sumber:
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/hari-jadi-kota-medan-dipertanyakan-2.html
Hari Jadi Kota Medan Dipertanyakan
Monday, 30 June 2008
MEDAN
(SINDO) – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan yang diperingati
setiap 1 Juli, sejumlah kalangan justru mempertanyakan keabsahan
penentuan hari jadi itu.
Sejarawan dari Universitas Negeri Medan (Unimed)
Ichwan Azhari menyatakan tidak ada landasan dasar tonggak sejarah dalam
penetapan hari jadi Kota Medan. “Penetapan 1 Juli itu merupakan hasil
keputusan pada tahun 1975.Dasar keputusan bersifat emosional yang tidak
menginginkan hari jadi Kota Medan dihitung berdasarkan warisan
Belanda,” ujar Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (Pussis)
Unimed itu kepada SINDO kemarin. Ichwan
menyebutkan,sebelumnya hari jadi tersebut ditetapkan berdasarkan
pembentukan gemeenteraad (Dewan Kota) pada tanggal 1 April 1909. Jadi 1
Juli itu sifatnya sangat spekulatif, tanpa dasar perjalanan sejarah.
Penetapan hari jadi saat itu berdasarkan tahun pertemuan antara Guru
Patimpus yang berasal dariTanah Karo dan Datuk Kota Bangun,seperti yang
tertera dalam hikayat H a m p a r a n Perak. Hikayat
tersebut hanya men y e b u t k a n tahun meninggalnya Imam Sadik bin
Abdullah yang diyakini adalah sahabat dekat Guru Patimpus. Dari hikayat
itu hanya disebutkan tahun 1509 tanpa mencantumkan tanggal
pastinya.Tahun tersebut diyakini sebagai kepastian waktu datangnya Guru
Patimpus di Medan. Akhirnya para pakar sejarah
yang melakukan kajian ketika itu menetapkan jalan tengah secara
spekulatif pada tanggal 1 Juli. “Jadi 1 Juli itu hanya diambil
berdasarkan tanggal pertengahan tahun,”ujarnya. Padahal,menurut Ichwan,
ketika Guru Patimpus datang pertama kali ke Medan dengan menemui Datuk
Kota Bangun, Kampung Medan sudah ada saat itu di wilayah Sei Sikambing.
Di sanalah Guru Patimpus akhirnya bermukim.
Seharusnya penetapan hari jadi Kota Medan berdasarkan perjalanan
sejarah yang jelas dasarnya agar generasi penerus dapat memahami
sejarah Kota Medan secara benar. “Kalau seperti ini, kita akan
kesulitan menjelaskan ketika ditanya apa dasar 1 Juli ditetapkan
sebagai ulang tahunKotaMedan,” ujarIchwan. Menurutnya,
demi kepentingan sejarah,hari jadi Kota Medan dapat direvisi dengan
mengadakan kajian ilmiah melalui seminar yang berkesinambungan untuk
menarik tonggak sejarah perjalanan Medan menjadi sebuah kota. Revisi
tersebut bukan suatu hal yang tabu.Kota Surabaya saja telah mengalami
tiga kali revisi hari jadi.Begitu juga dengan Bandung yang mengalami
dua kali perubahan. Ichwan menyebutkan, banyak
dasar sejarah yang dapat dijadikan referensi penetapan hari jadi Kota
Medan, misalnya pembukaan perkebunan Tembakau Deli. Pindahnya
Kesultanan Deli dari Labuhan ke Medan, atau kembali pada tanggal semula
ketika Medan dari daerah perkampungan biasa menjadi perkotaan dengan
pembentukan gemeenteraad. “Banyak dasar kajian
yang bisa dipelajari untuk memperkuat sejarah hari jadi Kota
Medan.,”tandas Ichwan. Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Ikhrimah Hamidy
menyebutkan, pengkajian ulang tersebut dapat saja dilakukan. Jika
diikuti proses penetapannya, sangat kental kepentingan tarik-menarik. Selain
itu, ada kesulitan sejarah ketika Medan ingin menetapkan hari jadinya.
Jika dilihat sejarah perkembangan Kota Medan, tidak ada perlawanan
antara Belanda dan penduduk lokal.Artinya, Medan tidak memiliki
pahlawan nasional. “Belanda itu masuk ke Medan bukan dengan senjata,
tapi lewat perjanjian dengan Kesultanan Deli yang menyerahkan sebagian
lahan untuk dijadikan daerah perkebunan. Jadi wajar tidak ada
perlawanan bersenjata yang dapat dijadikan tonggak sejarah hari jadi
Kota Medan,” tutur Ikhrimah. Untuk itu, sebelum
melakukan perubahan tanggal hari jadi, sebaiknya terlebih dulu
dilakukan pemahaman sejarah kota Medan di setiap jenjang
pendidikan.Tujuannya agar tidak ada lagi perubahan penetapan di
kemudian hari. “Yang terpenting pemahaman sejarahnya dulu. Mengenai
revisi hari jadi itu prioritas selanjutnya. Agar ada pemahaman bersama
dan tidak berubah lagi di kemudian hari,”ujarnya. DPRD
Medan akan bekerja sama dengan pakar sejarah untuk memberikan konsep
pendidikan sejarah, khusus kota Medan, di kurikulum pendidikan.
Tujuannya agar generasi berikutnya memiliki pemahaman yang benar
sehingga menghargai setiap cagar budaya yang ada di Medan. (m rinaldi
khair)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net