Di Jabar sudah dimulai nich alokasi pendidikan 20%, beasiswa untuk
pelajar tak mampu dan perbaikan infrstruktur  bahkan kemungkinan
sekolah gratis.

Mungkin SUMUT sebentar lagi ?


Bujur,

------------
Separuh dari anggaran pendidikan itu untuk perbaikan infrastruktur.


BANDUNG -- Impian Jabar untuk bisa mengalokasikan 20 persen APBD bagi
sektor pendidikan segera terwujud. Ditargetkan, alokasi tersebut bisa
direalisasikan dalam APBD Jabar tahun 2009. Melalui 20 persen anggaran
pendidikan tersebut, Pemprov Jabar menargetkan tidak ada lagi warga
miskin yang putus sekolah karena persoalan biaya.

Kepastian soal target itu disampaikan langsung Gubernur Jabar, Ahmad
Heryawan. Dia menjelaskan, saat ini, alokasi dana pendidikan pada APBD
Jabar masih di bawah 20 persen. Menurut Heryawan, sebelum
merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen, Pemprov Jabar harus
terlebih dahulu mendata warga miskin.

Artinya, tambah dia, menjelang penyusunan APBD Jabar 2009, Pemprov
Jabar harus terlebih dahulu mengantongi data siswa miskin yang
terancam putus sekolah. Salah satu proyeksi dana pendidikan 20 persen
tersebut, tutur dia, adalah untuk menopang kebutuhan biaya pendidikan
warga miskin.

''Kami harus tahu dulu, siapa nama siswa itu dan di mana alamatnya.
Agar bantuan kami tepat sasaran,'' ujar Heryawan di sela dialog
perumusan anggaran pendidikan 20 persen di Dinas Pendidikan Jabar,
Bandung, Rabu (9/7). Dia juga mengaku, saat ini pihaknya sedang
merumuskan peruntukan anggaran pendidikan 20 persen tersebut. Yang
pasti, sambung dia, selain kepada siswa miskin, dana itu juga
ditujukan untuk menopang perbaikan dan penambahan fasilitas pendidikan.

Saat ini, ungkap Heryawan, terdapat sekitar 1,4 juta siswa yang tidak
bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMP dan SMA. Selain itu, menurut
dia, juga terdapat 35 ribu ruang kelas SMP dan SMA yang dinilai tidak
layak pakai.

Ketua Komisi E DPRD Jabar, Nur Suprianto, menjelaskan, DPRD sepakat
untuk menyantumkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD
Jabar. Dia menjelaskan, separuh dari anggaran pendidikan tersebut akan
diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur.

''Kami sepakat dengan anggaran 20 persen. Ini merupakan amanat
undang-undang,'' ujar Nur di Bandung, Rabu (9/7). Dia menandaskan,
dengan alokasi dana 20 persen, dipastikan wajah pendidikan di Jabar
akan membaik.

Selain problem putus sekolah dan infrastruktur, pendidikan di Jabar
sebenarnya juga masih menghadapi persoalan kualitas guru. Hal itu
antara lain bisa dilihat di Kota Bandung. Sebanyak 30 persen dari 28
ribu guru di Kota Bandung belum menempuh jenjang pendidikan strata
satu (S-1). Padahal sarjana merupakan bagian dari standar mutu guru
yang ditetapkan pemerintah.

''Pada 2007, kami membantu 175 guru untuk program sarjana,'' ujar
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Dadang Iradi, di
sela acara Telkomsel Peduli Pendidikan, Rabu (9/7). Selain itu,
menurut dia, pemerintah pusat juga memberikan bantuan yang sama pada
800 guru.

Dengan demikian, guru yang belum sarjana saat ini kurang dari 30
persen. Bantuan yang diberikan pemkot kepada para guru itu, ungkap
dia, berupa uang sebesar Rp 2,5 juta. Guru yang mendapatkan bantuan
adalah guru yang memenuhi persyaratan, yakni mempunyai kartu tanda
mahasiswa (KTM) transkrip nilai, juga keterangan belajar dari
perguruan tingginya.

Tahun ini, Dadang menjelaskan, Disdik kembali memberi bantuan kepada
800 guru untuk program yang sama. Karena target capaiannya meningkat,
kata dia, masing-masing guru yang terpilih akan menerima Rp 1,5 juta
hingga Rp 2 juta per guru, bukan Rp 2,5 juta seperti periode sebelumnya.

Peningkatan standar mutu guru, sambung dia, tidak akan berhenti
meskipun semua guru di Kota Bandung sudah sarjana. Pihaknya akan
memberikan bantuan bagi guru yang berniat untuk melanjutkan sekolah ke
jenjang S2 dan S3.

Bukan hanya dari pemerintah, menurut dia, pengusaha yang peduli akan
pendidikan yang terus bertambah juga ikut membantu program tersebut.
Di antara kalangan swasta yang ikut mendukung program itu, tutur dia,
adalah Telkomsel. Lewat bantaun dari Telkomsel itu dia berharap
kualitas guru akan semakin baik dan bisa meningkatkan mutu siswa.
ilayah.

(san/ren )
 

Kirim email ke