Mejuah-juah,

 

Masalah UMR tentulah selalu bertolak belakang antara pengusaha dan para
pekerja, dimana pengusaha selalu menginginkan upah kecil untuk memangkas BOP
sehingga dapat mandapatkan untung yang lebih. Lain halnya dengan pekerja
yang selalu ingin agar upah besar untuk menaikan tingkat kesejahteraan
keluarganya.

Untuk menjembatani hal ini adalah pemerintah yang seharusnya bijaksana dalam
menentukan besaran UMR dengan melibatkan semua elemen yang terkait.

Mungkin pemerintah tidak bisa campur tangan dalam menentukan persentasi
untung yang layak buat pengusaha sehingga tidak punya acuan yang lebih
menguntungkan bagi para pekerja sebagaimana kita lihat untuk tamatan SMA
masih ada yang mendapat penghasilan per bulanya di Jakarta Rp. 750,000.
Kenapa pemerintah tidak menindak pengusaha2 seperti ini.

Bagaimana mereka menghidupi keluarga walaupun sekali keluarga kecil dengan
satu isteri dan dua anak. Ini memang dilema.

 

Bujur

 

Ginting’s

 

  _____  

From: Moses S [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, April 29, 2008 12:59 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [tanahkaro] upah minimal Rp 2,1juta

 

Mejuah-juah,

Saya ingat 6 tahun yang lalu ketika kami sedang
membangun salah satu jalan besar di kota Medan. 
Seorang Bapak yang berumur 45 tahun dengan satu istri
dan 3 anak, dia bercerita dimana gajinya 800 ribu per
bulan (dia seorang insinyur) dan lebih menyayat hati
lagi ketika dia melanjutkan ceritanya bahwa mereka
adalah kerja proyek (tidak tetap). 

Penentuan UMR seperti sering terjadi ngga pernah masuk
akal. Perhitungan lebih logis setidaknya mencakup
beberap hal berikut :
1. Biaya Makan + transportasi + minum
2. Biaya rumah (kredit dll)
3. Hiburan yang sederhana 
4. Pendidikan bagi anak mereka (atau persiapan bagi
kelak anak mereka).
5. Mereka telah melakukan investasi dalam bidang 
pendidikan baik uang juga pikiran dan ini harus 
dibayar dengan Index rate return (IRR)
6. Dll kebutuhan dasar manusia beradab.

Sayangnya di Republik Mimpi ini kebodohan adalah aset
bagi mereka yang berkuasa dan tentu saja para
pengusaha.
Saya tidak tahu berapa persen sebenarnya profit yang
wajar dari basic cost yang di investasikan (mungkin
ini bisa mengacu kepada negara-negara maju). Satu hal
yang jelas Pengusaha disini bisa cepat kaya karena
nilai dasar investasi bisa berlipat-lipat dalam waktu
yang terlalu lama dan tidak heran orang terkaya di
Asia banyak dari Indonesia.

Ketidapedulian yang terjadi, sepertinya mereka
menunggu kelaparan dimana-mana dan nantikanlah
perampokan yang akan terjadi untuk mencari apa yang
dinamakan dengan makanan yang cukup untuk hari ini.

Buruh Indonesia bersatulah!

Terimakasih,
Moses Sitepu

--- MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] <mailto:gintingmu%40yahoo.se> se> wrote:

> Sambut "May Day", Buruh Demo Tuntut Tetapkan Upah
> Minimal Rp2,1 Juta
> Menakertrans: Peringati Hari Buruh dengan Damai 
> Medan, (Analisa) Menyambut Hari Buruh Sedunia (May
> Day), ribuan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat
> Sumatera Utara untuk May Day (ARSum) berunjuk rasa
> di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota
> Medan, Senin (28/4) siang. Kehadiran massa yang
> sebagian besar datang berjalan kaki itu berlangsung
> tertib. Dengan membawa aneka spanduk dan poster
> mereka meminta pihak Disnaker segera menyelesaikan
> berbagai masalah perburuhan khususnya di Kota Medan.
> Dalam pernyataan sikap tertulis, para buruh
> menyampaikan bahwa saat ini Kota Medan telah menjadi
> kota yang dipenuhi buruh sistem kontrak
> (outsourcing) di berbagai sektor usaha yang tidak
> punya kepastian hubungan kerja secara hukum. 
> Sistem ini mereka nilai sebagai praktek perbudakan
> gaya baru terhadap buruh. Sebab praktek ini
> berlangsung terang-terangan seperti banyaknya
> perusahaan pengerah tenaga kerja yang tidak
> memberikan jaminan sosial, upah di bawah UMK/UMSK. 
> Bahkan menurut mereka dengan cara ini pengusaha
> sesuka hati atau kapan saja dapat memPHK buruh.
> Demikian halnya tentang kebebasan berserikat yang
> dinilai buruh saat ini dikekang. Untuk itu mereka
> meminta Disnaker Kota Medan melakukan pemeriksaan di
> perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan buruh
> kontrak. Selanjutnya dalam penetapan Upah Minimum
> Kota Medan saat ini juga tidak transparan dan tidak
> objektif. Dalam menyambut hari buruh ini para
> pendemo mengultimatum Disnaker Medan untuk segera
> menghapuskan sistem buruh kontrak dan menindak
> pengusaha yang melanggar hak-hak buruh serta yang
> memperkerjakan buruh outsourching. Disnaker juga
> harus mencabut ijin usaha pengerah tenaga kerja ini
> lewat pengumuman secara terbuka di media massa.
> Kemudian menindak pegawai pengawas yang tidak
> menjalankan fungsinya dalam pengawasan hak-hak
> buruh. Mereka juga menuntut laksanakan ketentuan
> penanganan perselisihan, verifikasi serikat
> pekerja/serikat buruh secara objektif dengan
> membentuk Dewan Pengupahan Daerah yang benar-benar
> mewakili kepentingan buruh. Tuntutan buruh
> terakhir yakni agar pemerintah menetapkan upah buruh
> di Kota Medan tahun 2009 minimal Rp2,1 juta. 
> Menanggapi tuntuan buruh ini, Kepala Disnaker Kota
> Medan Drs Sutan Radja Hutagalung berjanji akan
> menyelesaikannya sesuai ketentuan yang berlaku.
> Sutan mengaku pihaknya tetap berdiri memperjuangkan
> nasib buruh sepanjang wewenangnya. Untuk itu
> Kadisnaker bersedia menerima kehadiran perwakilan
> para buruh pada Senin (5/5) mendatang agar bisa
> menyelesaikan masalah ini. Seusai menerima
> pemaparan dari Kadisnaker para buruh pun membubarkan
> diri dengan tetap mendapat pengawalan aparat
> kepolisian. Sebelumnya pada hari itu para buruh juga
> melakukan aksi serupa di gedung TVRI Jalan Putri
> Hijau Medan.
> 
> 
> ---------------------------------
> Sök efter kärleken! 
> Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting:
http://se.meetic. <http://se.meetic.yahoo.net> yahoo.net

__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.
<http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>
yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

 


Kirim email ke