yang difatwakan MUI memmang benar bahwa mengemis itu haram, keterangannya sudah jelas dalam kitab Ryiadusholihin, namun saya tidak hafal hadistnya. untuk itu MUI lah yang jadi rujukan kita karena sebelum menfatwakan MUI sudah mengkaji lebih dulu dengan referensi yang jelas. nah adapun dalam keadaan terdesak semuapun bisa diperbolehkan tapi itu hanya sebatas P3K, seperti kita kelaparan di tengah hutan dan yang ada hanya daging babi itu pun boleh kita makan tapi bukan berarti halal, menurut qoi'dah usul fiqih. "Addorurotu bituhbihul mahdzuroh". begitu pun dengan hukum meminta jika kita terdesak dan jangan sampai ketagian aja...
--- Pada Sen, 31/8/09, Aris Winarko <[email protected]> menulis: Dari: Aris Winarko <[email protected]> Judul: [syiar-islam] RE: [padhang-mbulan] Mengemis Meski Kurang Baik Tapi Tidak Diharamkan Kepada: "'syiar-islam'" <[email protected]> Tanggal: Senin, 31 Agustus, 2009, 3:22 PM Pengharaman menjadi pengemis memang menjadi polemik. Entah benar atau tidak, konon pengharaman mengemis yang difatwakan keluar akibat ada 1 kampung (pernah diliput di TV) kalau tidak salah di Sumenep yang semua penduduknya berprofesi sebagai pengemis. Secara fisik kondisi perkampungan itu cukup bagus. Mayoritas bangunannya permanen. Jadi mereka mengemis bukan akibat terpaksa, tapi karena memang profesi. Wallahu A’lam www.pojok-rehat. blogspot. com From: padhang-mbulan@ yahoogroups. com [mailto:padhang-mbulan@ yahoogroups. com] On Behalf Of A Nizami Sent: 31 August 2009 14:13 To: syiar-islam; sab...@yahoogroups. com; padhang-mbulan@ yahoogroups. com; Forsimpta; Kajian_LepasKerja@ yahoogroups. com Subject: [padhang-mbulan] Mengemis Meski Kurang Baik Tapi Tidak Diharamkan Assalamu'alaikum wr wb, Meski agama Islam kurang menyukai orang yang meminta-minta, apalagi jika memintanya dengan memaksa dan jauh melebihi kebutuhannya/ berlebih, tapi mengemis itu tidak diharamkan. Pada saat seseorang dalam keterpaksaan karena anak/istrinya kelaparan, ketimbang anak istrinya mati kelaparan atau kena busung lapar dia boleh meminta-minta. Dan kita juga harus memberi orang miskin baik yang meminta atau pun yang tidak meminta-minta. Yang penting jangan jadikan mengemis sebagai profesi. Tapi terus berusaha dengan segala daya dan upaya agar tidak jadi pengemis. Dalam hadits disebut kecaman terhadap orang yang sengaja memilih profesi sebagai pengemis: Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang selalu meminta-minta pada orang-orang, akan datang pada hari kiamat dengan tidak ada segumpal daging pun di wajahnya." Muttafaq Alaihi. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa meminta-minta harta orang untuk memperkaya diri, sebenarnya ia hanyalah meminta bara api. Oleh karenanya, silahkan meminta sedikit atau banyak." Riwayat Muslim. Dari Zubair Ibnu al-'Awwam ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Seorang di antara kamu yang mengambil talinya, lalu datang dengan seonggok kayu di atas punggungnya, kemudian menjualnya dan dengan hasil itu ia menjaga kehormatannya adalah lebih baik daripada ia meminta-minta orang yang terkadang mereka memberinya atau menolaknya." Riwayat Bukhari Meski dihadits tsb mengemis dikecam, namun dalam keadaan terpaksa Allah membolehkannya dan kita hendaknya memberi sebagian harta kita untuk mereka. Berikut berbagai dalil dari Al Qur'an: "dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)" [Al Ma'aarij:24- 25] "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian" [Adz Dzaariyaat:19] "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." [Al Baqarah:177] "Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. " [Adh Dhuhaa:10] Wassalam === [Non-text portions of this message have been removed] Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed]

