Sewindu PKT RSCM

Bulan Juni ini tepat sewindu (delapan tahun) PKT RSCM (Pusat Krisis
Terpadu untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan RS.Cipto
Mangukusumo) melakukan kegiatannya. Sampai dengan saat ini sudah
terlayani 4611 perempuan dan korban kekerasan. Atau 600 kasus pertahun
atau rata-rata 2 kasus perhari.

Para korban yang datang umumnya meminta pertolongan medis, atau
pengobatan luka-luka pada tubuhnya akibat kekerasan itu dan konseling
psikologis atas trauma psikis yang dideritanya.

Tak ada acara syukuran untuk memperingati hari lahirnya PKT RSCM
karena kami sedang cemas dan prihatin. Kenapa? Karena PKT RSCM akan
terpaksa ditutup operasionalnya karena kami tidak punya dana
operasional untuk bertahan. Padahal gaji para pegawai PKT RSCM
(dokter, psikolog, pekerja sosial, perawat, dan sekretaris) masih
menerima bayaran yang sangat minim.

Penutupan PKT RSCM ini jelas amat mengkhawatirkan sebab sebagai Rumah
Sakit Rujukan Nasional, RSCM sering menerima pasien dari golongan
tidak mampu yang membutuhkan perawatan luka dan psikis atas peristiwa
kekerasan misalnya: korban KDRT, Perkosaan, Pencabulan Anak, dsb. Lalu
kalau PKT ini ditutup jelas akan merugikan masyarakat. Karena mereka
amat terbantu dengan kehadiran PKT RSCM tersebut. 

Kenapa krisis keuangan bisa terjadi ? Jawabnya karena negara belum
memasukkan anggaran operasional PKT ke dalam APBN/APBD. Padahal hal
masalah pendanaan ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.4
Tahun 2006. Memang dibutuhkan kehendak yang kuat dan baik dari pejabat
pemerintahan terkait khususnya Kantor Kementerian Pemberdayaan
Perempuan untuk tetap mengalokasikan dana operasional kepada PKT RSCM.
 
Tahun 2008 ini dana dari operasional PKT RSCM dihentikan pemberiaannya
oleh Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan hanya karena masalah
administratif saja bukan masalah prinsip. Tidak pernah terpikirkankah
oleh para pejabat dan karyawan di Kantor Kementerian Pemberdayaan
Perempuan bagaimana sulitnya PKT RSCM bertahan dari kesulitan keuangan
ini? Tidakkah pernah terbayangkan kalau akibat ketidaktersediaan dana
maka PKT RSCM harus memotong gaji para karyawannya yang sudah minim?
Bagaimana cara berpikir anda? Tolong jelaskan kepada kami... Bisakah
anda tertidur dengan pulas sementara tiap hari korban kekerasan datang
meminta pertolongan dan kami yang digaji dengan sangat minim dan tidak
memiliki dana operasional?

Kami juga menghimbau kepada Komnas Perempuan sebagai inisiator
berdirinya PKT RSCM ini juga memikirkan kesulitan kami, dan memberikan
jalan keluar yang terbaik dari krisis keuangan ini untuk PKT RSCM.

Kepada masyarakat yang peduli kami mohon bantuan/sumbangan/zakat
maal/infaq dan shadaqohnya demi beroperasinya PKT RSCM ini. Bantuan
tersebut dapat dikirimkan ke rekening kami:

Nama Pemilik Rekening : Pusat Krisis Terpadu
Bank : Bank Mandiri     
Cabang : RS.Cipto Mangukusumo
No.Rekening:     122-00-0002497-9

Semua bantuan yang kami terima akan kami pertanggungjawabkan dengan
mengirimkan laporan penerimaan sumbangan pada akhir September 2008 ke
milis ini.

Besar harapan kami masyarakat peduli kepada pemulihan peremuan dan
anak korban kekerasan. Seperti yang dilakukan oleh PKT RSCM. Jika mau
datang dan melihat kondisi kami atau mau datang dengan membawa
perempuan dan anak korban kekerasan silahkan datang ke PKT RSCM dengan
lokasi lt.2 Instalasi Gawat Darurat Rs.Cipto Mangukusumo,
Jl.Diponegoro No. 71, Jakarta Telp/Fax: 021-316 2261, atau email:
[EMAIL PROTECTED]



Salam hangat,



Titiana Adinda
Relawan PKT RSCM

===
Kunjungi blogku di:
http://titiana-adinda.blogspot.com



Kirim email ke