Wa'alaikum salam wr wb,
Islam memang tidak mengajarkan ummatnya untuk mengemis. Jika makanannya cukup 
sampai malam hari, haram mengemis. Nabi juga pernah bertanya kepada seorang 
pemuda sehat yang meminta apakah dia betul2 memerlukan pemberian meski kemudian 
Nabi memberikan juga.

Namun Allah memerintahkan kita untuk memberi fakir miskin baik yang meminta 
atau pun yang tidak meminta.

"dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, 
bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang 
tidak mau meminta)" [Al Ma´aarij 24-25]

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, 
akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari 
kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang 
dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir 
(yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan 
(memerdekakan) hambasahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan 
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang 
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah 
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." 
[ Al Baqarah 177]

"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang 
miskin yang tidak mendapat bagian" [Adz Dzaariyaat 19]



===

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

Milis Ekonomi Nasional: [email protected]

--- Pada Sel, 30/3/10, Hendri Hassan <[email protected]> menulis:

Dari: Hendri Hassan <[email protected]>
Judul: Re: [syiar-islam] Arti kebaikan dimata Nabi Muhammad SAW
Kepada: [email protected], "Ekha Vheby_Planning" 
<[email protected]>
Tanggal: Selasa, 30 Maret, 2010, 10:50 PM







 



  


    
      
      
      assalamu'alaikum wr wb



ulasan yang menarik mengenai fenomena peminta2 (pengemis) ini.... di

sisi lain ada keterangan : jangan lah kamu curiga terhadap peminta2,

biarlah Allah yang akan menilainya. Sehingga kewajiban kita adalah

memberi (selama kita mampu) kepada orang yang tidak meminta / apalagi

kepada orang yang meminta....



mohon pencerahannya kepada ustadz/ustadzah di milis ini....



sikap yang mana yang sebaiknya kita ambil????



terima kasih,



jazakumullahu khair...



--- On Tue, 30/3/10, Ekha Vheby_Planning <eka....@chingluh. co.id> wrote:



From: Ekha Vheby_Planning <eka....@chingluh. co.id>

Subject: [syiar-islam] Arti kebaikan dimata Nabi Muhammad SAW

To: syiar-islam@ yahoogroups. com

Date: Tuesday, 30 March, 2010, 11:11 AM



 



Bismillahirahmanira him....



.....



Tulisan ini aku tulis karena banyak hal yang membuatku binggung dengan 



semua sikap orang-orang



yang aku temui dikeseharianku. ......yach apalagi kalau bukan sisi 



marginal dari sebuah ibu kota.



Tentang sebuah kata ke-Dermawanan. ........sungguh semua ini memang 



kembali pada niat di dalam



hati....bukankah kebaikkan itu harus selalu dilakukan tanpa syarat 



apapun...dan akupun



menyakininya. .......aku dahulu pernah satu waktu ada seseorang yang 



berkata padaku kalau mau



berniat baik...yach lakukan saja tak usah apakah niat baik itu 



diteruskan untuk kebaikkan atau malah



kebalikkannya suatu keburukkan.. ......tapi kadang kata itu membuatku 



sedikit terusik saat aku pernah



mendengarkan perbincangan salah seorang sebut saja "penduduk marginal 



kota"...uang hasil



(sebelumnya maaf) meminta-minta digunakan untuk hanya sekedar menambah 



uang saku untuk membeli



minuman keras......ehm. ....sungguh aku mulai melihat siapa aja 



sebaikkannya kebaikkan ini aku



berikan..... ......



Saat ini aku ingin sekali membagi akan sebuah keteladan Nabi 



Muhammad.... .......tentang



bagaimana kita sebaiknya bersikap pada "penduduk marginal kota" itu. Aku 



sedikit terteguh saat



membaca hadist ini yang diriwayatkan oleh Bukhari, nabi bersabda:



"seseorang yang meminta-minta (mengemis) kepada manusia. Maka dia akan 



datang di hari kiamat



dengan tanpa sepotong dagingpun di mukanya"



Nabi Muhammad dalam sebuah hadist lainnya yang juga diriwayatkan oleh 



Bukhari barkata hanya ada 3



alasan yang memperbolehkan seseorang meminta minta, itupun sifatnya 



sementara...



"sesungguhnya mengemis itu tidak halal, kecuali untuk salah satu dari 3 



hal. Yaitu: orang yang



menanggung beban menjamin hingga dia mendapatkannya, orang yang ditimpa 



musibah yang melahap



hartanya hingga ia mendapatkan sesuatu untuk menopang hidupnya, dan 



orang yang mengalami



kepailitan sampai ia mampu mendapatkan kemampuan untuk menompang 



hidupnya. Adapun selain itu



maka meminta-minta merupakan dosa yang dia makan dengan mendapatkan murka"



dan inikah kebaikkan yang aku berikan selama ini yang membuat seseorang 



mendapatkan murka dari



Allah....... sungguh aku tak ingin....akupun ingin dihariku selalu 



mendapatkan kebaikkan dari Allah.



Dan ini adalah keteladanan dari nabi Muhammad SAW memberikan contoh yang 



baik (Uswatun



hasanah). Dalam Hadist lain dikisahkan tentang seseorang Anshar yang 



datang menghadap nabi, yang



meminta bantuan karena penghidupannya yang sangat kesusahan. Dia 



mengatakan sudah tidak punya



apa-apa lagi untuk dimakan bersama keluarganya.



Kemudian Nabi menanyakan apa saja harta yang masih dimilikinya. 



Laki-laki itu menjawab, dia masih



mempunyai sehelai selimut dan sebuah cawan untuk diminum. Lalu nabi 



menyuruhnya untuk mengambil



kedua barang tersebut dirumahnya. Setelah orang itu kembali. Nabi 



menanyakan pada para sahabat



yang hadir. Adakah yang mau membeli barang-barang tersebut. Lalu para 



sahabat yang berminat



menawar harganya. Dan akhirnya barang-barang tersebut terjual dengan 



harga 2 dirgham. Nabi



memberikan uang iu kepada laki-laki tersebut. Dengan pesan, 1 dirham 



agar digunakan untuk keperluan



makan bagi diri dan keluarganya. Dan 1 dirgham lainnya digunakan untuk 



membeli sebuah kapak, dan



nabi menyuruhnya menggunakan kapak itu untuk mencari kayu di hutan dan 



menjualnya sebagai kayu



bakar. Nabi berpesan agar laki-laki itu datang 15 hari kemudian. Takala 



laki-laki itu datang lagi, ia



melaporkan bahwa selama 2 minggu itu ia telah berhasil mendapatkan uang 



sebanyak 1 dirham dan



telah membeli beberapa helai pakaian. Nabi Muhammad mengingatkannya " 



ITU LEBIH BAIK BAGI



KAMU DARIPADA MENGEMIS YANG AKAN MENDAPATKAN AIB DI HARI PENGADILAN 



KELAK..."



dari semua itu dapat aku ambil hikmah...... .1 setiap orang perlu 



mendayagunakan semua apa yang ia miliki untuk mendapatkan 



sesuatu..... ......... 2. berbuat baik perlu dipikirkan dengan hati dan 



otak apakah kebaikkan ini membuat si penerima mendapatkan kebaikkan atau 



hanya akan kembali lagi dan lagi untuk 



meminta-minta. ......... ......... yang hanya akan membuat si penerima 



menjadi seseorang yang menggantungkan hidup hanya ada orang 



lain....tidak pada dirinya sendiri..... ...



Semoga Allah selalu meberikan kebaikkan untuk kita......^^



-eKha Vheby-



[Non-text portions of this message have been removed]



Get your new Email address!

Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!

http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke