Mjj Pak Ginting,
Memang kadang-kadang tulisan narsis mengundang 'selera' biar dibaca. Dua ngenca 
gendangna, adi la dielu-elu kan orang lain (sambutan yang menyanjung) bisa juga 
di elo-eloken kalak. (anu loe, itu loe nina). Memang postingan belakangan ini 
beraroma seperti itu. Ya kalau tidak narsis, chauvinistis, atau apalah namanya. 
Yah, kalau masih ada yang bisa memberi tahu saya hal itu, syukurlah. Biar saya 
tidak menjadi nazi. Sentabi kalau kurang berkenan.
 


--- On Fri, 7/4/08, robinson g munthe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: robinson g munthe <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [tanahkaro] Untuk Evita
To: [email protected]
Date: Friday, July 4, 2008, 6:21 AM











Mejuah-juah,
Saya perhatikan Pak Martin Perangin-angin ini tidak lagi sekedar membicarakan 
hal lain di luar dirinya, tapi juga telah "berani" berbagi "siapa" dirinya. Ini 
kemajuan dan patut dihargai. 
 
Salam,
RG Munthe

--- On Thu, 7/3/08, Martin Peranginangin <perkantongsamping@ yahoo.com> wrote:

From: Martin Peranginangin <perkantongsamping@ yahoo.com>
Subject: Re: [tanahkaro] Untuk Evita
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Thursday, July 3, 2008, 6:04 AM









Mjj Tur dan salam kenal,
Waktu di bank yang pertama saya sbg Team Leader di Securities Dept  
(surat-surat berharga). yang mengurus klien besar seperti Morgan Stanley, 
Merrill Lynch dll. Ketika itu BEJ secara bertahap melakukan scripless  trading, 
sehinga pekerjaan secara fisik semakin berkurang. Mau tak mau ada pengurangan 
secara bertahap. Yang menjadi keresahan tempo itu, perlahan-lahan dan bertahap 
terjadi pengurangan sehingga seperti menunggu giliran. Ya karna itu, sebelum 
sampai pada giliran, saya dan  beberapa teman menemui pengacara, krn beberapa 
yg sdh keluar tidak mendapat pesangon. Mungkin di Batam juga ada pengacara yang 
bisa membantu kalangan pekerja. Coba saja konsultasi, mungkin bisa membantu. 
Biasanya kalau hanya konsultasi belum ada biaya, kecuali kasusnya sudah 
ditangani.
 
Thx
MP

--- On Wed, 7/2/08, Evita Ginting <[EMAIL PROTECTED] com.sg> wrote:

From: Evita Ginting <[EMAIL PROTECTED] com.sg>
Subject: [tanahkaro] Re: Orang Karo diantara Orang Batak
To: "Tanahkaro" <[EMAIL PROTECTED] ps.com>
Date: Wednesday, July 2, 2008, 6:16 PM





Mau nanya dikit nih Tur.
 
Gimana caranya dapat pesangon dengan status resign? Karena disini kalau resign 
yg didapat hanya uang terima kasih yg diatur pada peraturan perusahaan. 
Pesangon cuma dapat kalau di PHK. Untuk referensi, mana tau ke depan mau resign 
juga :)
 
 
Regards,

------------ --------- --------- ----
  Evita Sari Ginting (Ms)
  QUALITY CONTROL, HDD
  NOK PRECISION COMPONENT BATAM
  Tel : (+62)(0770) 611634
  Fax : (+62)(0770) 611652
------------ --------- --------- -----


Orang Karo diantara Orang Batak 
Posted by: "Martin Peranginangin" perkantongsamping@ yahoo.com 
Tue Jul 1, 2008 10:49 am (PDT) 
Judul diatas merupakan judul buku yang pernah aku tulis tahun 2004 lalu. Lima 
kata itu lahir dari hasil perenungan yang cukup lama. Begini ceritanya. Tahun 
2003 aku resign  dari HSxx Jakarta setelah bekerja 6 tahun di sana. Hampir saja 
uang pesangon tak kudapatkan waktu itu. Tapi setelah 2x pertemuan dengan 
Muchtar Pakpahan, serta 35 orang teman ketika itu, akhirnya pesangon aku 
terima. Hmm, ternyata dunia ini kadang-kadang perlu juga 'gertakan' pikirku. 
Februari 2004 kemudian aku menikah. Bukan maksudku petua-tuaken, tapi biaya 
pernikahan di Jambur Namaken dibiayai dari hasil tabungan. 
 

 














      

Kirim email ke