Pertemuan pertama antara Joey Bangun dengan orang itu tidak sengaja. Sore itu 
di sebuah cafe di Taman Ismail Marzuki, Joey Bangun dan Robert Ketaren, seorang 
aktifis pemuda Karo bertemu dengan aktor El Manik untuk berdiskusi tentang 
kemungkinan dibuatnya film layar lebar Karo yang diangkat dari pemenang lomba 
cerpen Karo yang diselenggarakan di Medan beberapa waktu lalu. Selain itu, 
pertemuan itu adalah  permohonan resmi Teater Aron  pada El manik agar bisa 
memerankan Datuk Rubia Gande. Walau akhirnya batal karena El Manik sibuk 
syuting sinetron Ramadhan. 

 
Beberapa saat kemudian datang rombongan anak-anak muda Karo bergabung 
berdiskusi dengan ketiga orang itu.. Diantara mereka terlihat seorang yang 
sangat menarik perhatian Joey Bangun.

"Lama saya melihat dia. Orang ini unik. Dia cepat menguasai suasana diskusi 
kami. Dia pintar membuat lawakan yang membuat kami cepat tertawa. Yang membuat 
saya semakin tertarik, gaya orang ini seperti peran-peran lucu yang biasa 
dimainkan dalam drama komedi khas Karo seperti Cot Dogol. Saya pernah melihat 
dia. Tapi entah dimana," kenang Joey Bangun

"Lama saya mengingat dia. Akhirnya saya baru ingat saat kami makan bersama di 
sebuah tempat di depan stasiun Cikini. Orang ini bermain sebagai tokoh lucu 
dalam drama di sebuah VCD produksi Kesaint Blanc berjudul Jile-Jile Kobe."

Ramli Barus, begitu namanya.

Sehari-hari bekerja sebagai wartawan. Sangat dekat dengan para tokoh dan 
aktifis Karo. Saat Joey Bangun menawarkannya untuk bermain di Pawang Ternalem, 
dia menerimanya antusias. "Asa ngasupku, kusampati kam," kata Ramli Barus 
tersenyum.

Dara, itulah perannya.

Tokoh itu yang sudah disiapkan Joey Bangun untuk Ramli Barus. Saat menulis 
naskah Pawang Ternalem, entah kenapa Joey selalu mendapat insipirasi keseharian 
tokoh Dara dari sifat keseharian Ramli Barus. Tokoh Dara akan sangat dekat 
dengan gaya Ramli Barus. Karakter bahasa tubuhnya dan sampai penampilan fisik 
Dara ada di Ramli Barus.

Siapakah Dara? 

Dia Perangin-angin bebere Ginting. Walau bukan tokoh utama tapi Dara adalah 
tokoh sentral. Dia akan memainkan peran penting dalam lakon ini. Dara adalah 
senina sipemeren Pawang Ternalem. Nande Dara dan Nande Pawang Ternalem ersenina 
(kakak beradik). Menurut cerita, Nande Dara menikah dengan lelaki 
Perangin-angin asal Jenggi Kemawar. Sedang Nande Pawang Ternalem menikah dengan 
kalak Sembiring asal Liang Melas. Itu sebabnya antara kakak beradik ini sudah 
tidak ada kontak lagi.

Pertemuan Pawang Ternalem dengan Dara tidak sengaja. Saat itu Pawang Ternalem 
yang menyamar jadi buruk rupa membuat penduduk kuta Jenggi Kemawar berlarian 
karena menganggap dia Begu. Tapi Dara tidak takut, justru dia bekenalan dengan 
'Begu' itu. Dia mengajaknya ke rumahnya dan memperkenalkannya dengan Nandenya. 
Dari tutur, diketahuilah bahwa Nande Pawang Ternalem adalah kaka Nande Dara 
yang tinggal di Liang Melas. Barulah Nande Dara tahu kalau kakanya itu sudah 
meninggal dari cerita sedih Pawang Ternalem.

Dara lalu membantu Pawang Ternalem berkenalan dengan Beru Patimar. Dia jadi 
'mak comblang' antara Pawang Ternalem dan Beru Patimar. Dia juga menemani 
Pawang Ternalem saat ke pohon angker Tualang Si Mande Angin. Dara juga sebagai 
negosiator antara Pengulu dan Pawang Ternalem, agar Pawang Ternalem sudi 
memberikan madu Tualang Si Mande Angin untuk menyembuhkan penyakit Beru Patimar.

Dara adalah tokoh komedi. Sehari-hari dia akan menghibur Pawang Ternalem di 
kala sedih saat pertama ditolak Beru Patimar. Selain Dara, nandenya juga 
berwatak komedi.

"Saya sudah menyiapkan sebuah adegan dimana Dara dan Nandenya akan berdiskusi 
lucu tentang bagaimana cara mengawinkan Pawang Ternalem dan Beru Patimar di 
rumahnya. Adegan ini bak komedi situasi. Mereka akan membuat penonton 
terpingkal-pingkal. Layaknya komedi khas Karo adegan ini akan menjadi kekuatan 
untuk mengangkat emosi tawa penonton," kata Joey Bangun tersenyum.

Siapa pula yang akan menjadi Nande Dara?

Orang Karo yang tinggal seputaran Rawamangun menyebutnya Nande Longgar. Karena 
tokoh 'Nande Longgar' itu biasa dimainkannya jika ada pentas drama komedi Karo 
di Rawamangun. Dia sangat lucu memainkan perannya. Menurut seorang pendeta 
bermerga Barus yang tinggal di Rawamangun, "Melihat wajahnya sehari-hari saja 
saya sudah tertawa."

"Siapa Nande Longgar? Dalam waktu kita untuk akan memperkenalkan Nini Tudung 
dari beberapa orang kempu ini," tutup Joey Bangun dengan senyum terbaiknya.


      

Kirim email ke