--- In [email protected], shodan purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> MJJ Carlos, MJJ pemilis Sirulo:
> Saya mengikuti kebanyakan tulisan kam, terutama bagaimana kam
konsisten menyuarakan posisi2 pemerataan. I have been voting for
egalitarian too! Tapi menunggu lama belum terjadi dan sepertinya tidak
tahu lagi apakah akan menjadi kenyataan, saya akhirnya berhenti
menyalahkan para kapitalis. Kata kunci yang  saya coba dengungkan
adalah,  kapitalis bisa masuk karena ada "lowongan."   Lowongan muncul
karena tidak dapat dilayani oleh mayoritas umat yang ironisnya
menginginkan dan berjuang demi adanya pemerataan pembagian kue itu. 
> 


Terimakasih bapak atas respondnya. Gak papa, ini diskusi 'progresif'
vs 'konservatif' yang sudah terjadi di Indonesia sejak permulaan abad
20 dan debatnya saya dengar terus di local news :-)

Saya pun sempat berpikiran pada hal yang sama seperti diatas sampai
ketika saya mempelajari ulang pemikiran Hatta-Sjahrir (dan sujatmoko)
cs kenapa Indonesia modern ini *perlu* ada dan sejarah manusia modern.
Yang menarik dari analisa mereka adalah ketika mendeskripsikan 'kenapa
di Indonesia bisa gagal' dan kemungkinan kemungkinan di masa depan.

Dalam hal ekonomi hitherto tidak ada yang stabil dalam economic
system, semuanya *masih* bisa berubah entah secara global atau lokal. 

Tahun 1945-1970 negara barat menganut Keynesian dimana state
intervention masih ketat, 1970 sampai sekarang kaum Liberal menjadi
raja  hingga saat ini ada kemungkinan kalau kedepanya bisa berubah
lagi karena unregulated-kapitalisme-liberal terbukti gagal di amerika.
Abad 21 ini ditandai dengan "the rise"-nya negara sosialis macam China
dan India.

Teori kapitalisme-liberal membuat orang kaya makin kaya dan miskin
makin miskin itu ternyata bukan terjadi di indonesia saja tapi juga di
amerika dan ironisnya, saya lihat justru orang amerika sendiri yang
lebih rajin dan agresif dalam melawan ini.

Di Indonesia perubahan itu pun sudah mulai tampak baik yang positif
atau negatif (tergantung dari perspektif masing masing), kaum muda
mulai bergerak dan melakukan perubahan disana sini (baik yang terlihat
dan tidak terlihat).

memang kita tidak mennyalahkan kaum kapitalis , sama seperti katanya
Stiglitz, kita tidak menyalahkan
Free Trade, tapi maril kita cari dan implementasi Free trade dan
sistem kapitalisme yang (lebih) adil dan bisa memberikan kesejahteraan
bagi yang lemah. 

Singkatnya, momentum kearah perubahan yang lebih egaliter sekarang
sedang gencar-gencarnya baik lokal atau global.


bujur dan semoga berkenan juga.


MCP sembiring

Kirim email ke