Pengharaman menjadi pengemis memang menjadi polemik.

Entah benar atau tidak, konon pengharaman mengemis yang difatwakan keluar 
akibat ada 1 kampung (pernah diliput di TV) kalau tidak salah di Sumenep yang 
semua penduduknya berprofesi sebagai pengemis.

Secara fisik kondisi perkampungan itu cukup bagus.  Mayoritas bangunannya 
permanen.  

Jadi mereka mengemis bukan akibat terpaksa, tapi karena memang profesi.

 

Wallahu A’lam

 

 

www.pojok-rehat.blogspot.com

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of A Nizami
Sent: 31 August 2009 14:13
To: syiar-islam; [email protected]; [email protected]; 
Forsimpta; [email protected]
Subject: [padhang-mbulan] Mengemis Meski Kurang Baik Tapi Tidak Diharamkan

 

  

Assalamu'alaikum wr wb,

Meski agama Islam kurang menyukai orang yang meminta-minta, apalagi jika 
memintanya dengan memaksa dan jauh melebihi kebutuhannya/berlebih, tapi 
mengemis itu tidak diharamkan.

Pada saat seseorang dalam keterpaksaan karena anak/istrinya kelaparan, 
ketimbang anak istrinya mati kelaparan atau kena busung lapar dia boleh 
meminta-minta. Dan kita juga harus memberi orang miskin baik yang meminta atau 
pun yang tidak meminta-minta.

Yang penting jangan jadikan mengemis sebagai profesi. Tapi terus berusaha 
dengan segala daya dan upaya agar tidak jadi pengemis.

Dalam hadits disebut kecaman terhadap orang yang sengaja memilih profesi 
sebagai pengemis:

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang selalu 
meminta-minta pada orang-orang, akan datang pada hari kiamat dengan tidak ada 
segumpal daging pun di wajahnya." Muttafaq Alaihi. 

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa meminta-minta 
harta orang untuk memperkaya diri, sebenarnya ia hanyalah meminta bara api. 
Oleh karenanya, silahkan meminta sedikit atau banyak." Riwayat Muslim. 

Dari Zubair Ibnu al-'Awwam ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Seorang di antara kamu 
yang mengambil talinya, lalu datang dengan seonggok kayu di atas punggungnya, 
kemudian menjualnya dan dengan hasil itu ia menjaga kehormatannya adalah lebih 
baik daripada ia meminta-minta orang yang terkadang mereka memberinya atau 
menolaknya." Riwayat Bukhari

Meski dihadits tsb mengemis dikecam, namun dalam keadaan terpaksa Allah 
membolehkannya dan kita hendaknya memberi sebagian harta kita untuk mereka.

Berikut berbagai dalil dari Al Qur'an:

"dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang 
tidak mau meminta)" [Al Ma'aarij:24-25]

"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang 
miskin yang tidak mendapat bagian" [Adz Dzaariyaat:19]

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, 
akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari 
kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang 
dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir 
(yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan 
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan 
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang 
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah 
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." 
[Al Baqarah:177]

"Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya." [Adh 
Dhuhaa:10]

Wassalam
===





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke