subject Kasus Biskuit Berfortifikasi, bantuan dari Badan Pangan Dunia
        PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) minta Bupati Timor
Tengah Utara dan Bupati Belu untuk menyelidiki kasus biskuit berfortifikasi
yang disalurkan Badan Pangan Dunia (World Food Fondation/WFP).

Hal tersebut dikemukakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTT Filemon
da Lopez kepada Media Indonesia di Kupang, NTT, kemarin.

Sebelumnya, WFP menyatakan menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan
terhadap lebih dari 100 ribu orang di beberapa daerah di Indonesia (Media
Indonesia, 7/4).

Penghentian tersebut berkait WFP menerima laporan tentang penemuan
benda-benda asing dalam biskuit berfortifikasi yang disalurkan WFP dalam
rangka program bantuan makanan untuk anak sekolah di kabupaten Timor Tengah
Utara dan Belu.

"Hasil investigasi harus akurat dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat
dan WFP," tuturnya, kemarin.

Menurut dia, pemerintah NTT menginginkan kasus tersebut diselesaikan secara
arif sehingga tidak merugikan masyarakat dan pemberi bantuan.

Biskuit bantuan WFP itu berfungsi sebagai makanan tambahan bergizi untuk
balita yang dibagikan di posyandu, sedangkan untuk anak-anak dibagikan di
sekolah.

Sebenarnya kasus ini sudah terjadi sejak 27 November 2008, tetapi baru saja
dilaporkan pada akhir Maret ke pemerintah setempat.

Di Belu, kasus pertama tersebut terjadi di Sekolah Dasar (SD) Inpres Derok,
Desa Manumutin, Kecamatan Reinhat. Kasus kedua terjadi pada Desember 2008 di
SD Inpres Fatubele dan SD Katolik Aselman di Kecamatan Rinhat. Sedangkan
kasus ketiga Januari 2009 di Desa Ainiba, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Untuk kasus di Belu, dua petugas WFP telah melaku kan penyelidikan, tetapi
tidak ditemukan logam di dalam biskuit lainnya.

Di Timor Tengah Utara, kasus itu ditemukan 27 kasus di sembilan SD yang
tersebar di tujuh kecamatan.

Dia mengatakan setelah hasil investigasi diterima gubernur, penyelesaian
kasus itu diharapkan tidak berdampak buruk terhadap keberlanjutan berbagai
program dan kegiatan kemanusiaan oleh lembaga bantuan internasional di NTT.

Sementara itu, Head of WFP Area Kupang Nguyen Duc Hoang mengatakan pihaknya
juga telah melaporkan kasus itu kepada polisi. (PO/N-1)



http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/04/08/ArticleHtmls/08_04_2009_008_003.shtml?Mode=1


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke