Jalan Kabanjahe-Lau Pakam Rusak Parah, Masyarakat Karo dan Aceh Harapkan 
Perhatian GubsuTanah Karo (SIB)

Jalan lintas Provinsi yang menghubungkan Kabanjahe-Lau Pakam Tanah Karo rusak 
parah, sebagian kondisi ruas jalan rusak berat,
secara khusus di link 34, persisnya di Desa Kinangkong yang kondisinya
hancur–hancuran. Sepanjang ruas badan jalan berlobang, sehingga
seringkali kendaraan berat terbalik membuat jalur Medan-Kuta Cane
terputus.


Akibat kerusakan jalan tersebut, nyaris membuat lumpuh aktivitas
perekonomian masyarakat Kecamatan Lau Baleng-Mardingding dan warga Aceh
Tenggara. Apabila hujan turun jalur ini sulit dilalui pengguna
kendaraan. Padahal jalur ini satu-satunya penghubung ke perbatasan
Karo-Aceh Tenggara.


Demikian dikatakan Hermanta Peranginangin SPd dan Join Fransisko
Ginting pengusaha transportasi dan penyalur pupuk di Kecamatan Lau
Baleng-Mardingding kepada wartawan, Selasa (1/7) di Perbulan.


Kondisi ini sangat merepotkan para pengguna jalan, sebab bila sedikit
lengah, kenderaan bisa oleng bahkan terbalik. Kejadian ini sering
terjadi sehingga hubungan Medan Kutacane sering terputus berjam-jam.


Amatan wartawan SIB di lapangan, Rabu (2/7) sepanjang ruas badan jalan
Lau Baleng-Durinrugun, kondisinya sudah porak-poranda. Bahkan hampir
seluruh ruas badan jalan tak tampak lagi jalan raya hotmix, keadaannya
seperti jalan ke perladangan. Bahkan beberapa hari terakhir, kerap
terjadi kemacetan akibat banyaknya truk bermuatan berat terprosok ke
dalam lobang malah ada yang terbalik. Tragisnya apabila hujan turun,
maka sepanjang jalan air mengalir di atas badan jalan, membuat lobang
seperti kubangan. Akibatnya kendaraan sering lengket karena licin.


Di samping itu juga, masyarakat yang hendak berpergian sering terjebak
kemacetan, sehingga terkadang harus bermalam sampai menunggu pagi.
Sekali kemacetan terjadi, ratusan penumpang harus bermalam di bus, dan
ratusan ton hasil pertanian terlambat pengirimannya ke Medan . Belum
lagi urusan dinas atau keperluan mendadak yang harus ditempuh sesuai
dengan waktu. Semuanya itu, penyebabnya adalah kerusakan jalan yang
notabene jalan propinsi tapi kenyataannya seperti jalan
keperladanganpun tak layak lagi dipergunakan.


Beberapa sopir yang berhasil dimintai keterangannya beberapa waktu lalu
di Lau Baleng, seperti pengemudi bus umum dan mobil berat, Andi Ginting
(32), Anta Peranginangin (30) penduduk Desa Perbulan dan Manibbul S
(40), Koller dan Samidun (45) masing–masing penduduk Aceh Tenggara
mengatakan kalau kondisi jalan tak mendapat perbaikan dari pihak
pemerintah, maka ada kemungkinan para sopir akan mogok. Sebab menurut
mereka, tindakan itu bukan sekedar mogok unjuk rasa, tetapi kondisi
ruas jalan memang tak terlintasi truk-truk berat lagi.


Menurut mereka (para sopir-red), kalau saja Gubernur Sumatera Utara
tidak merasa kasihan dengan masyarakat Karo dan Aceh Tenggara,
“habislah kita”. Untuk itu, mereka berharap agar Bang Syamsul Arifin
“sahabat semua suku” dapat memberi perhatian atas kondisi jalan
Kabanjahe-Lau Pakam ini.


“Kita sangat berharap agar Gubsu Syamsul Arifin segera memerintahkan
instansi terkait untuk segera mempergunakan anggaran perbaikan rutin,
karena apabila tidak segera diperbaiki maka besar kemungkinan hubungan
Medan-Kuta Cane akan semakin amburadul,” ujar Hermanta Peranginangin.
(M-30/y)

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke