Saya baca di majalah Trubus, Indonesia jg sudah banyak menggunakan biofuel
terutama di daerah Jawa. Biofuel ini didapat dari ubi dan berbagai macam
tanaman lainnya (yg mengandung ethanol). Harganya jg lebih murah dari BBM.
Bahkan kotoran sapi jg dimanfaatkan untuk memperoleh biogas.
 
4 perusahaan besar sudah memproduksi biofuel dengan teknologi modern (yg
teknologi rumahan sudah tidak terhitung jumlahnya), Medco & Sampoerna
sebagian diantaranya. Tp pemerintah sepertinya kurang menggalakkan & kurang
concern. Indonesia bisa jadi seperti timur tengah sekarang bila biofuel
digalakkan karena seperti Brazil, matahari di Indonesia bersinar sepanjang
tahun. 
 
Kalau lihat keuntungan yg diperoleh orang2 yg memproduksinya, bahkan yg
skala rumahan, hmm.....tergiur abis. Mungkin bisa mulai dipraktekkan di
tanah karo untuk para ahli kimia. Karena kalau lihat proses & campurannya
kemarin, cukup sederhana. Mungkin besok2 kita jg mau praktek. Manatau
sukses, jd ga perlu lagi ngantri beli bensin haha...
 
 
Salam,
----------------------------------

  Evita Sari Ginting (Ms)

  QUALITY CONTROL, HDD

  NOK PRECISION COMPONENT BATAM

  Tel : (+62)(0770) 611634

  Fax : (+62)(0770) 611652

-----------------------------------


 
<http://groups.yahoo.com/group/tanahkaro/message/25184;_ylc=X3oDMTJycWRscDBt
BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzIwMDU1ODcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDgzNzY0BG1zZ0lkAzI1MTg0
BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMTQ2NDY0NjE-> Re: "Minyak Gendruwo"
Buatan ITS Lebih Hemat dari Minyak Tanah 


Posted by: "cpatriawgmail"  <mailto:[EMAIL PROTECTED]
Re%3A%20%22Minyak%20Gendruwo%22%20Buatan%20ITS%20Lebih%20Hemat%20dari%20Miny
ak%20Tanah> [EMAIL PROTECTED]
<http://profiles.yahoo.com/cpatriawgmail> cpatriawgmail 


Fri Jun 27, 2008 11:31 am (PDT) 

--- In  <mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com> [email protected], "MU
Ginting" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Di Swedia orang mengeritik pembuatan etanol, katanya untuk membikin 
> satu liter etanol dbutuhkan 3 liter diesel. Jadi tidak masuk akal 
> akan menghindari polusi udara atau penghematan. Belum lagi bicara 
> soal pemakaian pupuk serta areal yang bisa mengurangi areal pangan. 
> Tetapi masalah ini mungkin tidak sama dengan Indonesia, mudah-
> mudahan atau masih bisa dikembangkan.

setahu saya di brazil mobil2nya sebagian besar sudah menggunakan 
ethanol/biofuel karena brazil sbg producer corn terbesar di 
dunia,silahkan koreksi jika salah.

memang katanya stiglitz pula, karena negara2 sibuk memproduksi corn 
maka ini berakibat kenaikan harga2 agrikultur (yang mana seharusnya 
ini memberikan berkah kepada Indonesia , iya nggak ? )

patut dicermati, brazil ini mungkin negara paling diberkahi sekarang :

- producer corn terbesar sbg bahan bakar biofuel
- tempo hari ditemukan cadangan minyak terbesar didunia di brazil 
selama 40 tahun terakhir, membuat petroleum brazil sebagai oil 
company tsb ketiga di dunia
- Minggu ini brazil mengumumkan kalau negaranya tidak akan terganggu 
oleh fluktuasi harga minyak karena mereka sudah lama tidak 
menggunakan BBM

- Brazil minggu ini juga mengumumkan negaranya menjadi negara net 
kreditor, padahal dulu brazil sempat default pada 1980an
- lebih hebatnya lagi saya lihat , karena negara ini maju, mereka 
bikin sovereign-wealth funds seperti negara China atau Arab, 
perbedaanya brazil fund ini akan digunakan tidak untuk mencari 
keuntungan semata saja , akan tetapi untuk mendorong progress persh2 
brazil yang invest di LN.

Mungkin ini satu negara yang paling berhasil memanage natural 
resourcesnya , plus presidenya orang kiri-tengah alias social-
democrat :-)

 <http://en.wikipedia.org/wiki/Ethanol_fuel_in_Brazil>
http://en.wikipedia.org/wiki/Ethanol_fuel_in_Brazil

 <http://www.jamaicaobserver.com/magazines/Business/html/20080624T210000>
http://www.jamaicaobserver.com/magazines/Business/html/20080624T210000
-0500_137099_OBS_BRAZIL_S_LUCK__OR_FORESIGHT___.asp

 <http://www.bloomberg.com/apps/news?> http://www.bloomberg.com/apps/news?
pid=20601086&sid=aQXB9FxXLKHw&refer=latin_america

carlos

Kirim email ke