzulhijjah) ini, maka 
perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada saat ini." (HR. At-Thabrani) 
Ibadah Yang Dianjurkan Pada Hari-Hari Tersebut 

Shalat; Disunnahkan berangkat lebih awal menuju (jamaah) shalat fardhu. 
Memperbanyak shalat sunnah, karena hal itu merupakan sarana pendekatan yang 
paling utama.

Sahabat Tsauban Radhiallaahu 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah 
Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda "Hendaklah kalian memperbanyak sujud 
kepada Allah. Kerena sesungguhnya tidaklah kalian sujud sekali saja, kecuali 
Allah akan mengangkat kalian semua kepadaNya dengan sujud itu satu derajat dan 
menggugurkan dengannya dari kalian satu dosa" (HR. Muslim) dan ini umumnya bagi 
setiap waktu.

Puasa: Diriwayatkan dari sahabat Hunaidhan bin Khalid dari istrinya dari 
sebagian istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: "Adalah Rasulullah 
Shallallaahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada 9 Dzulhijjah, sepuluh Muharram dan 
tiga hari setiap bulan" (HR. Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa'i)
Imam An-Nawawi berkata tentang puasa di hari-hari sepuluh (awal) Dzulhijjah: 
"Sesungguhnya ia amat dianjurkan"

Takbir, tahlil dan tahmid; sebagaimana telah di nukil dari hadits Ibnu Umar 
Radhiallaahu 'anhu di atas: "Maka perba-nyaklah tahlil, takbir dan tahmid"

Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: "Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu dan Abu 
Hurairah Radhiallaahu 'anhu keluar ke pasar sambil mengumandang- kan takbir dan 
orang-orang membaca takbir karena takbir beliau berdua." Al-Bukhari juga 
mengatakan, "Umar Radhiallaahu 'anhu bertakbir di kubah beliau di Mina sehingga 
jamaah masjid bertakbir mengumandang- kannya dan bertakbir semua, penghuni 
pasar-pasar bertakbir sehingga Mina merata dengan gema takbir".
Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu juga bertakbir di Mina di hari-hari itu, usai 
shalat fardhu, di atas kudanya, dalam tenda, di waktu duduk dan berjalannya, di 
hari itu seluruhnya disunnahkan mengeraskan takbir karena Umar, putranya dan 
Abi Hurairah melakukan demikian.

Puasa pada hari Arafah; bagi selain yang melaksanakan ibadah haji sangat 
dianjurkan berpuasa hari Arafah karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa 
sallam bersabda tentang puasa Arafah ini, "Yaitu menjadi jaminan Allah untuk 
menghapus (dosa-dosa hamba) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (HR. 
Muslim) 

Keutamaan Hari Qurban. 
Banyak kaum muslimin yang lupa akan keagungan hari ini padahal para ulama 
berpendapat bahwa hari ini adalah hari yang paling utama dalam satu tahun 
secara mutlak bahkan melebihi hari Arafah. 
Ibnu Qoyim berkata: " Sebaik-baik hari disisi Allah adalah hari Raya Qurban, 
yaitu hari raya Haji yang agung". Sebagaimana dijelaskan dalam Sunan Abu Dawud 
dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya seagung-agung hari di 
sisi Allah adalah hari raya Qurban, kemudian hari menetap" (hari menetap yaitu 
hari menetap di Mina, yaitu tanggal sebelas). Demikian pula hari Arafah, yang 
juga sama-sama mulia dan agung. 
Dengan Apa Menyambut Saat-Saat Kebajikan 

Seyogyanya seluruh kaum Muslimin menyambut musim-musim kabajikan ini dengan 
bertaubat yang benar dan bersungguh-sungguh setulus hati meninggalkan dosa dan 
kemaksiatan, karena dosa menjadi sebab terhalanginya manusia dari fadhilah 
Tuhan dan menjadikan hatinya tertutup dari perlindunganNya. 
Seyogyanya pula menyongsong dengan tekad dan kemauan yang kuat dan benar untuk 
merebut amalan-amalan yang diridhai Allah Subhaanahu wa Ta'ala sebab orang yang 
bersungguh-sungguh menu-ju Allah, maka Allah pasti bersungguh-sungguh 
kepadanya. 
Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala , artinya: "Dan orang-orang yang berjihad 
untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka 
jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang 
berbuat baik". (Al-Ankabut: 69) 
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang, 
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa" 
(Al-Imran:133) 
Maka marilah senantiasa berse-mangat merebut kesempatan yang akan segera lewat, 
sebelum benar-benar terlewatkan hingga kita menyesal padahal penyesalan begini 
tidak berguna. Dan masuklah dalam golongan orang-orang yang dipuji Allah dalam 
firman-Nya, artinya: "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu 
bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a 
kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' 
kepada Kami.". (Al-Anbiya: 90) 
HUKUM HARI RAYA QURBAN 

Hari raya ini adalah keistimewaan khusus buat umat kita, perayaan agama yang 
meriah, termasuk syiar dienul Islam, maka marilah kita berpartisipasi dan 
mengagungkannya. Allah berfirman, artinya: "Demikianlah (perintah Allah). Dan 
barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari 
ketaqwaan hati". (QS: Al-Hajj: 32) 
Adab-adab dan hukum Idul Adha: 

Takbir, disyariatkan bertakbir mulai Shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai 
pada waktu Ashar di akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah).
Disunnahkan bagi kaum pria meninggikan suaranya di masjid-masjid pasar, rumah, 
juga setiap usai shalat wajib sebagai bukti mengagungkan Allah dan menampakkan 
ibadah dan syukur kepadaNya.

Menyembelih Qur'ban; Dilaksanakan setelah shalat hari raya, karena Rasul 
Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang menyembelih sebelum shalat 
maka hendaklah mengulangi berikutnya dan siapa belum menyembelih hendaklah 
menyembelih. " (HR. Al-Bukhari).

Waktu menyembelih adalah 4 hari, yaitu hari Idul Adha dan 3 hari Tasyrik 
(tanggal: 11, 12 dan 13) sebagaimana sabda Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam 
: "Seluruh hari Tasyrik adalah hari-hari menyembelih" (Silsilah hadits shahih 
No. 2476)

Mandi dan menggunakan minyak wangi bagi kaum lelaki; Berpakaian yang paling 
bagus tanpa berlebihan maupun terlalu panjang, tidak mencukur jenggot, karena 
hukumnya haram. Sedangkan bagi kaum perempuan disyariatkan keluar ke tempat 
shalat tanpa pakaian mewah dan tanpa minyak wangi. Jangan sampai dalam shalat 
yang tujuannya berbuat ketaatan kepada Allah, mereka malah memakai pakaian yang 
menentangNya, seperti pakaian mewah, membuka aurat dan wewangian di depan 
lelaki.

Makan daging Qurban: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak makan 
sampai kembali dari shalat kemudian makan dari daging Qurban". 

Pergi ke tempat shalat Ied dengan berjalan kaki selagi tidak menyusahkan. 
Menurut sunnah, shalat hari Raya adalah dilaksanakan di tanah lapang kecuali 
ada halangan, seperti hujan maka dilaksanakan di dalam masjid seperti yang 
dilakukan Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam .

Shalat bersama kaum muslimin, lalu mendengarkan khutbah. Berdasar-kan firman 
Allah Subhaanahu wa Ta'ala , yang artinya: "Maka dirikanlah shalat karena 
Rabbmu; dan berkorbanlah" (QS. 108:2)
Shalat Ied tidak boleh ditinggal kecuali karena udzur menurut syariat, kaum 
wanita diperintahkan mendatangi juga, termasuk wanita yang sedang haidh, juga 
orang tua, namun posisi wanita yang haidh menjauh dari tempat shalat.

Melewati jalan yang berbeda: Di sunnahkan bagi Anda berangkat ke mushalla 
(tempat shalat di lapangan) hari raya ini melewati satu jalan dan pulang lewat 
jalan yang lain, karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam melaksanakan 
demikian.

Mengucapkan selamat berhari raya di bolehkan seperti ucapan semoga Allah 
menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian. 
Berhati-hatilah saudara dari kesalahan sebagian manusia, di antaranya: 

Takbir dengan berjamaah: dengan suara satu atau mengulang-ulang setelah takbir 
seseorang.

Perbuatan sia-sia yang diharam-kan, seperti mendengarkan nyanyian, menonton 
film-film, berkencan maupun pertemuan lelaki dan perempuan selain mahram, dan 
kemaksiatan lainnya.

Memotong rambut dan kuku bagi yang akan berkorban sampai setelah menyembelih, 
karena dilarang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam .

Berpesta pora; berboros-borosan atau mubadzir tanpa ada keperluan dan kebaikan. 
Disarikan dari Nasrah Darul Qasim, Fadhlu 'Arsy Dzilhijjah. (Waznin Mahfudh)
Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah 
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan 
menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
************ ********* ********* *******
Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik disini : 
tauziyah-subscribe@ yahoogroups. com  Atau mau melihat artikel sebelumnya 
silahkan kunjungi web-site kami : www.tauziyah. com 

 


[Non-text portions of this message have been removed]



 




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke