Mejuah-juah, Saya perhatikan Pak Martin Perangin-angin ini tidak lagi sekedar membicarakan hal lain di luar dirinya, tapi juga telah "berani" berbagi "siapa" dirinya. Ini kemajuan dan patut dihargai. Salam, RG Munthe
--- On Thu, 7/3/08, Martin Peranginangin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Martin Peranginangin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [tanahkaro] Untuk Evita To: [email protected] Date: Thursday, July 3, 2008, 6:04 AM Mjj Tur dan salam kenal, Waktu di bank yang pertama saya sbg Team Leader di Securities Dept (surat-surat berharga). yang mengurus klien besar seperti Morgan Stanley, Merrill Lynch dll. Ketika itu BEJ secara bertahap melakukan scripless trading, sehinga pekerjaan secara fisik semakin berkurang. Mau tak mau ada pengurangan secara bertahap. Yang menjadi keresahan tempo itu, perlahan-lahan dan bertahap terjadi pengurangan sehingga seperti menunggu giliran. Ya karna itu, sebelum sampai pada giliran, saya dan beberapa teman menemui pengacara, krn beberapa yg sdh keluar tidak mendapat pesangon. Mungkin di Batam juga ada pengacara yang bisa membantu kalangan pekerja. Coba saja konsultasi, mungkin bisa membantu. Biasanya kalau hanya konsultasi belum ada biaya, kecuali kasusnya sudah ditangani. Thx MP --- On Wed, 7/2/08, Evita Ginting <[EMAIL PROTECTED] com.sg> wrote: From: Evita Ginting <[EMAIL PROTECTED] com.sg> Subject: [tanahkaro] Re: Orang Karo diantara Orang Batak To: "Tanahkaro" <[EMAIL PROTECTED] ps.com> Date: Wednesday, July 2, 2008, 6:16 PM Mau nanya dikit nih Tur. Gimana caranya dapat pesangon dengan status resign? Karena disini kalau resign yg didapat hanya uang terima kasih yg diatur pada peraturan perusahaan. Pesangon cuma dapat kalau di PHK. Untuk referensi, mana tau ke depan mau resign juga :) Regards, ------------ --------- --------- ---- Evita Sari Ginting (Ms) QUALITY CONTROL, HDD NOK PRECISION COMPONENT BATAM Tel : (+62)(0770) 611634 Fax : (+62)(0770) 611652 ------------ --------- --------- ----- Orang Karo diantara Orang Batak Posted by: "Martin Peranginangin" perkantongsamping@ yahoo.com Tue Jul 1, 2008 10:49 am (PDT) Judul diatas merupakan judul buku yang pernah aku tulis tahun 2004 lalu. Lima kata itu lahir dari hasil perenungan yang cukup lama. Begini ceritanya. Tahun 2003 aku resign dari HSxx Jakarta setelah bekerja 6 tahun di sana. Hampir saja uang pesangon tak kudapatkan waktu itu. Tapi setelah 2x pertemuan dengan Muchtar Pakpahan, serta 35 orang teman ketika itu, akhirnya pesangon aku terima. Hmm, ternyata dunia ini kadang-kadang perlu juga 'gertakan' pikirku. Februari 2004 kemudian aku menikah. Bukan maksudku petua-tuaken, tapi biaya pernikahan di Jambur Namaken dibiayai dari hasil tabungan.
