Mejuah-juah, Saya ingat 6 tahun yang lalu ketika kami sedang membangun salah satu jalan besar di kota Medan. Seorang Bapak yang berumur 45 tahun dengan satu istri dan 3 anak, dia bercerita dimana gajinya 800 ribu per bulan (dia seorang insinyur) dan lebih menyayat hati lagi ketika dia melanjutkan ceritanya bahwa mereka adalah kerja proyek (tidak tetap).
Penentuan UMR seperti sering terjadi ngga pernah masuk akal. Perhitungan lebih logis setidaknya mencakup beberap hal berikut : 1. Biaya Makan + transportasi + minum 2. Biaya rumah (kredit dll) 3. Hiburan yang sederhana 4. Pendidikan bagi anak mereka (atau persiapan bagi kelak anak mereka). 5. Mereka telah melakukan investasi dalam bidang pendidikan baik uang juga pikiran dan ini harus dibayar dengan Index rate return (IRR) 6. Dll kebutuhan dasar manusia beradab. Sayangnya di Republik Mimpi ini kebodohan adalah aset bagi mereka yang berkuasa dan tentu saja para pengusaha. Saya tidak tahu berapa persen sebenarnya profit yang wajar dari basic cost yang di investasikan (mungkin ini bisa mengacu kepada negara-negara maju). Satu hal yang jelas Pengusaha disini bisa cepat kaya karena nilai dasar investasi bisa berlipat-lipat dalam waktu yang terlalu lama dan tidak heran orang terkaya di Asia banyak dari Indonesia. Ketidapedulian yang terjadi, sepertinya mereka menunggu kelaparan dimana-mana dan nantikanlah perampokan yang akan terjadi untuk mencari apa yang dinamakan dengan makanan yang cukup untuk hari ini. Buruh Indonesia bersatulah! Terimakasih, Moses Sitepu --- MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sambut "May Day", Buruh Demo Tuntut Tetapkan Upah > Minimal Rp2,1 Juta > Menakertrans: Peringati Hari Buruh dengan Damai > Medan, (Analisa) Menyambut Hari Buruh Sedunia (May > Day), ribuan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat > Sumatera Utara untuk May Day (ARSum) berunjuk rasa > di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota > Medan, Senin (28/4) siang. Kehadiran massa yang > sebagian besar datang berjalan kaki itu berlangsung > tertib. Dengan membawa aneka spanduk dan poster > mereka meminta pihak Disnaker segera menyelesaikan > berbagai masalah perburuhan khususnya di Kota Medan. > Dalam pernyataan sikap tertulis, para buruh > menyampaikan bahwa saat ini Kota Medan telah menjadi > kota yang dipenuhi buruh sistem kontrak > (outsourcing) di berbagai sektor usaha yang tidak > punya kepastian hubungan kerja secara hukum. > Sistem ini mereka nilai sebagai praktek perbudakan > gaya baru terhadap buruh. Sebab praktek ini > berlangsung terang-terangan seperti banyaknya > perusahaan pengerah tenaga kerja yang tidak > memberikan jaminan sosial, upah di bawah UMK/UMSK. > Bahkan menurut mereka dengan cara ini pengusaha > sesuka hati atau kapan saja dapat memPHK buruh. > Demikian halnya tentang kebebasan berserikat yang > dinilai buruh saat ini dikekang. Untuk itu mereka > meminta Disnaker Kota Medan melakukan pemeriksaan di > perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan buruh > kontrak. Selanjutnya dalam penetapan Upah Minimum > Kota Medan saat ini juga tidak transparan dan tidak > objektif. Dalam menyambut hari buruh ini para > pendemo mengultimatum Disnaker Medan untuk segera > menghapuskan sistem buruh kontrak dan menindak > pengusaha yang melanggar hak-hak buruh serta yang > memperkerjakan buruh outsourching. Disnaker juga > harus mencabut ijin usaha pengerah tenaga kerja ini > lewat pengumuman secara terbuka di media massa. > Kemudian menindak pegawai pengawas yang tidak > menjalankan fungsinya dalam pengawasan hak-hak > buruh. Mereka juga menuntut laksanakan ketentuan > penanganan perselisihan, verifikasi serikat > pekerja/serikat buruh secara objektif dengan > membentuk Dewan Pengupahan Daerah yang benar-benar > mewakili kepentingan buruh. Tuntutan buruh > terakhir yakni agar pemerintah menetapkan upah buruh > di Kota Medan tahun 2009 minimal Rp2,1 juta. > Menanggapi tuntuan buruh ini, Kepala Disnaker Kota > Medan Drs Sutan Radja Hutagalung berjanji akan > menyelesaikannya sesuai ketentuan yang berlaku. > Sutan mengaku pihaknya tetap berdiri memperjuangkan > nasib buruh sepanjang wewenangnya. Untuk itu > Kadisnaker bersedia menerima kehadiran perwakilan > para buruh pada Senin (5/5) mendatang agar bisa > menyelesaikan masalah ini. Seusai menerima > pemaparan dari Kadisnaker para buruh pun membubarkan > diri dengan tetap mendapat pengawalan aparat > kepolisian. Sebelumnya pada hari itu para buruh juga > melakukan aksi serupa di gedung TVRI Jalan Putri > Hijau Medan. > > > --------------------------------- > Sök efter kärleken! > Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic.yahoo.net ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
