Semasa Dr. Job Ave (antropolog tammatan UI yang mantan kepala rumah tangga Istana di masa Presiden Suharto) menjabat Menteri Pariwisata, dia 'memproklamirkan' Medan sebagai Kota Batak. Atas dasar ucapannya, gapura Selamat Datang dekat Bandara Polonia dibangun berdasarkan gaya arsitektur Batak (masih terlihat sampai sekarang).
Ketika Abdillah (asal Melayu) menjadi walikota Medan, semua kantor camat di Medan dihiasi ukiran 'balai-balai' bergaya arsitektur Melayu dengan seruan Medan adalah Kota Melayu (masih terlihat sampai sekarang) Job Ave hanya meninjaunya dari kepentingan nasional dengan mengabaikan fakta lokal. Abdillah lebih mementingkan kepentingan sukunya. Ija Karo ndai? Situbil-tubilen, si kawil-kawilen, siisak-isaken. Inem ka lau si malem-malem ndai, nake. Andikoh, malem pinakit, kaka tua guruna. jg --- In [email protected], Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > sumber: http://indonesiasaram.wordpress.com/2007/01/06/batak-karo-fenomena-salah-kaprah/ > Sudah > menjadi hal yang umum di nusantara bahwa masyarakat Batak amatlah > dominan di Sumatera Utara. Bahkan kota Medan sendiri sering dianggap > sebagai kotanya rakyat Batak. Akibatnya, setiap orang yang berasal dari > kota tersebut selalu dianggap mampu berbahasa Batak. Padahal Medan > merupakan kota yang masyarakatnya jamak sehingga bahasa Batak tentu > saja bukan menjadi bahasa dominan. > Penduduk salah satu kota terbesar di Indonesia ini sangat majemuk. > Di antaranya ada etnis India, Cina, Jawa, Melayu, Sunda, Minang, Ambon, > Manado, dan tentu saja Batak. Dengan demikian, bahasa Indonesia tentu > saja menjadi bahasa yang dominan. Tentunya di kalangan etnis > masing-masing penggunaan bahasa Indonesia tidak selalu ditekankan. > Misalnya saja, etnis Cina di sana akan memakai bahasa Hokkian, > sedangkan etnis Indianya kadang berbahasa India (apakah itu bahasa Urdu > atau bukan saya kurang tahu). > Sebenarnya, Provinsi Sumatera Utara tidak hanya dihuni oleh etnis > Batak sebagai etnis yang (mungkin) paling dominan, khususnya di daerah > Tapanuli. Masih ada etnis lain, yaitu Karo. Sebagai etnis yang mandiri, > suku Karo memiliki bahasanya sendiri. Dan ini tentunya membedakan > bahasa Karo dengan bahasa Batak. Misalnya, untuk menyebut `ini', orang > Batak akan menyebut on sedangkan orang Karo akan menyebutnya endah. > Namun, berkembang pula suatu bentuk salah kaprah, khususnya bagi > orang-orang di luar provinsi tersebut. Sebagian besar orang berpendapat > bahwa etnis Karo adalah Batak juga. Maka seringlah terdengar, misalnya, > "Wah, saya tadi bertemu dengan seorang Batak Karo." Padahal, Batak dan > Karo, sebagaimana disebutkan sebelumnya, adalah dua etnis yang berbeda. > Saya menangkap salah kaprah ini didasarkan pada kenyataan bahwa > etnis Batak sendiri terdiri dari beberapa, katakanlah, cabang lagi. Di > antaranya ada Simalungun, Mandailing, dan Toba. Oleh karena itu, orang > sering mendengar Batak Simalungun untuk menyebut orang Simalungun, > demikian seterusnya. Kiranya inilah yang terjadi pada etnis Karo. > Saya juga pernah mendengar hal yang sama mengenai etnis Jawa dan > etnis Sunda. Beberapa orang menyebutkan etnis Sunda itu sebagai orang > Jawa juga. Apakah benar demikian? Rasanya tidak juga. > Salah satu strategi untuk melihat kebenaran hal ini ialah melalui > bahasa. Perbandingan tersebut dalam ilmu linguistik disebut linguistik > komparatif. Bila bertujuan menyelidiki persamaan/perbedaan rumpun > bahasa namanya linguistik historis komparatif. Misalnya saja, bila ada > satu kata yang cara pelafalan maupun penulisannya serupa, bisa > dicurigai sebagai satu bahasa yang sama/serumpun. Setelah itu, selidiki > apakah maknanya mendekati atau tidak. Tentu saja penyelidikannya tidak > bisa didasarkan hanya pada satu kata saja. > Amatlah penting bagi kita untuk mempelajari hal seperti ini untuk > menghindari salah paham dengan saudara-saudari kita dari etnis berbeda. > Malahan akan lebih baik lagi bila kita bertanya langsung mengenai hal > ini. Yah, hitung-hitung menghindari hal-hal yang tidak diinginkanlah. > > > Best Regarts > > www.dausmedia.cjb.net >
