Assalamu' alaikum Wr. Wb,

 

Alhamdulillah, terima kasih infonya bermanfaat sekali.

Namun mohon maaf sebelumnya karena saya ada satu hal yang perlu saya
tanyakan kepada akhi mengenai perbuatan yang sia2 seperti yang dikutip
dibawah ini:

 

Berhati-hatilah saudara dari kesalahan sebagian manusia, di antaranya: 

1.    Takbir dengan berjamaah: dengan suara satu atau mengulang-ulang
setelah takbir seseorang.

2.    ...........

Yang saya tahu dan biasanya takbir itu memang dilaksanakan seperti itu, saya
pun demikian karena ada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan
Syaidina Umar r.a yang biasa melaksanakan hal itu:

 

Ibnu Abbas berkata, "Nabi berdiri (dan dalam satu riwayat: Ibnu Abbas
berkata, "Nabi shalat khauf di Dzi Qarad  dan orang banyak berdiri di
belakang beliau. Nabi membaca takbir dan orang-orang pun ikut takbir pula.
Kemudian Nabi ruku, maka sebagian mereka ruku pula. Kemudian sujud, lalu
yang sebagian tadi sujud pula bersama beliau. Sesudah itu Nabi berdiri untuk
rakaat yang kedua, maka berdiri pula makmum yang telah sujud tadi, dan
mereka menjaga kawan-kawan mereka (yang belum ruku dan sujud). Bagian yang
kedua ini mendekat, lalu mereka ruku dan sujud bersama Nabi. Mereka semua
sedang shalat, tetapi mereka saling menjaga."

 

Umar r.a. biasa bertakbir di kubahnya di Mina. Lalu, terdengar oleh
orang-orang yang di masjid, kemudian mereka bertakbir (mengikutinya).
Bertakbir pula orang-orang yang di pasar-pasar, sehingga Mina gemuruh dengan
Takbir. [14]

 
Tambahan ini diriwayatkan secara
mu'allaq oleh penyusun, dan di-maushul-kan oleh Nasai, Thabrani, dan Baihaqi
(3/262) dengan sanad sahih.

[14]  (Di-maushul-kan oleh Abu Ubaid, dan di-maushul-kan pula dari jalannya
oleh al-Baihaqi (3/312) dari Umar, dan di-maushul-kan oleh Said bin Manshur
dari jalan lain darinya).

 

Maaf kalo boleh saya tahu hadits atau Al-Qur' an yang melarang untuk
melaksanakan Takbir berjama' ah. Mohon di share ke saya agar tidak ada lagi
keraguan diantara kita.

 

Wallahu'alam bissawab.

 

Mohon maaf dan terima kasih.

 

Wassalam,

 <http://diko6178.wordpress.com/>  diko

*  [EMAIL PROTECTED]

W  http://diko6178.wordpress.com 

  _____  

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of yusuf shandy
Sent: Tuesday, December 02, 2008 4:42 PM
To: Qisthi Press; EditorIndonesiaForum; Mba Eva; Mba Evie MAWADDAH; Arif
Rahman Hidayat; [EMAIL PROTECTED]; Bang Robi; Pak Teguh2; Teguh Imam
Yuwono; Teteh Yuli; Yusuf Tamaona; Pak Thoriq; Mas Yuli; Uda Arya;
[EMAIL PROTECTED]; alo indo; Ibu Awanda; Motivasi Islam; SYIAR ISLAM;
motivasi islami; AL-AZHAR PEDULI; Pak Budidarsono; Pak Cacan; Pak Danu;
PenulisBestSeller; Pengajian Kantor; Jurnalisme Sastrawi;
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; FLP; Pak Gafar; Mas
Hamiem; Kang Bayu; Mas Khalid; lia; [EMAIL PROTECTED]; Mba Vivi; Anwar
Baznas; [EMAIL PROTECTED]; Bank Mandiri; Abang Andri
Subject: [bank-mandiri] [Tauziyah] Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah

 


Rasululah SAW bersabda, "Tiada hari yang paling agung di sisi Allah dan
dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah)
ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid." (HR. Bukhari)

 

Semoga bermanfaat....

Sehat dan sukses selalu buat semua 

 

Wassalam

 

MYS 

 

DD Travel-KUWAIS 
K A U N E E   C E N T E R
Jl. Bambu Wulung No.10 Bambu Apus 
Cipayung, Jakarta Timur, Indonesia 13890
Telp. 021-8459981\\ Fax 021-8444987 
www.kaunee.com

 

 

--- On Mon, 12/1/08, (BAZ) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: (BAZ) <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Tauziyah] Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, December 1, 2008, 1:17 AM

Dibawah ini adalah amalan-amalah bulan dzulhijjah yang bisa dilaksanakan
oleh umat Islam ............ . mudah2an bermanfaat ............ ..

 

Baz

 

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh 

Semoga Netter al-Sofwa Senantiasa dalam Lindungan Allah Subhannahu wa Ta'ala

Keutamaan 10 hari Awal Dzulhijjah 

Segala puji bagi Allah Tuhan segenap alam, shalawat dan salam atas nabi dan
rasul termulia, Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam serta seluruh
shahabatnya. 

Termasuk karunia Allah dan pertolonganNya adalah menjadikan muslim kebaikan
bagi hambaNya yang shalih dan memperpanjang umur mereka untuk menyongsong
kebahagiaan dan kesejahteraan di hari kemudian. Waktu-waktu yang agung dan
termulia itu diantaranya adalah sepuluh hari (awal) bulan Dzulhijjah.
Dalil-dalilnya adalah: 

1.      Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh." (Al-Fajar: 1-2) Ibnu Katsir
Rahimahullah menerangkan, bahwa yang di maksud adalah 10 hari pertama pada
bulan Dzulhijjah.

2.      Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Pada hari-hari yang telah ditentukan." (Al-Hajj: 28)
Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu berkata yaitu: hari-hari sepuluh (Dzulhijjah)
.

3.      Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa sallam bersabda: "Tiada amal ibadah di hari apapun yang lebih
utama dari 10 hari ini" mereka bertanya, "tidak pula jihad? Rasulullah
bersabda: "Tidak pula jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan
jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR.
Al-Bukhari)

4.      Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu berkata: "Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa sallam bersabda: "Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Allah
dan dicintaiNya untuk beramal di dalamnya dari pada 10 hari (Dzulhijjah)
ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada saat ini." (HR.
At-Thabrani) 

Ibadah Yang Dianjurkan Pada Hari-Hari Tersebut 

1.      Shalat; Disunnahkan berangkat lebih awal menuju (jamaah) shalat
fardhu. Memperbanyak shalat sunnah, karena hal itu merupakan sarana
pendekatan yang paling utama.

Sahabat Tsauban Radhiallaahu 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda "Hendaklah kalian memperbanyak sujud
kepada Allah. Kerena sesungguhnya tidaklah kalian sujud sekali saja, kecuali
Allah akan mengangkat kalian semua kepadaNya dengan sujud itu satu derajat
dan menggugurkan dengannya dari kalian satu dosa" (HR. Muslim) dan ini
umumnya bagi setiap waktu.

2.      Puasa: Diriwayatkan dari sahabat Hunaidhan bin Khalid dari istrinya
dari sebagian istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: "Adalah
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada 9 Dzulhijjah,
sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan" (HR. Ahmad, Abu Daud dan
An-Nasa'i)
Imam An-Nawawi berkata tentang puasa di hari-hari sepuluh (awal) Dzulhijjah:
"Sesungguhnya ia amat dianjurkan"

3.      Takbir, tahlil dan tahmid; sebagaimana telah di nukil dari hadits
Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu di atas: "Maka perba-nyaklah tahlil, takbir dan
tahmid"

Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: "Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu dan Abu
Hurairah Radhiallaahu 'anhu keluar ke pasar sambil mengumandang- kan takbir
dan orang-orang membaca takbir karena takbir beliau berdua." Al-Bukhari juga
mengatakan, "Umar Radhiallaahu 'anhu bertakbir di kubah beliau di Mina
sehingga jamaah masjid bertakbir mengumandang- kannya dan bertakbir semua,
penghuni pasar-pasar bertakbir sehingga Mina merata dengan gema takbir".
Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu juga bertakbir di Mina di hari-hari itu, usai
shalat fardhu, di atas kudanya, dalam tenda, di waktu duduk dan berjalannya,
di hari itu seluruhnya disunnahkan mengeraskan takbir karena Umar, putranya
dan Abi Hurairah melakukan demikian.

4.      Puasa pada hari Arafah; bagi selain yang melaksanakan ibadah haji
sangat dianjurkan berpuasa hari Arafah karena Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa sallam bersabda tentang puasa Arafah ini, "Yaitu menjadi jaminan
Allah untuk menghapus (dosa-dosa hamba) setahun sebelumnya dan setahun
sesudahnya" (HR. Muslim) 

5.      Keutamaan Hari Qurban. 
Banyak kaum muslimin yang lupa akan keagungan hari ini padahal para ulama
berpendapat bahwa hari ini adalah hari yang paling utama dalam satu tahun
secara mutlak bahkan melebihi hari Arafah. 

Ibnu Qoyim berkata: " Sebaik-baik hari disisi Allah adalah hari Raya Qurban,
yaitu hari raya Haji yang agung". Sebagaimana dijelaskan dalam Sunan Abu
Dawud dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya seagung-agung
hari di sisi Allah adalah hari raya Qurban, kemudian hari menetap" (hari
menetap yaitu hari menetap di Mina, yaitu tanggal sebelas). Demikian pula
hari Arafah, yang juga sama-sama mulia dan agung.

Dengan Apa Menyambut Saat-Saat Kebajikan 

Seyogyanya seluruh kaum Muslimin menyambut musim-musim kabajikan ini dengan
bertaubat yang benar dan bersungguh-sungguh setulus hati meninggalkan dosa
dan kemaksiatan, karena dosa menjadi sebab terhalanginya manusia dari
fadhilah Tuhan dan menjadikan hatinya tertutup dari perlindunganNya. 

Seyogyanya pula menyongsong dengan tekad dan kemauan yang kuat dan benar
untuk merebut amalan-amalan yang diridhai Allah Subhaanahu wa Ta'ala sebab
orang yang bersungguh-sungguh menu-ju Allah, maka Allah pasti
bersungguh-sungguh kepadanya. 

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala , artinya: "Dan orang-orang yang berjihad
untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada
mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta
orang-orang yang berbuat baik". (Al-Ankabut: 69) 

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang,
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertaqwa" (Al-Imran:133) 

Maka marilah senantiasa berse-mangat merebut kesempatan yang akan segera
lewat, sebelum benar-benar terlewatkan hingga kita menyesal padahal
penyesalan begini tidak berguna. Dan masuklah dalam golongan orang-orang
yang dipuji Allah dalam firman-Nya, artinya: "Sesungguhnya mereka adalah
orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan
yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka
adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.". (Al-Anbiya: 90)

HUKUM HARI RAYA QURBAN 

Hari raya ini adalah keistimewaan khusus buat umat kita, perayaan agama yang
meriah, termasuk syiar dienul Islam, maka marilah kita berpartisipasi dan
mengagungkannya. Allah berfirman, artinya: "Demikianlah (perintah Allah).
Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu
timbul dari ketaqwaan hati". (QS: Al-Hajj: 32)

Adab-adab dan hukum Idul Adha: 

1.      Takbir, disyariatkan bertakbir mulai Shubuh hari Arafah (9
Dzulhijjah) sampai pada waktu Ashar di akhir hari Tasyriq (tanggal 13
Dzulhijjah).
Disunnahkan bagi kaum pria meninggikan suaranya di masjid-masjid pasar,
rumah, juga setiap usai shalat wajib sebagai bukti mengagungkan Allah dan
menampakkan ibadah dan syukur kepadaNya.

2.      Menyembelih Qur'ban; Dilaksanakan setelah shalat hari raya, karena
Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang menyembelih
sebelum shalat maka hendaklah mengulangi berikutnya dan siapa belum
menyembelih hendaklah menyembelih. " (HR. Al-Bukhari).

Waktu menyembelih adalah 4 hari, yaitu hari Idul Adha dan 3 hari Tasyrik
(tanggal: 11, 12 dan 13) sebagaimana sabda Rasul Shallallaahu 'alaihi wa
sallam : "Seluruh hari Tasyrik adalah hari-hari menyembelih" (Silsilah
hadits shahih No. 2476)

3.      Mandi dan menggunakan minyak wangi bagi kaum lelaki; Berpakaian yang
paling bagus tanpa berlebihan maupun terlalu panjang, tidak mencukur
jenggot, karena hukumnya haram. Sedangkan bagi kaum perempuan disyariatkan
keluar ke tempat shalat tanpa pakaian mewah dan tanpa minyak wangi. Jangan
sampai dalam shalat yang tujuannya berbuat ketaatan kepada Allah, mereka
malah memakai pakaian yang menentangNya, seperti pakaian mewah, membuka
aurat dan wewangian di depan lelaki.

4.      Makan daging Qurban: "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam
tidak makan sampai kembali dari shalat kemudian makan dari daging Qurban". 

5.      Pergi ke tempat shalat Ied dengan berjalan kaki selagi tidak
menyusahkan. Menurut sunnah, shalat hari Raya adalah dilaksanakan di tanah
lapang kecuali ada halangan, seperti hujan maka dilaksanakan di dalam masjid
seperti yang dilakukan Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam .

6.      Shalat bersama kaum muslimin, lalu mendengarkan khutbah.
Berdasar-kan firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala , yang artinya: "Maka
dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah" (QS. 108:2)
Shalat Ied tidak boleh ditinggal kecuali karena udzur menurut syariat, kaum
wanita diperintahkan mendatangi juga, termasuk wanita yang sedang haidh,
juga orang tua, namun posisi wanita yang haidh menjauh dari tempat shalat.

7.      Melewati jalan yang berbeda: Di sunnahkan bagi Anda berangkat ke
mushalla (tempat shalat di lapangan) hari raya ini melewati satu jalan dan
pulang lewat jalan yang lain, karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam melaksanakan demikian.

8.      Mengucapkan selamat berhari raya di bolehkan seperti ucapan semoga
Allah menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian.

Berhati-hatilah saudara dari kesalahan sebagian manusia, di antaranya: 

3.      Takbir dengan berjamaah: dengan suara satu atau mengulang-ulang
setelah takbir seseorang.

4.      Perbuatan sia-sia yang diharam-kan, seperti mendengarkan nyanyian,
menonton film-film, berkencan maupun pertemuan lelaki dan perempuan selain
mahram, dan kemaksiatan lainnya.

5.      Memotong rambut dan kuku bagi yang akan berkorban sampai setelah
menyembelih, karena dilarang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam .

6.      Berpesta pora; berboros-borosan atau mubadzir tanpa ada keperluan
dan kebaikan. 

Disarikan dari Nasrah Darul Qasim, Fadhlu 'Arsy Dzilhijjah. (Waznin Mahfudh)

Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah
dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum
mengetahuinya.

Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

************ ********* ********* *******
Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik disini
: tauziyah-subscribe@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
yahoogroups. com  Atau mau melihat artikel sebelumnya silahkan kunjungi
web-site kami : www.tauziyah. <http://www.tauziyah.com/>  com 

 

 

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke