Sikap MUI Sumenep mengharamkan mengemis itu mungkin wajar mengingat kondisi 
satu desa Sumenep yang makmur, tapi nyaris seluruh penduduknya hidup mengemis.

Tapi jika orang itu miskin, maka ketimbang keluarganya kelaparan, maka itu 
dibolehkan.

Sekitar 11,5 juta anak Indonesia menderita kelaparan/busung lapar dan beberapa 
di antaranya meninggal. Silahkan lihat di:
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-rakyat-indonesia-mati-kelaparan/

Jadi pengharaman pengemis secara total justru bertentangan dengan Al Qur'an 
yang merupakan sumber hukum Islam tertinggi.

MUI Pusat belum menyetujui fatwa tsb. 
==
http://www.suaramedia.com/berita-nasional/10024-bisnis-mengemis-marak-mui-bahas-fatwa.html
Namun fatwa haram itu tidak lantas disetujui oleh MUI Pusat. Ketua Fatwa MUI 
Ma'ruf Amin mengungkapkan, pihaknya akan memperlajari dasar-dasar yang 
dijadikan tolak ukur fatwa tersebut.
===

Bahkan MUI Sukabumi menentangnya:
===
http://www.republika.co.id/berita/71974/MUI_Kota_Sukabumi_Nilai_Keliru_Fatwa_Haram_Pengemis
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi menilai keliru dikeluarkannya 
dukungan fatwa haram para pengemis oleh MUI Pusat terhadap MUI Sumenep. 
Dikeluarkannnya fatwa haram tersebut dikhawatirkan akan menyinggung perasaan 
para orang miskin.

Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Dedi Ismatullah, kepada wartawan mengaku aneh 
dengan dikeluarkannya fatwa haram terhadap keberadaan para pengemis. 
''Seharusnya MUI tidak mengeluarkan fatwa yang aneh dan menyakiti orang 
miskin,''tandas dia, Rabu (26/8).
===

Ayat-ayat Al Qur'an di bawah jelas membolehkan orang meminta-minta. Jika pun 
ada Hadits yang melarang, kita tahu bahwa Hadits itu lebih rendah derajadnya 
dari Al Qur'an dan kadang isinya bertentangan satu sama lain. Jadi jika ada 
hadits yang berlawanan dengan isi Al Qur'an, apalagi ayat-ayat Al Qur'an itu 
banyak, maka hadits itu tidak bisa dipegang:

Lihat bagaimana orang2 yang beriman dianjurkan untuk bersedekah karena pada 
harta kita ada hak bagi orang miskin yang MEMINTA dan yang tidak mau meminta:

"dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang 
tidak mau meminta)" [Al Ma'aarij:24- 25]

"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang 
miskin yang tidak mendapat bagian" [Adz Dzaariyaat:19]

Berbuat kebaikan adalah bersedekah pada orang2 termasuk orang-orang yang 
meminta-minta:

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, 
akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari 
kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang 
dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir 
(yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan 
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan 
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang 
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah 
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." 
[Al Baqarah:177]

Jadi aneh jika nanti orang yang bersedekah ditangkap karena melanggar aturan.

Menghardik orang yang meminta saja haram. Apalagi menangkapnya:
 
"Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. " [Adh 
Dhuhaa:10]

--- In [email protected], Ujang Mulyana <njang_hid...@...> wrote:
>
> yang difatwakan MUI memmang benar bahwa mengemis itu haram, keterangannya 
> sudah jelas dalam kitab Ryiadusholihin, namun saya tidak hafal hadistnya. 
> untuk itu MUI lah yang jadi rujukan kita karena sebelum menfatwakan MUI sudah 
> mengkaji lebih dulu dengan referensi yang jelas. nah adapun dalam keadaan 
> terdesak semuapun bisa diperbolehkan tapi itu hanya sebatas P3K, seperti kita 
> kelaparan di tengah hutan dan yang ada hanya daging babi itu pun boleh kita 
> makan tapi bukan berarti halal, menurut qoi'dah usul fiqih. "Addorurotu 
> bituhbihul mahdzuroh". begitu pun dengan hukum meminta jika kita terdesak dan 
> jangan sampai ketagian aja...
> 
> --- Pada Sen, 31/8/09, Aris Winarko <aris.wina...@...> menulis:
> 
> Dari: Aris Winarko <aris.wina...@...>
> Judul: [syiar-islam] RE: [padhang-mbulan] Mengemis Meski Kurang Baik Tapi 
> Tidak Diharamkan
> Kepada: "'syiar-islam'" <[email protected]>
> Tanggal: Senin, 31 Agustus, 2009, 3:22 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 
>     
>                   Pengharaman menjadi pengemis memang menjadi polemik.
> 
> 
> 
> Entah benar atau tidak, konon pengharaman mengemis yang difatwakan keluar 
> akibat ada 1 kampung (pernah diliput di TV) kalau tidak salah di Sumenep yang 
> semua penduduknya berprofesi sebagai pengemis.
> 
> 
> 
> Secara fisik kondisi perkampungan itu cukup bagus.  Mayoritas bangunannya 
> permanen.  
> 
> 
> 
> Jadi mereka mengemis bukan akibat terpaksa, tapi karena memang profesi.
> 
> 
> 
> Wallahu A’lam
> 
> 
> 
> www.pojok-rehat. blogspot. com
> 
> 
> 
> From: padhang-mbulan@ yahoogroups. com [mailto:padhang-mbulan@ yahoogroups. 
> com] On Behalf Of A Nizami
> 
> Sent: 31 August 2009 14:13
> 
> To: syiar-islam; sab...@yahoogroups. com; padhang-mbulan@ yahoogroups. com; 
> Forsimpta; Kajian_LepasKerja@ yahoogroups. com
> 
> Subject: [padhang-mbulan] Mengemis Meski Kurang Baik Tapi Tidak Diharamkan
> 
> 
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> 
> 
> Meski agama Islam kurang menyukai orang yang meminta-minta, apalagi jika 
> memintanya dengan memaksa dan jauh melebihi kebutuhannya/ berlebih, tapi 
> mengemis itu tidak diharamkan.
> 
> 
> 
> Pada saat seseorang dalam keterpaksaan karena anak/istrinya kelaparan, 
> ketimbang anak istrinya mati kelaparan atau kena busung lapar dia boleh 
> meminta-minta. Dan kita juga harus memberi orang miskin baik yang meminta 
> atau pun yang tidak meminta-minta.
> 
> 
> 
> Yang penting jangan jadikan mengemis sebagai profesi. Tapi terus berusaha 
> dengan segala daya dan upaya agar tidak jadi pengemis.
> 
> 
> 
> Dalam hadits disebut kecaman terhadap orang yang sengaja memilih profesi 
> sebagai pengemis:
> 
> 
> 
> Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang selalu 
> meminta-minta pada orang-orang, akan datang pada hari kiamat dengan tidak ada 
> segumpal daging pun di wajahnya." Muttafaq Alaihi. 
> 
> 
> 
> Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa 
> meminta-minta harta orang untuk memperkaya diri, sebenarnya ia hanyalah 
> meminta bara api. Oleh karenanya, silahkan meminta sedikit atau banyak." 
> Riwayat Muslim. 
> 
> 
> 
> Dari Zubair Ibnu al-'Awwam ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Seorang di antara 
> kamu yang mengambil talinya, lalu datang dengan seonggok kayu di atas 
> punggungnya, kemudian menjualnya dan dengan hasil itu ia menjaga 
> kehormatannya adalah lebih baik daripada ia meminta-minta orang yang 
> terkadang mereka memberinya atau menolaknya." Riwayat Bukhari
> 
> 
> 
> Meski dihadits tsb mengemis dikecam, namun dalam keadaan terpaksa Allah 
> membolehkannya dan kita hendaknya memberi sebagian harta kita untuk mereka.
> 
> 
> 
> Berikut berbagai dalil dari Al Qur'an:
> 
> 
> 
> "dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu
> 
> bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang 
> tidak mau meminta)" [Al Ma'aarij:24- 25]
> 
> 
> 
> "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan 
> orang miskin yang tidak mendapat bagian" [Adz Dzaariyaat:19]
> 
> 
> 
> "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, 
> akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari 
> kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang 
> dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir 
> (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan 
> (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan 
> orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang 
> sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah 
> orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang 
> bertakwa." [Al Baqarah:177]
> 
> 
> 
> "Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. " [Adh 
> Dhuhaa:10]
> 
> 
> 
> Wassalam
> 
> ===
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
>  
> 
>       
> 
>     
>     
>       
>        
>       
>       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> 
>       
>       
> 
> 
>       Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan 
> mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
> http://id.messenger.yahoo.com/invite/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke