assalamu'alaikum wr wb

ulasan yang menarik mengenai fenomena peminta2 (pengemis) ini.... di
sisi lain ada keterangan : jangan lah kamu curiga terhadap peminta2,
biarlah Allah yang akan menilainya. Sehingga kewajiban kita adalah
memberi (selama kita mampu) kepada orang yang tidak meminta / apalagi
kepada orang yang meminta....



mohon pencerahannya kepada ustadz/ustadzah di milis ini....



sikap yang mana yang sebaiknya kita ambil????



terima kasih,

jazakumullahu khair...

--- On Tue, 30/3/10, Ekha Vheby_Planning <[email protected]> wrote:

From: Ekha Vheby_Planning <[email protected]>
Subject: [syiar-islam] Arti kebaikan dimata Nabi Muhammad SAW
To: [email protected]
Date: Tuesday, 30 March, 2010, 11:11 AM







 



  


    
      
      
      Bismillahirahmanira him....

.....



Tulisan ini aku tulis karena banyak hal yang membuatku binggung dengan 

semua sikap orang-orang



yang aku temui dikeseharianku. ......yach apalagi kalau bukan sisi 

marginal dari sebuah ibu kota.



Tentang sebuah kata ke-Dermawanan. ........sungguh semua ini memang 

kembali pada niat di dalam



hati....bukankah kebaikkan itu harus selalu dilakukan tanpa syarat 

apapun...dan akupun



menyakininya. .......aku dahulu pernah satu waktu ada seseorang yang 

berkata padaku kalau mau



berniat baik...yach lakukan saja tak usah apakah niat baik itu 

diteruskan untuk kebaikkan atau malah



kebalikkannya suatu keburukkan.. ......tapi kadang kata itu membuatku 

sedikit terusik saat aku pernah



mendengarkan perbincangan salah seorang sebut saja "penduduk marginal 

kota"...uang hasil



(sebelumnya maaf) meminta-minta digunakan untuk hanya sekedar menambah 

uang saku untuk membeli



minuman keras......ehm. ....sungguh aku mulai melihat siapa aja 

sebaikkannya kebaikkan ini aku



berikan..... ......



Saat ini aku ingin sekali membagi akan sebuah keteladan Nabi 

Muhammad.... .......tentang



bagaimana kita sebaiknya bersikap pada "penduduk marginal kota" itu. Aku 

sedikit terteguh saat



membaca hadist ini yang diriwayatkan oleh Bukhari, nabi bersabda:



"seseorang yang meminta-minta (mengemis) kepada manusia. Maka dia akan 

datang di hari kiamat



dengan tanpa sepotong dagingpun di mukanya"



Nabi Muhammad dalam sebuah hadist lainnya yang juga diriwayatkan oleh 

Bukhari barkata hanya ada 3



alasan yang memperbolehkan seseorang meminta minta, itupun sifatnya 

sementara...



"sesungguhnya mengemis itu tidak halal, kecuali untuk salah satu dari 3 

hal. Yaitu: orang yang



menanggung beban menjamin hingga dia mendapatkannya, orang yang ditimpa 

musibah yang melahap



hartanya hingga ia mendapatkan sesuatu untuk menopang hidupnya, dan 

orang yang mengalami



kepailitan sampai ia mampu mendapatkan kemampuan untuk menompang 

hidupnya. Adapun selain itu



maka meminta-minta merupakan dosa yang dia makan dengan mendapatkan murka"



dan inikah kebaikkan yang aku berikan selama ini yang membuat seseorang 

mendapatkan murka dari



Allah....... sungguh aku tak ingin....akupun ingin dihariku selalu 

mendapatkan kebaikkan dari Allah.



Dan ini adalah keteladanan dari nabi Muhammad SAW memberikan contoh yang 

baik (Uswatun



hasanah). Dalam Hadist lain dikisahkan tentang seseorang Anshar yang 

datang menghadap nabi, yang



meminta bantuan karena penghidupannya yang sangat kesusahan. Dia 

mengatakan sudah tidak punya



apa-apa lagi untuk dimakan bersama keluarganya.



Kemudian Nabi menanyakan apa saja harta yang masih dimilikinya. 

Laki-laki itu menjawab, dia masih



mempunyai sehelai selimut dan sebuah cawan untuk diminum. Lalu nabi 

menyuruhnya untuk mengambil



kedua barang tersebut dirumahnya. Setelah orang itu kembali. Nabi 

menanyakan pada para sahabat



yang hadir. Adakah yang mau membeli barang-barang tersebut. Lalu para 

sahabat yang berminat



menawar harganya. Dan akhirnya barang-barang tersebut terjual dengan 

harga 2 dirgham. Nabi



memberikan uang iu kepada laki-laki tersebut. Dengan pesan, 1 dirham 

agar digunakan untuk keperluan



makan bagi diri dan keluarganya. Dan 1 dirgham lainnya digunakan untuk 

membeli sebuah kapak, dan



nabi menyuruhnya menggunakan kapak itu untuk mencari kayu di hutan dan 

menjualnya sebagai kayu



bakar. Nabi berpesan agar laki-laki itu datang 15 hari kemudian. Takala 

laki-laki itu datang lagi, ia



melaporkan bahwa selama 2 minggu itu ia telah berhasil mendapatkan uang 

sebanyak 1 dirham dan



telah membeli beberapa helai pakaian. Nabi Muhammad mengingatkannya " 

ITU LEBIH BAIK BAGI



KAMU DARIPADA MENGEMIS YANG AKAN MENDAPATKAN AIB DI HARI PENGADILAN 

KELAK..."



dari semua itu dapat aku ambil hikmah...... .1 setiap orang perlu 

mendayagunakan semua apa yang ia miliki untuk mendapatkan 

sesuatu..... ......... 2. berbuat baik perlu dipikirkan dengan hati dan 

otak apakah kebaikkan ini membuat si penerima mendapatkan kebaikkan atau 

hanya akan kembali lagi dan lagi untuk 

meminta-minta. ......... ......... yang hanya akan membuat si penerima 

menjadi seseorang yang menggantungkan hidup hanya ada orang 

lain....tidak pada dirinya sendiri..... ...



Semoga Allah selalu meberikan kebaikkan untuk kita......^^

-eKha Vheby-



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke